sign up SIGN UP search


kehamilan

Cerita Melahirkan Shireen Sungkar: Nggak PD ke Rumah Sakit

Nurvita Indarini   |   Haibunda Kamis, 19 Apr 2018 12:00 WIB
Saat kontraksi datang dan pergi, Shireen Sungkar belum percaya diri ke rumah sakit. caption
Jakarta - Meski sudah pernah melahirkan dua kali, Shireen Sungkar sempat nggak percaya diri ke rumah sakit bersalin saat kontraksi sudah intens datang dan pergi. Bahkan dia masih sempat menggendong dan bermain dengan anak-anaknya lho, Bun.

"Kontraksi dari jam 3 pagi, sebenernya malemnya masih gendongin Hawwa (anak kedua), boboin sampai perut keram. Mulai jam 3-5 pagi udah nggak bisa tidur, mencoba untuk ditahan, paginya kontraksi hilang, main sama anak-anak, masak, mulai senam di rumah," tutur Shireen di akun Instagram-nya.

Nah, setelah itu kontraksi sudah sering dirasakan tapi istri Teuku Wisnu ini masih belum percaya diri ke rumah sakit. Ya, Shireen khawatir kontraksi yang dirasakannya adalah kontraksi palsu, Bun. Maklum, usia kehamilannya baru 38 minggu 4 hari.


"Akhirnya mertua nggak tega lihat aku nungging terus kesakitan, maksa ke RS. Alhamdulillah sampe di RS ternyata benar udah pembukaan 4. Masya Allah,17.30 sampe di RS, jam 20.20 Dek Cut lahir," terangnya.

Shireen bersyukur kelahiran anak ketiganya berlangsung cepat. Dia nggak memungkiri merasakan sakit saat melahirkan. Bahkan menurutnya lebih sakit ketimbang melahirkan dua anak sebelumnya.



"Kalau ditanya rasa ya nggak bisa digambarin sakitnya kaya apa. Jujur nambah anak nambah sakit karena kata dokter rahimnya membesar tapi prosesnya lebih cepat," jelas Shireen.

Karena itu, saat kontraksi datang, Shireen lebih suka mengalihkan rasa sakitnya dengan membayangkan wajah anaknya saat di-USG, juga istighfar, dan menyakiti badan suaminya. "Maaf ya Abi, pelampiasan. Tapi apapun yang mami lewatin buat Adam, Hawwa, Shafiyyah, seberapapun sakitnya, Ya Allah, nggak ada artinya karena bahagia punya kalian jauh lebih besar nikmatnya," tambah Shireen.

Bagi sang suami, Teuku Wisnu, kalau Shireen bilang sudah menyakiti badannya saat melahirkan maka itu bukan masalah besar. Karena bagi Wisnu, istrinya berjuang jauh lebih berat.

"Pada awal kehamilan, di mana masa-masa rentan pertumbuhan buah hati kami, ia tetap berusaha memasak dan menghadirkan makanan yang terbaik untuk saya, Adam dan Hawwa. Padahal di situ dia harus menahan mual, hypersaliva dan muntah hebat yang membuatnya lemah," ujar Wisnu di Instagram-nya.

[Gambas:Instagram]



Wisnu juga paham benar saat kehamilan membesar, pada malam hari istrinya sulit mendapatkan kenyamanan tidur. Alhasil posisi tidurnya pun serba salah. Semakin besar janin, semakin sulit juga istrinya bernapas, geraknya pun terbatas, dan terlihat menahan nyeri. "Namun di depan saya ia tetap tersenyum dengan wajah berseri," imbuhnya.

"Perjuangan mengandung saja berat bagi saya yang hanya menyaksikan, belum lagi saat perjuangan melahirkan. Dari mulai kontraksi rahim sampai suara tangisan bayi lahir, maa syaa Allah," sambung Wisnu.

Anak ketiga Wisnu dan Shireen diberi nama Cut Shafiyyah Mecca Al-fatih. Apa artinya ya? Cut, tentu karena anak perempuan ini memiliki darah Aceh dari ayahnya. Nah, Shaffiyah memiliki arti bersih, suci, baik, dan ini juga salah satu istri dari Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Mecca merupakan kota Makkah, kota yang banyak sekali keutamaannya dan kota yang diberkahi Allah. Al-Fatih disematkan karena semua anak Wisnu dan Shireen memakainya sebagai nama belakang.

Nah, bicara soal kontraksi nih, Bun, menurut dr Gde Suardana, SpOG, kontraksi palsu ialah kontraksi yang datang lebih awal tetapi belum mampu membuat ibu melahirkan. Ciri-ciri kontraksi palsu biasanya intensitasnya lemah, muncul tidak teratur, dan durasinya hanya sebentar. Kondisi ini berbeda dengan kontraksi sungguhan di mana dalam 10 menit dapat terjadi 3 kali kontraksi dan masing-masing kontraksi dapat berdurasi 30-60 detik.



Kontraksi palsu dapat terjadi pada saat usia kandungan mencapai 28 minggu. Jika pada saat itu terjadi kontraksi palsu, ibu disarankan untuk beristirahat.

dr Gde menyarankan ibu hamil yang mengalami kontraksi agar beristirahat, misalnya duduk atau berbaring. Saat berbaring, dianjurkan dengan posisi miring ke kiri agar aliran darah di pembuluh vena lancar. Sambil berbaring, ibu juga perlu melakukan tarik napas dan minum. Jika yang dialami adalah kontraksi palsu maka ibu tak perlu khawatir karena hanya akan berlangsung sebentar.

Nah, Bunda sendiri gimana, punya cerita melahirkan yang nggak terlupakan? (Nurvita Indarini)
Share yuk, Bun!

Menanti kelahiran Si Kecil dengan arti nama bayi yang pas untuknya nanti hanya di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Ikuti perkembangan kehamilan Bunda setiap minggunya di Aplikasi HaiBunda yuk, Bun!