aktivitas

Manfaat Mengajak Anak ke Bazar Buku

SIti Hafadzoh 06 Okt 2018
Ilustrasi bazar buku/ Foto: iStock Ilustrasi bazar buku/ Foto: iStock
Jakarta - Saat diajak ke bazar mainan, anak-anak biasanya semangat nih, Bun. Tapi gimana kalau mereka diajak ke bazar buku? Jika belum pernah, coba sesekali lakukan yuk, Bun. Sebab, ada manfaat yang bisa didapat anak lho.

Diungkapkan penulis buku Maman Suherman, pergi ke bazar buku bisa jadi salah satu cara mengenalkan budaya membaca buku ke anak lho. Terlebih saat ini bisa dibilang jarang banget ya, Bun, kita lihat anak menghabiskan waktunya dengan khusyuk baca buku.

"Satu hal, mereka akan lihat bahwa baca buku itu asyik. Baca buku itu keren. Mereka melihat festival buku itu bukan cuma baca. Tapi bisa berdialog, buku bisa dimusikalisasi, buku bisa jadi film," ujar Maman kepada HaiBunda ketika ditemui di Gedung Tjipta Niaga, Jakarta Utara, Jumat (6/10/2018).



Melalui bazar atau pameran buku, anak bisa dikenalkan berbagai jenis buku, juga bentuk kreativitas lain dari buku. Anak-anak juga jadi bisa berpikir bahwa membaca buku adalah hal yang mengasyikan karena bisa menghasilkan berbagai karya dari mulai musik hingga film.

Ilustrasi baca buku di bazar bukuIlustrasi baca buku di bazar buku/ Foto: Adhar Muttaqin
Di bazar buku, anak juga bakal melihat orang beramai-ramai mencari, membeli, dan membaca buku. Sehingga, mereka jadi mau ikut-ikutan baca buku nih, Bun. Soalnya, anak bisa jadi bersemangat membaca buku ketika melihat antusiasme orang-orang yang datang ke bazar.

Salah satu bazar buku yang ada di bulan ini yaitu 'The Readers Fest 2018' yang diselenggarakan Gramedia di Gedung Tjipta Niaga, Kota Tua, Jakarta Utara tanggal 1-7 Oktober 2018. Dengan ada talkshow mengenai buku dan literasi, anak-anak bisa mendengarkan langsung cerita dari para penulis, sastrawan, dan tokoh literasi.

Mulai dari pembicaraan tentang perpustakaan, buku bacaan, hingga e-book. Siapa tahu pulang dari bazar buku kayak gini anak jadi tertarik dengan buku.

"Buku itu memberdayakan. Dia memberdayakan, dia mencerahkan, dia menghasilkan. Itu kata kuncinya. Jadi anak-anak nggak usah dikasih jawaban untuk apa buku? Ajak aja ke festival. Kita minta ke anak lihat aja bagaimana orang-orang di sana," tutup Maman.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi