aktivitas

Cerita Bunda Nia, Menanamkan Kebiasaan Membaca dari Mendongeng

Amelia Sewaka 01 Sep 2017
Nia menanamkan kebiasaan membaca anak dari mendongeng/Foto: Amelia Sewaka Nia menanamkan kebiasaan membaca anak dari mendongeng/Foto: Amelia Sewaka
Jakarta - Yuk, sejak dini kita biasakan mendongeng ke anak. Soalnya nih, kegiatan ini juga bisa membantu menanamkan kebiasaan membaca pada anak, lho.

Ini seperti yang dilakukan Bunda Nia kepada anakknya, Pippo. Bahkan Nia sampai gabung ke komunitas Ayo Dongeng Indonesia agar bisa makin oke saat mendongeng ke anaknya.

"Aku ingin anakku selain ikutin perkembangan teknologi, dia kenal gadget tapi ia juga kenal dan malah kalau bisa dia gemar baca buku. Jadi sejak dia usia setahun udah aku biasain baca, walaupun awalnya masih aku beliin buku kertas halaman biasa, kan ada tuh board book gitu sekarang yang bahan bukunya kaku dan tebal. Sejak buku biasa nggak awet karena di robek-robek jadinya kita beliin deh board book," ungkap Nia saat ngobrol dengan HaiBunda di kawasan Pondok Indah Mall, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sejak diberikan board book tersebut, Pippo pun makin intensif membaca walaupun pada awalnya namanya anak-anak ya Bun cuma liat gambar-gambarnya aja. Kadang buku tersebut juga dibuat mainan. Ah, nggak apa-apa yang penting anak udah mencoba memahami buku tersebut.

Lalu ketika Pippo beranjak usia 2 tahun, sudah bisa duduk tenang dan sudah bisa di ajak jalan ke suatu tempat, Nia pun banyak mencari info soal kegiatan dongeng. Kala itu bertemulah Nia dengan Ayo Dongeng Indonesia. Jika komunitas tersebut mengadakan festival atau acara yang berhubungan dengan dongeng ia pun membawa Pippo ke acara tersebut, nggak disangka sang anak seneng banget Bun.

Baca juga: Trik Agar Pesan Moral di Buku Cerita 'Sampai' ke Anak

"Pernah kita dateng ke acara festival dongeng di Kebun Raya Bogor, duduk di bawah pohon dan kayak tema piknik dongeng dengan pendongeng dari berbagai daerah malah ada pendongeng dari luar negeri lho. Ketika disuruh duduk, eh Pippo sendiri yang duduk di barisan depan dengan berani padahal usianya baru 3 tahun pas acara itu," tutur Nia.

Sejak melihat astusiasme sang anak dengan buku dan dongeng, Nia pun rajin membawa Pippo untuk datang ke komunitas tersebut. Menurut Nia, dongeng sebenarnya nggak cuma baca dan anak duduk diam gitu aja Bun, tapi anak juga diajak menyanyi sekaligus menari. Jadinya anak-anak pun tetap aktif bergerak.

Nia menanamkan kebiasaan membaca anak dari mendongeng/Nia menanamkan kebiasaan membaca anak dari mendongeng/ Foto: Amelia Sewaka
Ketika Pippo sudah berusia 4 tahun dan cukup mandiri, kebetulan komunitas Ayo Dongeng Indonesia membuka kelas dongeng yang diperuntukkan untuk umum. "Ya aku pikir anakku tertarik kenapa aku nggak sekalian belajar juga? Supaya selain datang ke acara dongeng, aku juga bisa berkegiatan di rumah bareng dia, kayak misal kita sering tuh dongeng-dongengan kalau lagi di rumah," tutur Nia.

Kelas dongeng pun nggak sebatas hanya untuk orang-orang yang udah ahli dongeng aja lho, Bun. Nia bilang orang-orang dengan berbagai latar belakang ikut kelas ini. Ada yang mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, atau bahkan yang cuma ingin menghibur atau lebih dekat dengan anak-anak.

"Pokoknya, kelas ini terbuka untuk umum sih. Dari mulai mahasiswa hingga ibu rumah tangga juga ada. Nggak usah malu sih, sekalipun belum pernah nyoba dan belum bisa dongeng yang penting kita tahu dasarnya dan kita pun didukung sama yang udah jago-jago," lanjut Nia.

Baca juga: Anak-anak Boleh Kenal Doraemon, Tapi Jangan Lupa Malin Kundang

Nggak hanya sebatas mendongeng untuk anak sendiri, komunitas ini sering banget ngajak anggotanya terjun langsung untuk mendongeng di acara-acara amal atau penggalangan dana. Bahkan komunitas ini juga nggak sedikit diundang ke sekolah-sekolah semacam TK atau SD untuk menghibur.

"Untuk aku pribadi aku jadi lebih banyak pengalaman untuk mendongeng dan menghadapi anak-anak kecil selain anakku. Anakku juga jadi lebih sangat dan lebih percaya diri karena dia kan sering melihat kakak-kakaknya mendongeng tuh termasuk lihat Echa sama Kanya. Sering banget Pippo lihat dongeng mereka dari YouTube," imbuh Nia.

Nia pun berharap komunitas ini bisa lebih mensosialisasikan dongeng ke orang tua dan ke masyarakat. Sehingga dongeng lebih banyak digunakan orang tua untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.

Nia menanamkan kebiasaan membaca anak dari mendongeng/Nia menanamkan kebiasaan membaca anak, Pippo, dari mendongeng/ Foto: Amelia Sewaka
"Sebenarnya dulu kan udah banyak dongeng ya, cuma semakin ke sini ketertarikan anak sudah mulai bergeser mulai dengan gadget sampai hal lainnya. Jadi aku harap dari komunitas ini bisa mengajak kembali para orang tua dan masyarakat untuk mendongeng sih," tambah Nia.

Baca juga: Agar Dongeng Ayah dan Ibu Tak Terdengar 'Garing' untuk si Kecil

Mendongeng ini juga merupakan alternatif Nia untuk membantu Pippo belajar membaca, memahami bacaan layaknya edukasi pra-sekolah. "Waktu itu Pippo udah sempet dimasukin ke PAUD tapi baru 6 bulan anaknya udah ngerasa bosan dan stop. Aku mikir keras gimana cara supaya Pippo tetap belajar di usia pra-sekolahnya ini, akhirnya aku lebih seringin dateng ke acara dongeng dan banyakin kegiatan di rumah lewat buku-buku yang aku beli," terang Nia.

Sekarang, koleksi buku anak Nia dan Pippo sudah banyak. Karena punya banyak buku, Pippo jadi termotivasi untuk membaca buku sendiri. Mulai dari satu dua kata, akhirnya Pippo bisa membaca satu kalimat. Nggak cuma itu, penguasaan kosakatanya juga bertambah. Hebat! (aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi