aktivitas

Menyikapi Anak yang Minta Handphone Seperti Teman-temannya

Nurvita Indarini Senin, 06 Agu 2018 - 19.10 WIB
Menyikapi Anak yang Minta Handphone Seperti Teman-temannya/ Foto: dok.HaiBunda Menyikapi Anak yang Minta Handphone Seperti Teman-temannya/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Kita dan suami sepakat untuk tidak membelikan anak handphone sendiri sampai usia tertentu. Tapi tiba-tiba anak merajuk minta dibelikan handhone seperti teman-temannya.

Apalagi saat anak minta handphone sambil nangis dan bilang dirinya nggak punya teman gara-gara nggak punya handphone. Hiks, sedih banget ya. Lalu gimana ya menghadapinya? Apakah tepat jika kita langsung membelikannya?

Kegalauan ibu yang anaknya minta handphone pernah dirasakan juga oleh psikolog Najelaa Shihab. Kata Ela, panggilan akrabnya, anaknya yang usia 11 tahun jadi satu-satunya anak di kelasnya yang nggak punya handphone. Bahkan anaknya bilang sampai ada grup WA untuk memusuhinya.



"Rasanya pengen banget beliin biar selesai masalah," ujar Ela dalam acara Bincang Shopee beberapa waktu lalu.

Tapi Ela nggak mau gegabah. Ketika anak sedih, menurutnya kita sebagai orang tua harus memvalidasi emosi anak. Misalnya nih kita bisa bilang, "Kesal ya. Rasanya nggak enak ya kalau nggak punya handphone seperti teman-teman?"

Soal membelikan anak handphone sih sepertinya kita ada dana untuk itu ya, Bun. Tapi apa iya dengan langsung membelikan anak handphone akan menyelesaikan persoalan?

Ketika anak minta dibelikan handphone/Ketika anak minta dibelikan handphone/ Foto: dok.HaiBunda


"Yang dibutuhin anak apa sih, hape atau bukan? Sebenarnya bukan hape lho, tapi diajak ngobrol, dukungan orang tua untuk menghadapi situasi itu. Beliin anak hape nggak langsung menyelesaikan masalah," terang Ela.

Kita juga perlu beri penjelasan ke anak bahwa belum saatnya dia punya handphone sendiri. Toh, kita juga meminjamkan handphone padanya, dengan tetap ada pengawasan tentunya.

Yang kita juga perlu ingat, Bun, anak-anak belum paham apa yang dibutuhkan dan diinginkan. Maka itu kita bantu mereka untuk memahami hal-hal yang memang benar-benar mereka butuhkan, dan nggak hanya sekadar ikut-ikutan teman.




Ela bilang masalah anak ngikutin teman nggak cuma akan selesai di gadget. Nantinya saat teman punya sepatu baru, saat teman merokok, dan sebagainya, bisa saja anak minta mengikutinya. "Yang kita perlukan adalah bagaimana kita bisa membuat anak siap menghadai peer pressure. Kita harus konsisten terkait nilai apa yang ingin kita tumbuhkan di keluarga kita," papar Ela. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi