sign up SIGN UP search


trending

Bun, Ini 7 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Singapura Agar Cepat Damai dengan COVID-19

Maya Sofia Sabtu, 10 Jul 2021 15:16 WIB
Thank you for cleaning Telok Ayer street in CBD, Singapore - 25 April 2020; Singapore faces second wave of coronavirus from April 2020, it is because there are massive clusters at dormitories where thousands of foreign workers stay. Those dorms are isolated now but healthy workers & those who have essential job are sent elsewhere and are working even now. This man in these pictures has essential job, which is cleaning. Thanks to these workers, Singapore is maintained clean. Thank you for keeping Singapore very clean. caption
Jakarta -

Bunda mungkin sudah mendengar bahwa masyarakat Singapura yang sedang bersiap memasuki fase berdamai dengan virus corona atau COVID-19. Setidaknya ada tujuh pelajaran kunci bagaimana Singapura bisa sampai pada rencana tersebut. Hal ini dipaparkan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo.

Pertama, pemerintah dan segenap masyarakat Singapura menjalankan berbagai pembatasan dengan ketat. Ada masa ketika selama berbulan-bulan mereka hanya boleh keluar rumah berdua, berlima, hingga berdelapan. Namun sejak awal Mei lalu, ketika varian Delta diketahui telah menyusup ke negera itu, rem kembali ditekan. Aktivitas sosial otomatis kembali serba ketat.

Menariknya, masyarakat Singapura menerima dan menjalankan kebijakan dengan penuh kesadaran, kepatuhan. Bagi mereka penerapan protokol kesehatan secara disiplin adalah mutlak.


"Mengenakan masker di ruang publik tak bisa ditawar. Bila dilanggar dendanya SG$ 300," kata Suryo Pratomo yang biasa disapa Tommy itu saat berbincang dengan detikcom, Kamis (8/7/2021).

Begitu pun kepada para pengelola restoran yang diketahui membiarkan terjadinya pelanggaran prokes akan dikenai denda hingga SG$ 1000. Atau restoran akan ditutup selama 1-2 pekan. Lalu pelajaran lain apa yang bisa kita petik dari Singapura?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi