aktivitas

Manfaat Mainan untuk Perkembangan Otak Anak

Yuni Ayu Amida Rabu, 14 Nov 2018 - 18.34 WIB
Manfaat Mainan untuk Perkembangan Otak Anak /Foto: iStock Manfaat Mainan untuk Perkembangan Otak Anak /Foto: iStock
Jakarta -
Saat anak masih kecil, yang ia tahu hanya bermain. Saat bermain, anak membutuhkan mainan. Ternyata, alat bermain atau mainan itu penting untuk perkembangan otak anak lho, Bun.

Penelitian dari Blue Sky Science (sebuah kolaborasi dari Wisconsin State Journal dan Morgridge Institute for Research, 2016) menyatakan bahwa bermain sangat penting untuk perkembangan anak di segala hal. Hal ini berdampak pada perkembangan kognitif, perkembangan sosial dan emosional, serta pengembangan bahasa.


Hal ini sejalan dengan pendapat Saskhya Aulia Prima, psikolog dan pendiri TigaGenerasi, bahwa bermain merupakan hal penting untuk perkembangan otak anak, agar otak menjadi sehat. Bermain bukanlah hal yang mewah, tetapi merupakan suatu keharusan.

"Bermain berdampak pada otak. Korteks prefrontal atau pusat kendali otak menjadi lebih besar dan lebih cepat. Tahap ini akan mempersiapkan otak muda untuk kehidupan, afeksi, dan bahkan pekerjaan sekolah," kata Saskhya dalam acara ELC Holiday Toys Collection Preview: How to Inspire Your Kids Through Play di Atico by Javanegra, di Menara BTPN, Kuningan, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

Ilustrasi mainan kreatif untuk anakIlustrasi mainan kreatif untuk anak Foto: iStock
Lebih lanjut, Saskhya menjelaskan bahwa perkembangan anak dibagi ke dalam 4 tahap, yaitu motorik, berpikir, emosi atau sosial, dan sensorik. Masing-masing perkembangan ini memiliki peranan penting dalam setiap kategori usia, dan sebuah mainan edukatif dapat membantu perkembangan tersebut.

"Melalui bermain, terutama dengan bantuan alat permainan, kita bisa membantu anak untuk meregulasi emosinya," kata Saskhya.

Saskhya menerangkan, saat membeli mainan, orang tua harus melihat kebutuhan si anak. Misal, anak berusia 2 tahun, jangan dibelikan mainan untuk usia 6 tahun, karena tidak cocok dan setiap anak kebutuhannya berbeda. Itulah mengapa orang tua dituntut untuk menjadi orang tua pintar.

Selain itu, orang tua diminta untuk kreatif dan memiliki interaksi yang bagus dengan anak, sehingga bisa memahami apa yang sebenarnya anak butuhkan di usianya. Itu sebabnya diwajibkan untuk orang tua bermain dengan anak.

"Sebenernya kita harus main bareng sama anak, biar anak kita tahu harus diapain itu mainan. Dan biar anak nggak bosan, kita harus kreatif, misal dari satu mainan, kita bisa buat berbagai permainan," tutup Saskhya.
(yum/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi