HaiBunda

TRENDING

Otak Brigadir J Pindah ke Perut Usai Autopsi, Simak Penjelasan Dokter Forensik

Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 03 Aug 2022 15:10 WIB
Ilustrasi autopsi Brigadir J/ Foto: Getty Images/iStockphoto/aijohn784
Jakarta -

Bunda mengikuti kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J)? Belakangan, ramai dikabarkan bahwa dari hasil autopsi Brigadir terungkap otaknya yang sudah berpindah ke perut.

Bagi masyarakat awam, hal ini tentu menimbulkan kegaduhan dan rasa penasaran tersendiri. Menanggapi hal itu, ahli kedokteran forensik dari Universitas Indonesia, dr.Budi Sampurna menjelaskan alasannya, Bunda.

Menurut Budi, kejadian berpindah otak setelah dilakukan autopsi bukan hal yang baru di dunia kedokteran. Sebab, ada beragam cara dan prosedur dalam proses autopsi. Hal itu bisa bergantung pada agama dan tradisi terkait jenazah yang akan diautopsi.


Sedangkan di Indonesia, umumnya jaringan tubuh diletakkan kembali ke tempat semula setelah proses autopsi selesai dilakukan. Namun, kebiasaan ini rupanya berbeda dengan sejumlah negara seperti Jerman, Amerika, dan Belanda.

Di negara-negara tersebut, bukan hal yang aneh jika otak diletakkan di dalam perut seusai dilakukan autopsi. Keputusan itu dilakukan untuk mencegah rembes dari bekas potongan di tulang kepala ketika otaknya mencair, Bunda.

"Kalau mereka itu selesai melakukan autopsi, otak itu tidak dikembalikan di kepala. Mengapa tidak dikembalikan di kepala? Karena kepala itu sudah dipotong tulangnya. Kalau otak itu nanti mencair, maka dia bisa merembes ke situ dan bisa keluar," terang Budi.

Lebih lanjut menurut Budi, ada beberapa prosedur yang dilakukan dalam menyelesaikan autopsi. Terutama di bagian kepala yang biasanya harus ditutup kapas atau semacam kertas, Bunda.

"Oleh karena itu mereka mengatakan, kalau di kami, tidak kita masukkan kembali ke kepala tetapi kepala itu nanti sudah ditutup seperti kapas, atau ada khusus lah semacam kertas ditaruh situ. Kemudian potong lagi tengkoraknya dan boleh ditutup," ujar Budi melengkapi.

Kembali pada aturan autopsi yang diperbolehkan di Indonesia, pemotongan tengkorak dilakukan dengan cara tertentu. Hal itu bertujuan agar otak dikembalikan ke bagian kepala dalam posisi tiduran, nantinya cairan bisa tertampung.

Ada cara khusus untuk memotong tulang tengkorak kepala. Salah satunya harus dibikin dalam bentuk menyiku, sehingga saat diletakkan kembali otak dapat tertampung dengan baik dalam kondisi tiduran.

Selain itu, masih banyak lagi perbedaan cara memotong tulang saat autopsi.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Simak juga yuk cerita cerita dokter forensik dalam video di bawah ini:



(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

Menyusui Annisa Aulia Rahim

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Terpopuler: Potret Rumah Baru Poppy Sovia

Mom's Life Amira Salsabila

Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Bangga! Potret Hengky Kurniawan & Sonya Fatmala Dampingi Sang Putra Menang Lomba Matematika

7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik

7 Tantangan yang Bisa Dialami Bunda saat Menyusui di Usia 35+ dan Cara Mengatasinya

7 Drama Korea Cha Woo Min Terbaik Rating Tertinggi, Ada 'My Bias, My Boss'

Ternyata Kepribadian Bisa Memengaruhi Pengalaman Melahirkan, Bunda Termasuk yang Mana?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK