HaiBunda

TRENDING

Takut Ketahuan Jadi Pengangguran, Anak Muda di Negara Ini Pura-pura Pergi Kerja Tiap Hari

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Jumat, 30 Oct 2026 18:50 WIB
Ilustrasi / Foto: Getty Images/iStockphoto/Perawit Boonchu

Banyak orang merasa malu jika tidak punya pekerjaan. Seperti kisah anak muda di China yang pura-pura berangkat kerja setiap hari karena takut ketahuan menjadi pengangguran.

Punya pekerjaan dan penghasilan tetap masih menjadi harapan banyak anak muda. Namun di tengah sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini, sebagian orang justru menghadapi tekanan lain, yakni rasa malu dan takut dianggap gagal ketika belum memiliki pekerjaan.

Kondisi tersebut ternyata dialami sejumlah anak muda di China yang memilih menyembunyikan status pengangguran dari keluarga mereka. Dibanding terus berada di rumah, mereka tetap berdandan, keluar rumah pada pagi hari, dan pulang menjelang malam layaknya orang yang baru selesai bekerja.


Faktanya, mereka tidak memiliki kantor atau tempat kerja yang harus didatangi. Perpustakaan, taman, kafe, hingga pusat perbelanjaan menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sekaligus menjaga agar keluarga tidak mengetahui kondisi sebenarnya.

Fenomena yang dikenal sebagai pretend-workers atau pekerja pura-pura ini ramai dibicarakan di media sosial China. Di balik kebiasaan itu, tersimpan persoalan yang lebih besar, mulai dari sulitnya memperoleh pekerjaan hingga tekanan sosial dan kekhawatiran keluarga.

Mari simak kisah anak muda di China yang selalu pamit berangkat kerja namun ternyata tidak punya pekerjaan. 

Kisah anak muda pura-pura kerja karena takut bikin orang tua cemas

Salah satu orang yang menjalani kehidupan sebagai pekerja pura-pura adalah Coco Li, perempuan berusia 32 tahun. Ia sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan properti milik negara di China, namun memutuskan berhenti lebih dari enam bulan lalu karena beban kerja yang berat dan merasa kurang mendapatkan penghargaan atas pekerjaannya.

Meski sudah tidak bekerja, Li belum berani memberi tahu keluarganya. Bahkan ia pernah mengurungkan niat mengirimkan foto makanan yang dimasaknya sendiri ke grup keluarga karena khawatir ibunya bertanya mengapa berada di rumah pada jam kerja.

Li mengaku sengaja menyembunyikan kondisinya karena tidak ingin menambah kecemasan sang Bunda. Ia khawatir ibunda cemas dan menjadi beban emosional bagi dirinya.

"Ibu akan terjebak dalam lingkaran kecemasan tanpa akhir dan pada akhirnya melimpahkan kecemasan itu kepada saya," kata Li mengenai ibunya kepada Reuters.

Pura-pura kerja di perpustakaan hingga mal

Fenomena ini semakin mendapat perhatian setelah banyak anak muda China membagikan pengalaman serupa di media sosial. Mereka saling berbagi cara mengisi waktu selama jam kerja, menghindari pertanyaan keluarga, hingga menjaga rutinitas agar tidak dicurigai sedang menganggur.

Ada yang menghabiskan waktu di perpustakaan, taman, kafe, dan pusat perbelanjaan. Mereka keluar rumah pada pagi hari dan baru kembali ketika jam kerja biasanya berakhir.

Pengalaman ini dialami Zhang, perempuan berusia 36 tahun yang bekerja sebagai produser efek visual. Ia kehilangan pekerjaannya pada Agustus akibat pengurangan karyawan yang berkaitan dengan perkembangan teknologi AI.

Zhang mengaku terkejut ketika mendapati perpustakaan dipenuhi pengunjung pada hari kerja. Pemandangan itu membuatnya menyadari bahwa ada banyak orang lain yang mungkin sedang mengalami situasi serupa.

"Saya tidak pernah menyangka perpustakaan akan benar-benar penuh pada hari kerja," ungkap Zhang.

Di media sosial, pengalaman para pengangguran ini juga dibagikan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui unggahan berjudul 'Hari ke-30 menganggur: sebulan berpura-pura bekerja'. Unggahan tersebut menceritakan perjalanan seseorang yang sudah mengirimkan 80 lamaran pekerjaan, tetapi belum berhasil mendapatkan pekerjaan baru.

Perbincangan mengenai pekerja pura-pura bahkan mendapatkan perhatian besar di platform digital China. Unggahan terkait fenomena ini telah mengumpulkan lebih dari 70 juta penayangan di RedNote, aplikasi yang mirip Instagram, serta 610 juta penayangan di Douyin atau TikTok versi China.

Sementara itu, tagar terkait di Weibo mendapatkan hingga 320 juta penayangan. Bagi sebagian orang, rutinitas tersebut menjadi cara untuk menghindari pertanyaan yang tidak nyaman.

Harus keluar rumah sebelum pukul 09.00

Ada pula Susan Sun, perempuan berusia 28 tahun yang menyembunyikan status penganggurannya setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan internet pada akhir tahun sebelumnya. Situasinya semakin sulit ketika ibu dan ayah tirinya pindah dari kota kecil ke Chongqing untuk tinggal bersamanya pada Mei.

Sejak saat itu, Sun harus menjaga rutinitas seolah-olah masih bekerja. Ia meninggalkan rumah sebelum pukul 09.00 dan baru kembali setelah pukul 18.00. Padahal tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikannya di kantor. 

Sulit dapat kerja in this economy

Meningkatnya fenomena pekerja pura-pura tidak terlepas dari kondisi pasar tenaga kerja di China. Persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat, sementara sejumlah sektor industri menghadapi tekanan ekonomi.

Data ekonomi kuartal ketiga menunjukkan produsen menghadapi persaingan yang semakin sengit. Beberapa perusahaan memilih menurunkan harga produk dan mengurangi jumlah karyawan. Akibatnya, pekerja yang masih bertahan harus menanggung beban pekerjaan lebih besar.

Krisis berkepanjangan di sektor properti dan keterbatasan keuangan pemerintah daerah juga berdampak pada kesempatan kerja serta pendapatan masyarakat. Di sisi lain, perkembangan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) turut mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri.

Situasi tersebut membuat sebagian anak muda harus menghadapi kenyataan bahwa mendapatkan pekerjaan baru tidak semudah yang dibayangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

Simak video di bawah ini, Bun:

Alasan Pekerja Perempuan Paling Banyak Kehilangan Pekerjaan

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang IQ Tinggi Dilihat dari Cara Balas Chat

Mom's Life Azhar Hanifah

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Mom's Life Amira Salsabila

Kasus Kematian akibat Kehamilan Ektopik Meningkat Hampir Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya?

Kehamilan Annisa Karnesyia

28 Tahun Beroperasi, Mal Ini Akhirnya Resmi Tutup

Mom's Life Amira Salsabila

Brisia Jodie Unggah Video Reaction Kehamilan, Respons Keluarga Bikin Haru

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kapan Bayi Boleh Makan Telur? Jangan Asal Diberi Sebelum Cukup Usia

Ramai Sepekan: Tasya Farasya Renovasi Rumah Sampai Bumil Ikut JRF 2026

Kisah Nyata di Balik Lagu Viral TikTok 'Stop The Wedding', Terinspirasi dari Kehidupan Sang Penyanyi

Takut Ketahuan Jadi Pengangguran, Anak Muda di Negara Ini Pura-pura Pergi Kerja Tiap Hari

Kasus Kematian akibat Kehamilan Ektopik Meningkat Hampir Dua Kali Lipat, Apa Penyebabnya?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK