HaiBunda

TRENDING

Kena Kritik Distorsi Sejarah, Penulis Drakor Bon Appetit, Your Majesty Buka Suara

Aisyah Khoirunnisa   |   HaiBunda

Sabtu, 27 Sep 2025 05:00 WIB
Drama Korea Bon Appetit Your Majesty/ Foto: tvN

Bunda, ada kabar terbaru dari dunia drama Korea, nih! Kali ini, perbincangannya bukan hanya tentang jalan cerita yang bikin baper, tapi juga soal kontroversi sejarah. Drama Korea tvN yang berjudul Bon Appetit, Your Majesty sedang ramai diperbincangkan karena dituduh melakukan distorsi sejarah, lho.

Padahal, drama dengan latar belakang sejarah sering kali menjadi tontonan favorit kita karena bisa menambah pengetahuan, ya. Tapi, kadang ada juga Bunda, drama yang memicu perdebatan karena interpretasinya yang berbeda.

Latar belakang kontroversi Bon Appetit, Your Majesty

Dilansir dari Allkpop, kontroversi ini berfokus pada dua adegan penting dalam drama. Adegan pertama memperlihatkan Raja Lee Heon duduk di samping utusan Dinasti Ming. Adegan kedua menunjukkan sang raja membungkuk kepada utusan tersebut.


Bagi sebagian besar penonton, adegan ini terasa janggal dan menuai kritik tajam di media sosial karena mereka merasa adegan tersebut tidak sesuai dengan gambaran sejarah yang dikenal masyarakat luas, di mana raja seharusnya tidak menunjukkan sikap inferior kepada pihak lain di kerajaannya.

Pembelaan dari penulis drama Bon Appetit, Your Majesty

Menanggapi tuduhan tersebut, penulis drama, Park Guk Jae, angkat bicara untuk menghadapi kritik terkait karyanya pada tanggal 19 September 2025. Ia menjelaskan bahwa adegan-adegan tersebut dibuat berdasarkan manual resmi upacara pengadilan di Dinasti Joseon, yaitu Gukjo Oryeui, yang disusun pada tahun 1474. Manual kuno ini adalah pedoman yang memuat semua ritual istana, Bunda, dan juga menjadi basis drama ini.

Menurut Park Guk Jae, manual tersebut secara spesifik menyatakan bahwa utusan Dinasti Ming yang mewakili kaisar, memiliki peringkat lebih tinggi. Oleh karena itu, mereka akan duduk di sisi timur, sementara Raja Joseon duduk di sisi barat.

Park Guk Jae juga menjelaskan bahwa manual yang sama mencatat bahwa raja terbiasa untuk membungkuk terlebih dahulu kepada utusan sebagai bagian dari protokol internasional, dan ini bukanlah masalah kedaulatan atau menunjukkan kerendahan hati secara berlebihan.

Sudut pandang yang bertolak belakang terkait Bon Appetit, Your Majesty

Namun, Bunda, ada juga pihak yang memiliki pandangan berbeda. Beberapa penonton dan kritikus menunjuk pada Annals of King Sejong sebagai perbandingan. Mereka berpendapat bahwa berdasarkan catatan tersebut, raja seharusnya duduk di singgasananya sementara utusan duduk di bawah.

Mereka menambahkan bahwa drama Bon Appetit, Your Majesty menggambarkan sejarah yang terlalu jauh berbeda dari fakta yang ada. Mereka juga mengklaim bahwa tidak ada catatan raja membungkuk, melainkan hanya berlutut saat menerima dekrit kekaisaran. 

Bon Appetit, Your Majesty bukan drama sejarah murni

Di sisi lain, penting untuk diingat bahwa Bon Appetit, Your Majesty adalah sebuah drama komedi romantis fantasi yang diadaptasi dari novel web. Bunda pasti tahu, genre seperti ini sering kali mengambil elemen sejarah sebagai latar, tetapi tidak selalu bertujuan untuk memberikan gambaran sejarah yang seratus persen akurat.

Penulis drama ini tampaknya ingin menunjukkan bahwa adegan-adegan tersebut didasarkan pada riset, meskipun interpretasinya bisa berbeda dengan pandangan umum. Jadi, ada ruang untuk kreativitas di dalam genre ini.

Jadi, Bunda, itulah perdebatan yang sedang terjadi di kalangan pecinta drakor. Kontroversi ini kembali membuka diskusi tentang seberapa besar kebebasan kreatif yang boleh diambil oleh penulis drama berlatar sejarah.

Terlepas dari perdebatan ini, yang jelas, drama ini pasti akan menyajikan kisah yang seru dan menarik, ya. Bagaimana menurut Bunda?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!



(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bertabur Aktor Top, 5 Drakor Agustus 2025 Ini Diprediksi Raih Rating Tinggi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Fenomena 'Chinamaxxing', Saat Kebiasaan Orang China Mendadak Dianggap Keren oleh Gen Z

Mom's Life Natasha Ardiah

8 Kebiasaan Sehari-hari Suami Istri yang Saling Mencintai Sepenuh Hati

Mom's Life Arina Yulistara

Cerita Ibu Hamil yang Semakin Merasa Tak Nyaman oleh Sikap Sang Mertua, Ternyata...

Kehamilan Annisa Karnesyia

Hindari Ucap "Semua Akan Baik-baik Saja" saat Ingin Menghibur, Ini Kata Psikolog

Mom's Life Natasha Ardiah

Jangan Selalu Bilang "Yang Penting Anak Bahagia", Psikolog Jelaskan Dampaknya pada Emosi Anak

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sifat-sifat Bangun Ruang Kubus, Balok, Tabung, Prisma Segitiga, Limas, Kerucut, Bola & Contoh Soalnya

Fenomena 'Chinamaxxing', Saat Kebiasaan Orang China Mendadak Dianggap Keren oleh Gen Z

8 Kebiasaan Sehari-hari Suami Istri yang Saling Mencintai Sepenuh Hati

Cerita Ibu Hamil yang Semakin Merasa Tak Nyaman oleh Sikap Sang Mertua, Ternyata...

Jangan Selalu Bilang "Yang Penting Anak Bahagia", Psikolog Jelaskan Dampaknya pada Emosi Anak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK