sign up SIGN UP search

moms-life

Kisah Wanita Asal Malang Dinikahi Pria Jepang, 7 Bulan Pacaran Langsung Diajak Serius

Annisa A   |   Haibunda Kamis, 25 Aug 2022 01:21 WIB
Claudia dan Wataru, Pasangan Indonesia Jepang caption
Jakarta -

Pernikahan beda negara memang membutuhkan proses yang tak mudah. Ada sederet tahapan yang perlu dilewati oleh pasangan sebelum bisa bersatu di pelaminan, Bunda.

Hal itu juga dirasakan oleh Claudia, seorang wanita asal Malang yang kini menetap di Jepang. Ia pindah ke Negeri Sakura sejak 2017 untuk bekerja hingga pada akhirnya menikah dengan pria Jepang bernama Wataru.

Lewat kanal YouTube Claud and Wata in Japan, wanita yang menggeluti bidang IT dan teknik elektro itu bertemu dengan Wataru ketika mereka sama-sama bekerja di sebuah perusahaan Jepang.


"Kita cuma teman biasa saat itu. Kita sempat pergi ke DisneySea saat itu tapi berlima sama teman-teman yang lain juga. Setelah kelas employee training itu berakhir kita malah lost contact selama setahun karena memang pekerjaan dan kepentingan kita enggak ada yang beririsan," cerita Claudia ketika dihubungi oleh HaiBunda belum lama ini.

Tak disangka, mereka kembali dipertemukan satu tahun kemudian karena Wataru yang meminta bantuan Claudia untuk menjadi rekan latihan Bahasa Inggris. Waktu berlalu hingga akhirnya mereka jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.

Pernikahan yang diadakan tepat satu hari setelah ulang tahun Claudia menjadi momen yang membahagiakan. Meski begitu, pernikahan tersebut terasa kurang lengkap karena tak dihadiri oleh keluarga Claudia.

Mereka menikah pada 28 Februari 2021 di Kedutaan Besar Indonesia di Tokyo. Kala itu, pandemi COVID-19 membuat akses masuk ke Jepang masih sangat terbatas sehingga keluarga Claudia tidak bisa menyaksikan pernikahan mereka.

Meski tanpa didampingi oleh keluarga dan orang tua, Claudia tetap melangsungkan pernikahan dengan Wataru. Mereka pun telah melengkapi berbagai dokumen yang dibutuhkan.

"Yang paling penting adalah surat dari KUA domisili di Indonesia yang ditandatangani wali dan KUA setempat, serta surat kon-in todoke semacam surat pengajuan nikah ke ward office di Jepang," papar Claudia.

"Lalu submit semua dokumen itu ke KBRI Indonesia, dapat surat pengantar, lalu submit lagi di ward office Jepang sebagai pertanda kalau KBRI sudah approve. Jadi sudah sah di kedua negara. Kalau sudah m semua step-step dan persyaratannya, InsyaAllah lancar," ujarnya.

Claudia juga menjelaskan, pernikahan mereka dilakukan bersama penghulu yang merupakan petugas dari KBRI dari Kementerian Agama. Mereka juga melakukan ijab kabul di KBRI agar pernikahannya sah secara agama dan kedua negara.

"Karena kalau misal akad nikah di masjid di Jepang itu hanya akan dianggap nikah siri. Tidak diakui secara hukum. Nah, untuk melindungi khususnya pihak wanita, makannya KBRI menyiapkan jasa penghulu agar pernikahannya juga sekaligus sah di mata hukum Indonesia," kata Claudia.

Claudia mengaku, prosedur pernikahan dan perbedaan budaya dengan suami tak terlalu menjadi penghalang mereka bersatu di pelaminan. Akan tetapi, ia lebih mendapatkan tantangan ketika meminta restu dari mertua Jepang. Baca kelanjutan di halaman berikutnya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Saksikan juga video tentang kisah kehidupan wanita RI yang menikah dengan pria China:

[Gambas:Video Haibunda]



MINTA RESTU MERTUA HINGGA 1 TAHUN
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!