sign up SIGN UP search

haibunda-squad

4 Dampak Buruk Tumbuh Kembang Anak Tanpa Peran Ayah

Annisa Afani Rabu, 17 Nov 2021 09:08 WIB
Shot of a father disciplining his daughter at home Ilustrasi ayah dan anak/ Foto: iStock
Jakarta -

Menjadi orang tua memang enggak mudah ya, Bunda. Dalam merawat Si Kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal, bukan hanya nutrisi yang dibutuhkan, melainkan peran Ayah dan Bunda secara lengkap.

Terkhusus bagi ayah, perlu diketahui bahwa ada banyak manfaat yang diperoleh jika bisa membangun bonding (hubungan atau ikatan) yang kuat dengan anak. Mulai dari cara berpikir hingga mengatur emosi dengan baik.

"Banyak banget manfaatnya. Dari penelitian terbaru, seorang ayah juga merasakan kebahagiaan luar biasa seperti Bunda saat baru memiliki baby, karena hormon oksitosin berkembang banyak sekali. Sehingga, ayah akan berpikir bahwa mereka pahlawan bagi anak-anaknya," tutur psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, M.PSi, dalam HaiBunda Live di Instagram @haibundacom, pada Selasa (16/11/2021).


"Dengan begitu, Ayah akan mengajarkan anak untuk berani, tentang leadership (kepemimpinan), mengajari anak mengelola emosinya secara rasional. Sehingga, itu bisa mengimbangi peran seorang Bunda."

Banner pola makan rumahan

Membangun bonding dengan anak juga bukan soal selalu ada di dekatnya ya, Bunda. Ini berbicara soal hubungan emosional. Karena faktanya, ayah juga penting untuk paham tentang anaknya secara mendalam.

"Bonding sama anak enggak cuma soal nemenin dia main. Seorang ayah menurut saya, from A to Z, tahu apa kebutuhan anak, anak kesehariannya seperti apa, hobi atau emosi ketika dia enggak nyaman," kata Esha Mahendra, seorang ayah yang berprofesi sebagai content creator dan penulis.

Diakui ayah satu anak ini, bonding tersebut sudah ia jalani selama beberapa tahun terakhir. Bahkan untuk memenuhi hal tersebut, mantan pegawai kantoran ini putuskan menjadi stay at home dad dan bekerja dari rumah agar bisa maksimal dengan anaknya.

Dalam kesempatan yang sama, Samanta juga menjelaskan, ada beberapa tanda jika anak dan ayah sudah memiliki bonding yang kuat. Hal tersebut bisa terlihat ketika keduanya harus berpisah atau saat bertemu lagi.

"Tanda anak memiliki hubungan yang secure, aman dan nyaman dengan ayahnya adalah ketika ayahnya pergi, anak merasa kehilangan. Mereka pikir 'Yah, pahlawan ku enggak ada di rumah lagi," ujarnya.

"Ciri yang kedua, ketika ayahnya sudah di rumah (kembali bertemu). Anaknya happy dan girang banget langsung ngajakin main. Itu baru paket komplet."

Dampak buruk anak dibesarkan tanpa peran ayah

Peran ayah dalam perkembangan anak ini memang amat penting lho, Bunda. Jika hal tersebut tidak terpenuhi, maka akan muncul dampak negatif yang tak diharapkan. Apa saja?

1. Kognitif tak berkembang maksimal

Samanta mengingatkan, peran ayah berkaitan langsung pada perkembangan kognitif anak. Apalagi saat anak masih berusia di bawah lima tahun, ini sangat menentukan masa depannya.

"Kalau dari hasil penelitian, itu banyak. Misalnya kemampuan kognitif. Anak-anak di bawah usia 5 tahun itu lebih baik kalau ayahnya ikut berperan dalam pengasuhan," katanya.

Peran ayah ini ternyata bisa membantu perkembangan pengetahuan anak jadi maksimal. Samanta menambahkan, "Ayah perlu ikut memberikan stimulasi. Kalau enggak, otak anak usia 5 tahun ke bawah ini kan berkembang sampai 95 persen, nah itu bisa tak tercapai."

"Jadi, tidak optimal perkembangannya kalau ayahnya enggak berperan aktif."

2. Kurang percaya diri

Tanpa peran ayah, anak bisa minder atau kurang percaya diri, Bunda. "Anak jadi enggak percaya diri. Jadi enggan menunjukkan kemampuannya, kemahirannya, keterampilan, sampai mungkin teman-temanya akan bingung harus bagaimana (untuk berteman)," tutur Samanta.

Ini juga, terkait interaksi dengan lawan jenis, Bunda. Khususnya pada anak laki-laki, mereka akan kebingungan karena merasa tak ada yang mengarahkan dirinya.

"Kalau anak laki-laki, mau dekati perempuan jadi ragu-ragu karena enggak ada yang mengarahkan," ucapnya.

"Tentang perkembangan seksualnya, dia jadi bingung, perubahan dalam diri laki-laki itu bagaimana sih? Kecuali mereka punya saudara, jadi bisa melihat. Kalau enggak ada kan enggak tahu dan siapa yang akan mendampingi. Terutama jika ada pertanyaan-pertanyaan yang mungkin hanya bisa dijawab oleh figur ayah."


Happy boy pretending to be an airplane and looking at camera while his father is holding him in dining room.Ilustrasi ayah dan anak

3. Daddy issues

Untuk Bunda ketahui, Daddy Issues merupakan efek psikologis karena memiliki hubungan kurang harmonis dengan ayah atau figurnya. Hal ini umumnya terjadi pada anak perempuan.

"Kemudian kalau perempuan, kita biasa menyebut dengan Daddy Issue. Jadi dia punya issues (masalah) saat berhubungan dengan laki-laki. Hubungannya jadi sering bertengkar, karena dia enggak tahu cara interaksi sama laki-laki," kata Samanta.

"Dia bingung, laki-laki itu berpikirnya bagaimana sih? Karena kecenderungan berpikirnya sendiri secara egosetris (perempuan saja), merasa selalu benar."

4. Prestasi menurun

Hal ini masih berkaitan dengan perkembangan kognitif pada anak ya, Bunda. Saat anak tak memiliki figur ayah, khususnya saat belajar, maka kemungkinan anak untuk berprestasi akan menurun.

"Lalu prestasi belajar. Anak yang dekat dan bisa belajar bareng ayahnya, secara penelitian (anak) lebih bisa punya prestasi tinggi," ujarnya.

Hal ini tentunya menjadi bahan pikiran, terutama bagi Bunda yang single mom. Menurut Samanta, masalah peran ayah pada anak dalam kondisi ini tetap bisa dipenuhi, kok. Ini tergantung pada bagaimana Bunda menempatkan diri pada situasi tersebut.

Samanta mengingatkan, single mom harus bangkit dan tak merasa terpuruk atau minder dengan perkembangan anak nantinya. Yang penting, mindset dan kepercayaan pada diri sendiri harus tumbuh terlebih dahulu.

"Kalau misalnya Bunda merasa sedih terus, anak juga akan terganggu kondisi mentalnya. Tapi kalau single mom merasa berdaya, tetap bisa melanjutkan hidup dengan optimal dalam arti masih ada support system, masih kerja, masih bisa mengurus anak, bisa berganti peran menjadi sosok ayah walaupun berat, maka anak akan melihat," Samanta menjelaskan.

Selain itu, Bunda juga bisa memanfaatkan support system yang ada di sekitar. Misalnya saja dengan kakak atau adik yang menjadi paman bagi Si Kecil. Mereka tentunya bisa jadi pengganti dan memberikan figur 'ayah'.

"Lalu, saat kita miliki support system yang oke, misalnya punya keluarga yang menjadi paman bagi anak, itu bisa jadi figur bapak untuknya," ujar Samanta.

Bunda, simak juga 7 tips parenting untuk mendidik anak generasi alpha, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(AFN/muf)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!