trending
Drama Korea Netflix 'Can This Love Be Translated?' Dikecam Netizen Korea, Ini Alasannya...
HaiBunda
Kamis, 22 Jan 2026 08:00 WIB
Daftar Isi
Drama Korea terbaru dari Netflix kembali jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar drakor. Kali ini, Can This Love Be Translated? justru menuai kritik tajam dari netizen Korea.
Sejak kabar penayangannya mencuat, antusiasme publik sebenarnya cukup tinggi. Namun, respons yang muncul belakangan ini justru berbanding terbalik dengan ekspektasi awal.
Banyak netizen Korea melayangkan kecaman dengan berbagai alasan yang dianggap krusial. Kontroversi ini pun membuat Can This Love Be Translated? semakin disorot. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik kecaman netizen Korea terhadap drama tersebut?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asal mula seruan boikot drama ‘Can This Love Be Translated?’
Dilansir dari laman MyDramaList, Can This Love Be Translated? mengangkat kisah asmara tak terduga antara artis papan atas Cha Mu-hee (Go Yoon Jung) dan penerjemahnya, Ju Ho-jin (Kim Seon Ho). Hubungan keduanya bermula secara profesional sebelum perlahan berkembang menjadi perasaan yang lebih dalam.
Seiring cerita berjalan, dinamika hubungan mereka menjadi semakin kompleks dan penuh tantangan. Perbedaan latar belakang serta emosi yang tumbuh membuat kisah cinta ini terasa tidak sesederhana yang dibayangkan.
![]() Aktor Can This Love Be Translated? Fukushi Sota/ Foto: IG @fukushi_sota_official |
Kontroversi penayangan drama ini mulai muncul setelah diumumkannya aktor Jepang Fukushi Sota sebagai salah satu pemeran. Keputusan ini memicu kemarahan netizen Korea Selatan yang menyoroti jejak pernyataannya di masa lalu.
Mengutip dari laman Preview, banyak netizen Korea kembali mengangkat ucapan Fukushi terkait Kamikaze yang digunakan tentara Jepang pada masa lalu. Pernyataan tersebut disampaikan saat Fukushi Sota tampil dalam program Fuji TV Please Teach Us About War pada 15 Agustus 2015 lalu.
Dalam program itu, Fukushi juga menceritakan keterlibatan kakeknya dalam Perang Pasifik tahun 1941.
"Kakek saya juga menghadapi akhir perang sambil berlatih menjadi kamikaze. Saya menghormati kakek saya. Kita berada di posisi kita sekarang berkat mereka.” kata Fukushi Sota dalam acara Fuji TV yang dilansir dari Preview.
Isu historis yang sensitif bagi warga Korea itu memperparah suasana. Bagi sebagian netizen, kehadiran aktor dari Jepang dalam peran romantis terasa kurang tepat. Hal itu semakin membuat mereka merasa drama ini tidak layak didukung.
Sejak saat itulah, seruan boikot terhadap Can This Love Be Translated? mulai bergulir dan meluas di kalangan publik Korea. Dengan cepat, hashtag dan ajakan boikot tersebar di platform daring. Seruan ini menjadi tren karena banyak pengguna yang ikut menyuarakannya.
Reaksi netizen dan labelisasi terhadap Fukushi Sota
Pengakuan Fukushi Sota dalam sebuah acara di Fuji TV tersebut sempat mendapat respons positif dari warga Jepang. Banyak yang memuji kejujuran serta sikap hormatnya terhadap para prajurit, termasuk sang kakek.
Sebaliknya, tayangan tersebut justru memicu kritik dari warganet Korea Selatan. Mereka menilai isi program itu kurang sensitif karena dianggap menutup mata terhadap kekerasan yang dilakukan militer Jepang di masa lalu.
Kontroversi ini kemudian kembali disorot setelah Fukushi diumumkan terlibat dalam drama Can This Love Be Translated?. Riwayat sejarah antara Jepang dan Korea Selatan membuat kehadirannya dalam drama tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.
Reaksi keras pun bermunculan, termasuk ajakan boikot dari sejumlah netizen Korea Selatan. Bahkan, sebagian pihak memberikan cap negatif dengan menyebut Fukushi sebagai “aktor sayap kanan”.
Hingga kini, polemik tersebut belum mendapat klarifikasi resmi. Baik Fukushi, jajaran pemain, maupun tim produksi Can This Love Be Translated? masih belum memberikan tanggapan atas reaksi publik yang berkembang.
Penayangan ‘Can This Love Be Translated?’ tetap berjalan meski ada kontroversi
Meskipun kritik dan seruan boikot ramai dibicarakan, Can This Love Be Translated? tetap tayang sesuai jadwal yang diberikan oleh Netflix. Drama ini telah resmi dirilis pada 16 Januari 2026.
Keputusan menayangkan drama ini menunjukkan pihak produksi tetap percaya pada kualitas ceritanya. Mereka percaya bahwa penayangan tidak akan terganggu oleh kontroversi yang muncul.
Dengan adanya kontroversi ini, bagaimana menurut Bunda? Apakah Bunda tetap ingin menonton Can This Love Be Translated? atau memilih menunggu dahulu? Setiap Bunda punya pertimbangan sendiri, dan keputusan menonton sepenuhnya ada di tangan Bunda. Yang jelas, drama ini tetap bisa dinikmati bagi yang penasaran ingin mengikuti ceritanya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Trending
4 Acara TV Go Yoon Jung yang Ungkap Sisi Lainnya, Pribadi Ceria & Jago Gambar
Trending
20 Drama Korea tentang Kekuatan Super Rating Tertinggi, Terbaru Moving
Trending
20 Drama Korea Paling Underrated, Ternyata Seru Banget Ditonton!
Trending
20 Drama Korea Kehidupan Kampus & Mahasiswa Terbaik Rating Tertinggi, Seru Anti Bikin Bosan
Trending
20 Film dan Drama Korea Song Joong Ki Terbaik, Vincenzo hingga Descendants of the Sun
7 Foto
Trending
Sweet! 7 Potret Kebersamaan Luna Maya dengan Choi Siwon, Mirip Drama Korea
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda

5 Fakta Drama Korea Spring Fever: Platform Streaming Nonton hingga Sinopsis
5 Fakta Menarik Nam Ji Hyun Bintang Drakor 'To My Beloved Thief', Ternyata Lulusan Psikologi
15 Drama, Film, dan Acara TV Byeon Woo Seok Terbaik Rating Tertinggi yang Wajib Ditonton