trending
Kisah Keluarga Zion Suzuki Kiper Timnas Jepang di Piala Dunia 2026, Sang Ayah Keturunan Ghana
HaiBunda
Selasa, 30 Jun 2026 17:40 WIB
Tim Nasional (timnas) Jepang tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah hanya mengantongi 5 poin dari 4 pertandingan. Jepang harus mengakui kekalahan 2-1 dari timnas Brasil pada pertandingan yang digelar di Houston Stadium, Texas, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) dinihari WIB.
Kekalahan yang didapat Jepang cukup dramatis, Bunda. Para pemain dari Negeri Sakura ini sempat memimpin jalannya pertandingan di babak pertama lewat gol Kaishu Sano.
Namun, Brasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 di babak kedua lewat gol dari Casemiro dan Gabriel Martinelli. Gol terakhir yang tercipta dari Gabriel Martinelli menerobos pertahanan Jepang di babak injury time.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan Jepang membuat kiper Zion Suzuki merasa bersalah. Ia merasa sudah berusaha menghalau serangan lawan, namun harus menyerah sebelum wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
"Paling menyakitkan adalah hasil yang tidak sesuai harapan, di mana kami tidak bisa meraih kemenangan. Kami berjuang hingga akhir, tetapi pada harus menerima kekalahan. Ini perasaan yang sangat sulit," kata Suzuki yang dikutip dari situs resmi FIFA.
"Secara pribadi, saya merasa seharusnya bisa mencegah gol-gol yang bikin kami kebobolan. Saya masih belum cukup baik, dan saya tidak bisa melakukan penyelamatan yang dibutuhkan tim di saat-saat paling penting. Saya tahu saya masih perlu banyak berkembang," sambungnya.
Suzuki kiper timnas Jepang keturunan Ghana
Sosok Zion Suzuki mencuri perhatian di gelaran Piala Dunia 2026. Tak hanya jago menjaga gawang Jepang, pemain dari klub Parma ini ternyata blasteran Jepang-Ghana, Bunda.
Melansir dari laman The Sun, Suzuki lahir pada 21 Agustus tahun 2002, di Newwark, New Jersey, Amerika Serikat. Ayahnya adalah keturunan Ghana-Amerika, sementara sang Bunda berdarah Jepang.
Secara teknis, Suzuki memenuhi syarat untuk mewakili Amerika Serikat di Piala Dunia. Namun, pria 23 tahun ini memilih untuk membela Jepang karena membangun karier sepak bolanya di sana.
Orang tua Suzuki diketahui pindah ke Jepang dan menetap di Urawa tak lama setelah Suzuki lahir. Kepindahan Suzuki ke Jepang pada akhirnya membentuk identitas sepak bola sang atlet di lapangan hijau.
Karier sepak bola Suzuki
Suzuki mengikuti jejak kakak laki-lakinya ketika pertama kali menekuni sepak bola. Ia memulai kariernya sebagai pemain lapangan sebelum akhirnya beralih menjadi penjaga gawang saat masih bersekolah. Suzuki pernah bergabung dengan akademi muda Urawa Red Diamons yang cukup terkenal di Negeri Sakura.
Suzuki tampil sebanyak 29 kali untuk klub Urawa Red Diamonds setelah menghabiskan 11 tahun di akademi junior. Sepanjang kariernya di klub tersebut, sang kiper menikmati pernah memenangkan AFC Champions League Elite dan Super Cup pada tahun 2022, serta Emperor Cup pada tahun 2021.
Di level junior, Suzuki juga tergabung tim U-15 dan terus berkembang di jajaran tim nasional. Pada saat perhatian internasional tertuju pada Jepang, Suzuki terpilih menjadi kiper utama negara ini.
Setelah berkiprah di Jepang, Suzuki memutuskan untuk bermain di klub Belgia Sint-Truiden dengan status pinjaman pada musim panas 2023. Pada Februari 2024, transfernya dipermanenkan di klub ini, Bunda.
Pada Juli 2024, Suzuki pindah ke klub Parma di liga utama Italia. Sejak bermain di klub ini, Suzuki telah membuat 57 penampilan, dengan mencatatkan lima clean sheet dalam 20 pertandingan saat tim asuhan Carlos Cuesta itu mengamankan posisi ke-13 di liga.
Pada usia 23 tahun, Suzuki memasuki Piala Dunia 2026 sebagai kiper pilihan utama Jepang. Sebagai kiper, Suzuki menjadi sorotan karena memiliki keahlian atletis dan refleks yang cepat. Demikian seperti dikutip dari The Economic Times.
Banyak penonton yang pertama kali mengenal Suzuki selama Piala Dunia mengaku terkejut mengetahui bahwa kiper ini lahir di Amerika Serikat dan memiliki akar keturunan Ghana dan Jepang.
Sayangnya, langkah Suzuki di Piala Dunia 2026 harus terhenti saat Jepang dikalahkan Brasil di babak 32 besar. Suzuki tak mau menyerah. Ia berharap masih bisa terus berkembang dan berjuang untuk negaranya di kompetisi yang akan datang.
"Berkompetisi di panggung ini (Piala Dunia) adalah sesuatu yang harus saya jadikan motivasi. Secara emosional masih sulit untuk menatap turnamen berikutnya, tetapi pasti akan ada kesempatan berikutnya, jadi saya ingin mengukir pengalaman ini di hati saya dan terus maju," katanya.
Demikian kisah keluarga Zion Suzuki, kiper timnas Jepang yang keturunan Ghana.
|
Pilihan Redaksi
|
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Trending
Timnas Korsel Gagal di Piala Dunia 2026, Pemain hingga Istri Kiper yang Baru Melahirkan Kena Hujat
Trending
Penjelasan Ashanty & Anang soal Ramai Dihujat Nyanyi Usai Laga Timnas di GBK, Sebut Tak Dibayar
Trending
Curhat Okie Agustina Jadi Istri Pesepakbola: Teman Trauma Lihat Banyak Korban di Kanjuruhan
7 Foto
Trending
7 Potret Prilly Latuconsina, Artis yang Kini Jadi Pemilik Klub Sepak Bola Persikota
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cerita Kiper Korea Selatan di Piala Dunia 2026 yang Tak Bisa Saksikan Kelahiran Anak, Alasannya Bikin Haru
Sejarah! Pertama Kali Tim Wasit Seluruhnya Perempuan di Pertandingan Piala Dunia 2026
Rayakan Gol di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Ini Umumkan Kehamilan Istri Lewat Selebrasi Unik