HaiBunda

TRENDING

Efektivitas Vaksin Pfizer Dilaporkan Turun, Masih Ampuhkah Lawan Varian Delta?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 05 Oct 2021 17:10 WIB
Ilustrasi Vaksin Pfizer/ Foto: iStock
Jakarta -

Vaksin Pfizer menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini dapat diberikan untuk orang dewasa hingga anak di atas usia 12 tahun, Bunda.

Cara kerja vaksin Pfizer berbeda dengan Sinovac dan AstraZeneca. Menurut Staff Medis Women Health Service RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Ilham Utama Surya, SpOG, Pfizer mengambil bagian genetik mRNA virus (mRNA) menjadi bentuk materi genetik.

"Vaksin ini bisa dikenali dan dimasukkan ke dalam tubuh. Saat masuk ke tubuh, vaksin dapat membuat sel tubuh mengenali bagian mRNA, sehingga terbentuk antibodi, sel T helper, dan sel sitotoksik," ujar Ilham kepada HaiBunda, beberapa waktu lalu.


"Diharapkan antibodi ini dapat terbentuk di sel lain yang bisa membunuh virus," sambungnya.

Mengutip laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tim penasihat imunisasi WHO sendiri telah merekomendasikan penggunaan vaksin ini, Bunda. Menurut mereka, vaksin Pfizer aman dan efektif.

Efektivitas vaksin Pfizer cukup tinggi dibandingkan jenis vaksin lainnya. Namun, belakangan efektivitas vaksin Pfizer kembali menjadi sorotan. Efektivitas vaksin yang mulai dikembangkan sejak 2020 ini turun dari 88 persen menjadi 47 persen.

Data temuan ini dimuat dalam di jurnal medis Lancet, namun belum peer revieew. Data menunjukkan perlunya vaksinasi booster, serta efektivitas vaksin dalam kasus rawat inap dan mencegah kematian COVIdD-19 tetap tinggi.

"Data menunjukkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh berkurangnya efikasi daripada varian yang lebih menular," kata para peneliti.

Disebutkan bahwa riset tersebut masih minim data terkait kepatuhan protokol kesehatan seperti memakai masker hingga menjaga jarak. Hal tersebut dikatakan bisa memengaruhi studi, terutama tentang kemungkinan terpapar virus COVID-19.

Vaksin Pfizer adalah salah satu vaksin yang dikatakan ampuh melawan varian Delta. Efektivitasya bahkan mencapai 93 persen setelah bulan pertama, Bunda.

Namun, dilaporkan bahwa efektivitas vaksin ini juga mengalami penurunan untuk varian Delta dari 93 persen setelah bulan pertama, menjadi 53 persen setelah empat bulan. Sedangkan terhadap varian virus COVID-19 lainnya, efikasi menurun dari 97 persen menjadi 67 persen.

Apa kata pemimpin studi tentang hasil temuan ini ya, Bunda.

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

Simak juga mutasi baru virus COVID-19 varian Mu, dalam video berikut:

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Indah Kalalo dan Suami Bule Liburan Nikmati Keindahan Machu Picchu, Intip Potretnya

Mom's Life Annisa Karnesyia

Puasa Isra Mi'raj 27 Rajab: Jadwal, Hukum, Niat dan Keutamaannya

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Kisah Arie Kriting Dapatkan Restu Ayah Mertua

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bukan Pangeran Charles, Ini Sosok yang Disebut sebagai Cinta Sejati Putri Diana

Mom's Life Asri Ediyati

Baru Dibaptis, Intip 5 Potret Juandeo Anak Bungsu Judika & Duma Riris

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Jadwal Konser BTS 2026 di Jakarta, Catat Tanggalnya

Puasa Isra Mi'raj 27 Rajab: Jadwal, Hukum, Niat dan Keutamaannya

Indah Kalalo dan Suami Bule Liburan Nikmati Keindahan Machu Picchu, Intip Potretnya

Terpopuler: Kisah Arie Kriting Dapatkan Restu Ayah Mertua

Bukan Pangeran Charles, Ini Sosok yang Disebut sebagai Cinta Sejati Putri Diana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK