sign up SIGN UP search


trending

Duka Mendalam, Susi Pujdiastuti Beri Penghormatan pada Kolonel Harry Setiawan

Annisa Afani Senin, 26 Apr 2021 10:05 WIB
Menteri KKP periode 2019-2024 Edhy Prabowo hadiri acara pisah-sambut di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti turut hadir di sana caption
Jakarta -

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti baru-baru ini ungkap rasa duka mendalam, Bunda. Hal ini masih terkait dengan peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 pada Rabu (21/4/2021) dini hari yang lalu.

Rasa duka mendalamnya tersebut ia sampaikan melalui posting-an Instagram. Di sana, ia mendoakan 53 awak kapal yang gugur dalam bertugas.

"Inna lillahi wainnailaihi rojiun .. Duka yg mendalam atas gugurnya 53 Putera2 Bangsa Terbaik/Prajurit TNI AL KRI Nanggala 402," tulisnya, HaiBunda kutip dari akun @susipudjiastuti115 pada Senin (26/4/2021).


Susi juga mendoakan akan seluruhnya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, Bunda. Dan ia pun berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan menghadapi kehilangan tersebut.

Banner tanaman hias pembawa hoki.Banner tanaman hias pembawa hoki./ Foto: Mia Kurnia Sari

"Semoga husnul khotimah & mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yg ditinggalkan diberi kekuatan & ketabahan .. Amin YRA," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, wanita kelahiran Pangandaran itu juga melampirkan beberapa foto. Di sana tampak dirinya bersama dengan Kolonel Laut Harry Setiawan, Komandan Satuan Kapal Selam Komando Armada II yang menjadi salah satu korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Pada mendiang, Susi mengucapkan rasa hormat sekaligus terima kasih, Bunda. Yang mana, Kolonel Harry diketahui selalu mendukungnnya selama masih menjabat sebagai menteri dalam periode 2014-2019.

"Teruntuk Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, S.E. dan keluarga, penghormatan dan terima kasih luar biasa dari saya pribadi atas semua dukungan dan kerja sama selama saya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019," tuturnya.

Untuk Bunda ketahui Kapal Nanggala 402 dinyatakan tenggelam dan tak terdeteksi di kedalaman 850 meter di bawah laut, Bunda. Peristiwa ini terjadi saat para prajurit TNI AL melakukan latihan penembakan senjata strategis di perairan utara Bali.

"Jadi sedang dalam latihan penembakan torpedo," kata Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) AL Laksma TNI Julius Widjojono dikutip dari detikcom.

Julius mengatakan, setiap kali latihan, kapal selam akan berkomunikasi dengan unsur atas air. Namun saat itu tidak ada kontak dari kapal selam. Julius mengatakan, sebelum penembakan secara riil, kapal selam melakukan latihan penembakan torpedo.

"Sebelum kapal selam menembakkan dengan peluru perang, itu latihan dulu. Paginya latihan torpedo, latihan dulu, siangnya baru nembak riil," tutur dia.

Lebih lanjut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa kapal tersebut terakhir kali bisa melakukan komunikasi pada pukul 04.30 WIB. Sejak itu, kapal tak lagi dapat dikontak.

"Terakhir komunikasi ketika 04.30 mau laksanakan penembakan sudah tidak ada komunikasi," kata Hadi.

Hadi menuturkan TNI memiliki berbagai tipe kapal selam. Yang dipakai latihan TNI AL kali ini adalah KRI Nanggala-402.

"Kita kan punya beberapa macam ya. Selain 402, kita juga punya 404, kita resmikan, dan sebelumnya 403 ya. Itu ya terus kita latihan seperti itu. Cuma yang saat ini kita laksanakan buat latihan ya 402 yang kita buat latihan," ujar Hadi.

Simak juga kisah yang dialami oleh keluarga para awak kapal di halaman berikut ya, Bunda.

Bunda, simak juga cerita istri almarhum Bani 'Seventeen' yang jalani kehamilan tanpa suami dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

ISTRI AWAL KAPAL CURHAT BARU NIKAH 5 BULAN & HAMIL ANAK PERTAMA
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi