sign up SIGN UP search


haibunda-squad

4 Tips Jaga Hubungan Harmonis dengan Mertua, Aktivitas Bersama Salah Satunya

ANNISAAFANI   |   Haibunda Rabu, 24 Aug 2022 22:25 WIB
happy family grandmother  old mother mother-in-law and daughter-in-law daughter cook in kitchen, knead dough and bake cookies Ilustrasi 4 Tips Jaga Hubungan Harmonis dengan Mertua, Aktivitas Bersama Salah Satunya/Foto: Getty Images/iStockphoto/evgenyatamanenko
Jakarta -

Saat memutuskan menikah dengan pasangan, dua keluarga menjadi satu ya, Bunda. Bunda tentunya berharap dapat menjadi menantu yang baik dan bisa dekat dengan mertua.

Namun, bagaimana jika hubungan antara mertua dan menantu tak akur? Seperti apa cara mengatasinya?

Perlu untuk kita pahami terlebih dahulu, hubungan sehat yang dibangun antara mertua dan menantu itu menjadi keharusan, Bunda. Bila tidak, ini bisa membuat suasana kekeluargaan menjadi tak nyaman.


"Membangun hubungan yang sehat dengan mertua itu penting, karena hubungan ini bersifat jangka panjang," pesan Psikolog Ligina Ayudia, M.Psi., dalam Kuliah WhatsApp (Kulwap) HaiBunda, pada Rabu (24/8/2022).

Banner Susu Hamil

Karakteristik hubungan sehat

Ada beberapa karakteristik hubungan sehat yang harus Bunda pahami, di antaranya:

  1. Bunda bisa merasa mana ketika mengutarakan opini atau pendapat pada mertua.
  2. Bunda bisa merasa nyaman saat melakukan sesuatu.
  3. Bunda bisa merasakan adanya interaksi saling menghargai dan menghormati bersama mertua.

Penyebab mertua dan menantu tak akur

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab hubungan Bunda dan mertua tidak sehat. Umumnya, ini terjadi karena perbedaan generasi.

Dari satu hal tersebut, ternyata ada beberapa faktor lainnya. Mulai dari latar belakang budaya, pendidikan, kebiasaan, nilai-nilai atau pandangan hidup yang terus berubah seiring berjalannya waktu, dan perubahan generasi.

Hal ini biasanya yang memungkinkan timbulnya konflik antara menantu dan mertua. Jika ini terjadi, maka ada kebutuhan untuk menghadapi perubahan dan yang perlu kita lakukan hanya beradaptasi.

Ya, Bunda dan mertua butuh waktu dan ruang untuk beradaptasi dan saling mengenal kebiasaan satu sama lain. Ini karena keduanya butuh waktu untuk berproses dalam transisi peran sebagai menantu dan mertua.

"Ketika konflik terjadi, ternyata kita dan mertua sama-sama sedang berproses, jadi jangan lupa untuk appreciate diri ya, Bunda," tutur Ligina.

Tips membangun hubungan harmonis dengan mertua

Tidak ada yang ingin 'dingin-dinginan' dengan mertua, ya? Namun, beberapa dari Bunda mungkin mengalami hal tersebut dan berusaha untuk memperbaiki keadaan dan membuat semuanya berjalan baik.

Lalu, apa yang perlu dilakukan? Berikut beberapa saran dari Psikolog Ligina yang bisa Bunda coba:

1. Memahami mertua

Dalam poin ini, Bunda perlu mencoba untuk memahami dan mengenali nilai-nilai, kebiasaan, hingga karakter mertua. Hal ini bisa dimulai dengan mencari tahu latar belakang yang membuat mertua menunjukkan perilaku tersebut pada Bunda.

2. Berproses

Bunda enggak perlu takut dengan konflik yang muncul, itu hal normal, kok. Menyatukan dua orang yang berbeda, itu sudah pasti sangat menantang.

Namun, Bunda dan mertua kini menjadi satu keluarga, yang tidak mungkin akan terus-terusan dalam kondisi tak baik.

Pada dasarnya, setiap perubahan di dalam hidup kita sangat lumrah jika menimbulkan gejolak. Nah, gejolak ini sebenarnya tanda bahwa kita sedang berproses untuk mengenal kebutuhan dan batasan masing-masing dengan mertua.

3. Diskusi dengan suami

Diskusikan dengan suami terkait ketidaksukaan, perbedaan atau hal hal yang dirasa berbeda dengan mertua. Suami sangat mungkin menjadi jembatan ketika kita mengalami perbedaan dengan mertua.

"Ketika ada perbedaan (dengan mertua), kita punya suami yg bisa jadi jembatan hubungan kita dengan mertua," tutur Ligina.

4. Aktivitas bersama

Untuk membangun hubungan sehat, Bunda bisa lho mengajak mertua melakukan aktivitas bersama. Misalnya, ajak bercerita, bertukar pendapat, atau hal lainnya.

Itu dia penjelasan mengenai pentingnya menjaga hubungan sehat antara menantu dan mertua hingga tips mengatasi konflik yang muncul. Intinya, jangan menyerah melalui prosesnya ya, Bunda.

"Menantu dan mertua sama-sama membutuhkan perasaan diterima, diakui, dicintai, dan dihargai. Maka, teruslah berproses dan jangan lupa untuk memberi jeda istirahat selama berproses," pesan Ligina.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Simak juga gaya parenting Whulandary Herman yang jadikan mertua patokan pendidikan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/fir)
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!