Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Orang Kaya Kini Ramai-ramai Koleksi Paspor, Jadi Aset Baru di Tengah Ketidakpastian

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Feb 2026 10:40 WIB

Passports, different types. Travel turism or customs concept background. 3d
Ilustrasi paspor / Foto: Getty Images/iStockphoto/Bet_Noire

Fenomena orang kaya mengoleksi lebih dari satu paspor kini bukan lagi cerita langka. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari konflik politik hingga perubahan kebijakan ekonomi, paspor justru naik kelas menjadi "aset" baru yang diperhitungkan dengan serius.

Jika dulu paspor hanya dipandang sebagai dokumen perjalanan, kini perannya jauh lebih strategis. Banyak keluarga super kaya dan miliarder dunia menjadikan kewarganegaraan kedua atau bahkan ketiga sebagai bentuk perlindungan jangka panjang. Hal ini disebut dengan passport portfolio, yaitu kumpulan paspor dari berbagai negara untuk mengantisipasi risiko di masa depan.

Tren ini ramai dibicarakan media internasional dan konsultan migrasi global. Lantas, apa yang sebenarnya mendorong orang-orang kaya berlomba mengoleksi paspor? Yuk, simak jawabannya di bawah ini, Bunda.

Bukan pindah negara, ini alasan orang kaya cari kewarganegaraan tambahan

Mengutip dari laman CNBC, keluarga kaya di Amerika Serikat semakin aktif mengajukan kewarganegaraan kedua atau izin tinggal permanen di negara lain. Tujuannya bukan untuk meninggalkan negara asal, melainkan sebagai strategi hedging atau perlindungan dari risiko ketidakstabilan.

Dominic Volek, Group Head of Private Clients di Henley & Partners, menjelaskan bahwa pola pikir ini sejalan dengan cara orang kaya mengelola investasi.

"Amerika Serikat tetap negara yang hebat dengan paspor yang kuat. Namun, bagi individu kaya, melakukan diversifikasi adalah hal yang wajar," ujar Volek.

Volek juga menjelaskan bahwa konsep diversifikasi ini mendorong lahirnya passport portfolio, di mana seseorang bisa memiliki dua, tiga, bahkan empat kewarganegaraan. Dengan begitu, mereka memiliki lebih banyak opsi jika terjadi krisis politik, ekonomi, atau sosial di negara asal.

Dari data Henley & Partners menunjukkan bahwa warga Amerika kini menjadi kelompok terbesar yang mengajukan izin tinggal dan kewarganegaraan alternatif. Negara tujuan favorit antara lain Portugal, Malta, Yunani, dan Italia.

Program Golden Visa Portugal, misalnya, menawarkan jalur residensi hingga kewarganegaraan melalui investasi sekitar 500.000 euro dengan akses bebas visa ke kawasan Eropa.

Dari plan B sampai plan D, cara orang kaya hadapi dunia yang tidak pasti

Melansir dari laman New York Post, sejak era 1980-an, program kewarganegaraan berbasis investasi telah berkembang pesat, terutama di Eropa dan kawasan Karibia. Tren ini sangat berkaitan dengan risiko geopolitik.

Ketidakpastian global membuat kaum elite tidak hanya menyiapkan plan B, tetapi juga plan C, dan plan D. Paspor tambahan memberi fleksibilitas perjalanan, keamanan dalam perjalanan bisnis, hingga kemudahan transaksi lintas negara. Dalam situasi tertentu, menggunakan paspor non-Amerika bahkan dinilai lebih aman dan tidak mencolok.

Laporan Henley juga mencatat bahwa migrasi jutawan global diperkirakan mencapai rekor baru. Sekitar 128.000 jutawan diprediksi pindah negara pada 2024, meningkat signifikan dibanding satu dekade lalu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda