sign up SIGN UP search


trending

5 Fakta Mengagetkan Penembakan Istri TNI, Demi Pacar Kopda M 4 Kali Coba Bunuh Istri

Tim HaiBunda   |   Haibunda Selasa, 26 Jul 2022 22:55 WIB
Ilustrasi Garis Polisi caption
Jakarta -

Kasus penembakan istri anggota TNI di Kota Semarang kini masih menjadi perbincangan. Hal yang mengejutkan, ternyata dalang di balik kejadian miris ini dilakukan oleh sang suami.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berupaya melakukan penyelidikan. Para pelaku yang menjadi kaki tangan atau orang suruhan tindak kriminal tersebut juga sudah ditangkap.

Kronologi penembakan ini terjadi ketika korban sedang dalam perjalanan saat menjemput anak pulang sekolah. Tak sekali, korban mendapat 2 kali tembakan.


Tembakan pertama disinyalir tidak mematikan. Kemudian pada tembakan yang kedua, disinyalir peluru dari senjata api yang dipakai bersarang di tubuh korban.

HaiBunda sudah merangkum beberapa fakta terkait kasus ini, Bunda. Simak informasi selengkapnya dari berbagai sumber sebagai berikut, ya.

Fakta penembakan istri TNI di Semarang:

1. Motif sewa eksekutor tembak istri

Setelah diselidiki, polisi mengungkap motif penembakan istri anggota TNI di Semarang. Penembakan tersebut dilakukan Kopda Muslimin (Kopda M) karena ingin punya pacar lagi.

Fakta tersebut itu diungkapkan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi saat jumpa pers di kantornya. "Motifnya punya pacar lagi," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi, dikutip dari detikcom.

Ahmad Luthfi menyebut fakta itu diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan pelaku yang sudah ditangkap. "Jadi dari pemeriksaan saksi di antaranya saksi W, itu pacarnya (Kopda M), pacarnya," sambungnya.

2. Bayar Rp120 juta ke eksekutor

Komplotan eksekutor penembakan istri TNI di Semarang diupah oleh Kopda M. Hasil pemeriksaan sementara kepolisian, empat pelaku diupah Rp120 juta.

"Motifnya (pelaku) adalah memperoleh upah," kata Ahmad Luthfi.

Dijelaskannya, Kopda M memberi uang ke pelaku setelah aksi penembakan dilakukan pada Senin 18 Juli lalu. Saat itu, Kopda M tengah mendampingi istrinya yang ditembak, RW, menjalani penanganan medis di rumah sakit. Kopda M kemudian berkomunikasi dengan eksekutor terkait upah.

"Korban dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit suami korban melakukan peneleponan kepada eksekutor dengan dilakukan untuk memperoleh transaksi uang hasil pelaksanaan kegiatan. Kemudian suami korban keluar di minimarket 300 meter dari rumah sakit, diberikan uang Rp120 juta sebagai kompensasi," paparnya.

Fakta tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap sejumlah saksi, Bunda. Ini termasuk pelaku lapangan yang terdiri dari dua orang tim eksekutor dan dua orang tim pengawas.

3. Kopda M coba membunuh istri 4 kali

Belakangan, baru terungkap bahwa Kopda M sudah beberapa kali merencanakan pembunuhan terhadap istrinya. Cara yang dilakukan pun beragam.

"Jadi sebelumnya itu, satu bulan yang lalu keterangan saksi keterangan ya, belum kita crosscheck. Dia (Kopda Muslimin) sudah memerintahkan Babi (eksekutor penembakan) untuk meracun, yang kedua mencuri. Jadi pura-pura mencuri," ujar Ahmad Luthfi.

"Yang jelas targetnya itu istrinya mati. Kemudian yang ketiga, dia menggunakan santet. Tapi belum kita crosscheck pada suami (Kopda Muslimin), masih dalam pencarian," katanya.

Hingga akhirnya Kopda M merencanakan penembakan dengan menyewa para pembunuh bayaran. Kopda Muslimin diketahui memerintahkan komplotan untuk membuntuti dan menembak istrinya.

Simak fakta selanjutnya di halaman berikut.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Cari tahu juga arti red flag, yellow flag dan green flag dalam percintaan di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

KONDISI KORBAN USAI DITEMBAK
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!