HaiBunda

TRENDING

Usai Selamatkan Lansia, Sugiyanto Nelayan RI Dapat Visa Jangka Panjang di Korea Selatan

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Selasa, 08 Apr 2025 05:00 WIB
Ilustrasi Visa Korea Selatan/Foto: iStock
Jakarta -

Kebakaran hutan di Hyengsang Utara, Korea Selatan, beberapa waktu lalu, masih menarik perhatian masyarakat. Terlebih, dikabarkan salah satu pelaut asal Indonesia menjadi 'pahlawan' karena telah menyelamatkan banyak nyawa.

Nelayan bernama Sugiyanto merupakan pria 31 tahun yang berhasil menyelamatkan para lansia saat kebakaran terjadi. Sugiyanto bergabung dengan Kepala Desa setempat, Yoo Myung Shin, untuk memperingati para penduduk serta mengarahkan mereka ke tempat yang lebih aman.

Dilansir dari laman Allkpop, sekitar pukul 11 malam, Sugiyanto dan kepala desa bergegas pergi dari rumah ke rumah. Mereka membangunkan warga yang sedang tertidur dan mendesak untuk pergi mengungsi.


"Nenek, ada api di pegunungan! Kamu harus pergi dengan cepat!" teriaknya.

Salah seorang warga berusia 90 tahun pun menceritakan pengalamannya ketika diselamatkan oleh Sugiyanto. Nenek itu menyebut jika bukan karena Sugiyanto, ia dan seluruh warga lainnya pasti sudah meninggal dunia dilalap api.

"Jika bukan karena dia, kita semua akan mati. Saya tertidur saat menonton TV, tetapi saya terbangun dengan teriakan 'Api!'. Ketika saya membuka pintu, Sugiyanto ada di sana dan dia membawa saya keluar dari rumah," kenang lansia tersebut.

Sugiyanto mendapatkan visa jangka panjang

Tidak hanya Sugiyanto, ternyata ada dua nelayan asal Indonesia lainnya yang membantu para warga mengungsi dari kebakaran hutan, Bunda. Pemerintah Korea Selatan pun mengatakan bahwa ketiganya telah diberikan visa tinggal jangka panjang.

"Telah diputuskan untuk memberikan izin tinggal jangka pajang berdasarkan kontribusi khusus kepada tiga orang berkewarganegaraan Indonesia yang membantu warga lanjut usia menyelamatkan diri selama kebakaran hutan baru-baru ini," kata wakil kepala Markas Besar Penanggulangan Bencana dan Keselamatan di bawah Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan, Lee Han Kyung, dikutip dari laman The Star.

"Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada mereka yang menyelamatkan nyawa tetangga tanpa mempedulikan nyawa mereka sendiri," sambungnya.

Para pejabat mengatakan Kementerian Kehakiman telah membuat keputusan ini pada Sabtu (6/4/2025). Dilaporkan bahwa Sugiyanto telah menyelamatkan sekitar 60 lansia dan menggendong mereka ke tempat yang aman.

Kepala Desa yang membantu mengevakuasi mengatakan kepada media lokal bahwa Sugiyanto adalah pemuda yang baik hati. Mereka juga sering membantu warga lansia membawa tas berat bahkan memperbaiki peralatan rumah tangga.

Sugiyanto diketahui telah bekerja di Korea sebagai nelayan selama delapan tahun. Ia juga memiliki seorang istri dan seorang putra yang kini berusia lima tahun.

"Saya mencintai Korea, terutama karena penduduk desa merasa seperti keluarga. Dalam tiga tahun, saya harus kembali ke rumah, tetapi istri saya menelepon saya untuk mengatakan bahwa dia sangat bangga dengan saya. Saya merasa puas mengetahui tidak ada yang terluka dalam kebakaran itu," ucapnya, dikutip Allkpop.

Dugaan penyebab kebakaran hutan di Korea Selatan

Dikutip dari laman BBC, seorang pria berusia 56 tahun tengah dicurigai karena diduga memicu terjadinya kebakaran hutan di Korea Selatan beberapa waktu lalu, Bunda.

Pria yang belum disebutkan namanya ini dikatakan tengah melakukan ritual leluhur di kuburan keluarga di sebuah bukit di Kabupaten Uiseong, provinsi Gyeongsang Utara pada hari kejadian.

Ia telah dipanggil untuk diinterogasi setelah penyelidikan atas situs tersebut. Namun, pria itu menyangkal tuduhan itu.

Penyelidik dilaporkan berbicara dengan putri tersangka yang dikatakan telah memberi tahu mereka bahwa kebakaran dimulai ketika sang Ayah mencoba membakar cabang-cabang pohon yang tergantung di kuburan dengan pemantik api.

Kebakaran kemudian membakar lebih dari 48.000 hektare atau setara dengan sekitar 80 persen dari luas Ibu Kota Seoul, menurut Dinas Kehutanan Korea. Kebakaran ini telah menghancurkan 4.000 bangunan termasuk rumah, pabrik, serta sejumlah harta nasional, termasuk Kuil Goun, yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

3 Penyebab Angka Kelahiran di Korea Selatan Menurun Setiap Tahun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Ayushitha dan Gerald Situmorang usai Menikah, Terbaru Liburan ke Jepang

Mom's Life Amira Salsabila

5 Pose Yoga yang Bantu Ubah Posisi Bayi Sungsang

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Kenapa Awal Puasa Bunda Lebih Cepat Capek? Ini Penyebabnya

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

7 Ciri-ciri Kepribadian ENFJ, MBTI Paling Langka

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Anak Artis Pertama Kali Ketemu Adiknya yang Baru Lahir, Bikin Haru

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Ayah Artis Ini Semangat MengASIhi Si Kecil, Nino Fernandez hingga Brandon Salim

5 Pose Yoga yang Bantu Ubah Posisi Bayi Sungsang

6 Stok Makanan Wajib Saat Ditinggal ART Mudik, Praktis dan Tahan Lama

17 Drama Korea Seo In Guk Terbaik Rating Tertinggi, Genre Romantis hingga Action

Kenapa Awal Puasa Bunda Lebih Cepat Capek? Ini Penyebabnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK