kehamilan

Ini yang Bunda Perlu Tahu tentang Flu Saat Hamil

Joko Supriyanto Rabu, 02 Aug 2017 16:54 WIB
Ini yang Bunda Perlu Tahu tentang Flu Saat Hamil
Jakarta - Flu memang penyakit yang wajar dialami siapapun. Tapi kalau Bunda berencana hamil atau sedang hamil, sebaiknya menjaga kesehatan baik-baik agar tidak terserang flu ya.

Kata dr Michael Nicholl, Profesor Obstetri dan Ginekologi klinis di University of Sydney, dirinya pernah melihat sendiri konsekuensi flu yang paling buruk bagi ibu hamil. Hampir setiap musim, dia melihat ibu hamil yang memerlukan perawatan intensif karena flu.

"Jika seseorang terkena flu selama kehamilan, maka memiliki risiko lima kali lipat kehilangan kehamilan atau keguguran, bayi dalam kandungan meninggal atau kematian neonatal," katanya pada Essential Baby.


Dikutip dari Pregnancy Birth Baby, flu merupakan penyakit karena infeksi virus. Nah, virus ini bisa cepat menyebar saat yang terinfeksi batuk dan bersin.

Kenapa flu pada ibu hamil bisa jadi berbahaya? Soalnya sistem imun seorang perempuan biasanya melemah pada saat hamil. Itu makanya jadi rentan pada berbagai penyakit. Karena itu, flu bisa jadi hal yang serius saat hamil dan menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi adalah infeksi telinga tengah, septic shock (kondisi medis serius di mana infeksi menyebar luas dan terjadi peradangan di seluruh tubuh), meningitis, encephalitis dan endocarditis.

Pada saat Bunda merasakan gejala flu, sebaiknya beristirahatlah di rumah dan batasi kontak dengan orang lain. Jika akan mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan ya, Bun.

Untuk menjaga ibu dan bayinya, dr Loralei Thornburg, seorang ahli kehamilan berisiko, dari University of Rochester Medical Center di New York menganjurkan agar ibu hamil mendapat vaksinasi influenza. Tapi ada pendapat yang mengaitkan vaksin influenza dengan autisme pada janin yang dikandung. Benarkah ini, Dok?

"Banyak kekhawatiran mengenai vaksin, tapi data menunjukkan vaksinasi efektif untuk mencegah flu dan tidak ada risiko akan autisme dan komplikasi prenatal lainnya," terang dr Thornburg, seperti dikutip dari Reuters. (jos)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi