sign up SIGN UP search


trending

18 Bulan Disandera Jadi Mualaf, Wanita Asal Italia Ini Akhirnya Bebas

Asri Ediyati Minggu, 24 May 2020 09:18 WIB
Ilustrasi hijab syar'i caption
Jakarta -

Seorang wanita muda asal Italia, Silvia Romano kembali ke rumah setelah 18 bulan disandera oleh para ekstremis di Afrika di mana ia memeluk Islam atau menjadi mualaf selama diculik.

Dilansir Daily Mail, ia disandera di Afrika timur dan kembali ke rumah pada hari Minggu (17/5/2020). Romano yang masih berusia 24 tahun bekerja sebagai sukarelawan untuk kelompok kemanusiaan Italia di Kenya. Ia kemudian diculik pada November 2018 selama serangan oleh orang-orang bersenjata.

Mengenakan sungkup muka serta sarung tangan pelindung dan sepatu bot karena pandemi coronavirus, ia kembali ke Italia menggunakan pesawat pemerintah di bandara Roma Ciampino sebelum dibawa ke rumah keluarganya di Milan.


Romano memeluk ibunya di bandara dan juga disambut oleh pejabat penting pemerintah, termasuk Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte, yang juga mengenakan masker wajah, dan menteri luar negeri Luigi Di Maio.

Conte berterima kasih kepada agen intelijen Italia yang bekerja membantu pembebasannya minggu lalu di Somalia.

Laporan di Italia mengatakan bahwa para penculik menyerahkannya kepada kelompok ekstremis Islam Al-Shabab, dengan kelompok Somalia itu dianggap bertanggung jawab atas sejumlah penculikan di Kenya. Pada hari Jumat (15/5/2020), Romano dibawa ke kedutaan Italia di Mogadishu, ibukota Somalia, setelah dibebaskan.

Ketika pulang ke Milan, Romano disambut kerumunan yang terdiri dari teman-teman dan rekannya. Laporan lain di Italia mengatakan bahwa Romano, yang mengenakan pakaian hijau longgar dan hijab, telah masuk Islam saat dalam penahanan.

Keluarga atau pejabat Italia belum mengomentari hal ini tetapi dia diperkirakan akan ditanyai oleh jaksa penuntut Italia yang menyelidiki kejahatan di luar negeri.

Simak juga kondisi restoran nanti di era new normal:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi