Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Aktor Jepang Sota Fukushi dari 'Can This Love Be Translated?' Diboikot di Korea, Ini Alasannya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Jumat, 23 Jan 2026 15:40 WIB

Sota Fukushi, aktor Jepang yang membintangi drama Korea Can This Love Be Translated.
Sota Fukushi / Foto: Instagram @fukushi_sota_official
Daftar Isi

Bunda, nama Sota Fukushi kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta drama Korea. Aktor Jepang ini terseret kontroversi usai membintangi drakor terbaru Can This Love Be Translated?.

Banyak Bunda yang mungkin terkejut dengan kabar pemboikotan yang terjadi di Korea. Isu ini mencuat dan memicu reaksi beragam dari netizen setempat.

Sebagai aktor yang populer, Sota Fukushi dikenal lewat citra positif dan kemampuan aktingnya yang kuat. Namun, situasi terbaru justru membuat namanya disorot dari sisi berbeda.

Lantas, apa sebenarnya alasan Sota Fukushi diboikot di Korea Selatan? Simak penjelasan lengkapnya di sini agar Bunda tidak salah paham akan kejadian ini.

Profil aktor Jepang Sota Fukushi

Mengutip dari laman MyDramaList, Sota Fukushi merupakan aktor asal Jepang yang lahir di Tokyo. Ia berada di bawah naungan agensi Ken-On dan dikenal memiliki karier yang stabil di dunia hiburan.

Sota Fukushi mulai melejit setelah memerankan Gentaro Kisaragi dalam waralaba Kamen Rider. Peran tersebut membuatnya dikenal luas dan membuka banyak peluang aktingnya.

Sota Fukushi/ Foto: IG @fukushi_sota_official
Sota Fukushi / Foto: Instagram @fukushi_sota_official

Ia kemudian membintangi berbagai drama dan film populer lainnya, seperti Koinaka (2016), My Lover's Secret (2017), serta film Strobe Edge (2015), My Tomorrow, Your Yesterday (2016), dan Bleach (2018). Deretan karya ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai aktor papan atas dari Jepang.

Baru-baru ini, Sota Fukushi mencuri perhatian dengan terlibat dalam drama Korea terbaru di Januari 2026 berjudul Can This Love Be Translated?. Kehadirannya menjadi sorotan karena menandai langkahnya menembus industri hiburan Korea Selatan.

Alasan seruan boikot Sota Fukushi dari drama Can This Love Be Translated?

Dikutip dari situ MyDramaList, drama terbaru Can This Love Be Translated? mengisahkan pertemuan tak terduga antara seorang selebritas ternama dan sosok yang selama ini bekerja di balik layar. Cha Mu Hee (Go Yoon Jung), seorang artis papan atas yang menjalin kedekatan dengan penerjemah pribadinya, Ju Ho Jin (Kim Seon Ho). Hubungan mereka yang semula profesional perlahan tumbuh menjadi rasa cinta.

Dalam drama Can This Love Be Translated? Sota Fukushi berperan sebagai Hiro. Seseorang yang memiliki rasa suka terhadap Cha Mu Hee, tetapi cintanya bertolak tangan. Bahkan, banyak yang menyebut bahwa karakter Sota Fukushi di drama ini disebut sebagai backburner saja.

Sota Fukushi/ Foto: IG @fukushi_sota_official
Sota Fukushi / Foto: Instagram @fukushi_sota_official

Di luar cerita drama tersebut, polemik mulai mencuat karena hadirnya Sota Fukushi sebagai bagian dari jajaran pemain Can This Love Be Translated?. Kabar ini memicu gelombang reaksi keras dari publik Korea Selatan yang menyoroti rekam jejak pernyataan sang aktor di masa lalu.

Dikutip dari laman Preview, sejumlah warganet Korea Selatan kembali menyinggung ucapan Sota Fukushi yang pernah membahas Kamikaze. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia menjadi bintang tamu dalam program di Fuji TV yang tayang pada 15 Agustus 2015 lalu.

Dalam kesempatan itu, Sota Fukushi juga menyinggung kisah keluarganya yang berkaitan dengan Perang Pasifik tahun 1941 lalu. Ia mengungkapkan bahwa kakeknya pernah terlibat dalam situasi peran tersebut.

"Kakek saya juga menghadapi akhir perang sambil berlatih menjadi kamikaze. Saya menghormati kakek saya. Kita berada di posisi kita sekarang berkat mereka,” ujar Fukushi Sota dalam acara Fuji TV yang dilansir dari Preview

Topik sejarah yang sensitif tersebut memperkeruh suasana di kalangan penonton Korea Selatan. Sebagian warganet Korea menilai keterlibatan aktor Sota Fukushi dalam drama Can This Love Be Translated? terasa tidak selaras dengan luka sejarah yang masih membekas. 

Pandangan ini membuat sebagian publik menganggap drama tersebut tidak pantas mendapat dukungan. Ketidaknyamanan itu pun berkembang menjadi penolakan terbuka.

Sejak saat itu, ajakan untuk memboikot drama Can This Love Be Translated? dan juga aktor Sota Fukushi mulai ramai disuarakan. Banyaknya hashtag dan seruan penolakan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai media sosial.

Gelombang boikot tersebut terus meluas seiring banyaknya pengguna internet yang ikut menyatakan sikap. Isu ini pun menjelma menjadi perbincangan besar di ruang publik Korea Selatan.

Respons warganet dan stigma yang dilekatkan pada Sota Fukushi

Selain seruan warganet Korea Selatan untuk memboikot drama tersebut, ada pula pihak yang melabelinya dengan stigma negatif sebagai “aktor sayap kanan”.

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan terkait kontroversi tersebut. Baik Sota Fukushi, para pemain lain, maupun tim produksi Can This Love Be Translated? masih memilih untuk tidak memberikan komentar atas polemik yang berkembang.

Bunda, itu lah asal mula terjadinya pemboikotan Sota Fukushi dari drama Can This Love Be Translated? di Korea Selatan. Meskipun ramai seruan boikot untuk Sota dan drama tersebut, Netflix tetap menayangkan Can This Love Be Translated? sejak 16 Januari 2026 lalu dan masih on going hingga sekarang. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda