sign up SIGN UP search


haibunda-squad

Tips Melatih Motorik Anak Berkebutuhan Khusus: Tuna Rungu dan Down Syndrome

Asri Ediyati Sabtu, 27 Mar 2021 13:57 WIB
HaiBunda Squad 27 Maret 2021 caption
Jakarta -

Perlu Bunda ketahui, anak berkebutuhan khusus memiliki keistimewaan dalam tumbuh kembangnya. Untuk itu, penting sekali peranan orang tua untuk turut mendampingi mereka belajar.

Pengajar SLB Cicendo, Adinda Meita Putri, dan pengajar art and craft di Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS), Anggie Putri, berbagi tips dalam melatih motorik anak berkebutuhan khusus di event HaiBunda Squad Online: Hidup Bersama Anak Berkebutuhan Khusus, pada Sabtu (27/3/2021).

Menurut Dinda, sebelum mendampingi mereka belajar, ada tiga hal yang perlu orang tua identifikasi dahulu. Anak kita ini kurang dalam hal apa, apakah pendengaran atau penglihatan.


Banner Susuk Suami

"Dan juga yang kedua, kita harus mengetahui potensi yang dimiliki anak. Anak ini potensinya apa. Contoh misalnya anak punya hambatan pendengaran, jadi otomatis visual dong. Segala sesuatunya yang berbentuk visual," kata Dinda.

Yang ketiga, kita harus cari tahu kebutuhan anak ini apa, Bunda. Setelah kita cari tahu potensinya, apa saja hambatannya, baru kita tahu bagaimana merumuskan pembelajarannya.

Tentunya untuk anak berkebutuhan khusus tekniknya berbeda-beda ya, Bunda. Seperti yang disampaikan Dra.Anisa Cahya Ningrum, Psikolog, selaku founder Cahya Communication dan Tim Khusus IC4RD, setiap anak disabilitas, memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

"Saya sendiri kan berkecimpung dengan anak-anak berkebutuhan khusus yang tuna rungu ya. Jadi, bagaimana cara berkomunikasi dengan mereka," tutur Dinda.

Kalau dengan anak tuna rungu sedikit berbeda karena pakai bahasa isyarat. Dinda menyebutkan, ada cara berkomunikasi tuna rungu, antara lain visual dan oral.

HaiBunda Squad 27 Maret 2021HaiBunda Squad 27 Maret 2021/ Foto: HaiBunda

Nah, untuk anak tuna rungu, ketahui dahulu cara berkomunikasinya. Memang tuna rungu ini lebih mengandalkan komunikasi wajah, Bunda. Karena enggak semua orang bisa menggunakan bahasa isyarat.

Untuk melatih motorik halus, Bunda bisa melatihnya dengan memegang pulpen, pensil, meronce, menebalkan garis-garis putus, memegang pensil, atau memasukkan biji-bijian ke botol.

"Motorik kasar berkaitan dengan aktivitas anak seperti berlari, bermain, menari. Tapi, kita tidak bisa memaksakan, kita lihat kondisinya misalnya cerebral palsy, karena keterbatasan fisik, enggak boleh," tutur Dinda.

Sementara itu, untuk anak down syndrome, pengajar art and craft di Rumah Ceria Down Syndrome (RCDS), Anggie Putri mengatakan bahwa anak down syndrome tak berbeda jauh dengan anak normal.

Untuk melatih motoriknya, Bunda bisa melakukan aktivitas art and craft seperti seni melipat kertas. "Bikin art and craft supaya anak-anak bisa main dengan Bundanya," kata Anggie.

Anggie juga mencontohkan salah satu kreasi yang bisa dilakukan di rumah adalah mencampurkan air sirup dengan minyak. Anak-anak down syndrome bisa mengocok botol yang berisi campuran tersebut, sehingga perubahan yang terjadi dari campuran itu akan menarik perhatiannya.

Sebelumnya, Anggie juga mengingatkan bahwa anak down syndrome lebih moody. Jadi, sebaiknya lakukan aktivitas ketika moodnya sedang baik ya, Bunda.

(aci/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi