HaiBunda

KEHAMILAN

Adakah Persiapan Khusus untuk Hamil?

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Kamis, 19 Apr 2018 15:00 WIB
Adakah Persiapan Khusus untuk Hamil? (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Setelah menikah, sebagian besar pasangan suami istri pengen segera punya momongan atau minimal nggak menunda punya momongan. Nah, saat sudah siap punya anak, butuh persiapan khusus nggak sih?

"Nggak ada yang istimewa. Kehamilan bukan penyakit, tapi sesuatu yang kita rencanakan. Berarti kita happy dan pastinya secara fisik dan psikis sudah siap," kata dr Bramundito SpOG dalam Grand Launching Buku 'Anti Panik Menjalani Kehamilan' oleh Tiga Generasi di Sheraton Grand Jakarta Hotel, Kamis (19/4/2018).

Untuk mempersiapkan fisik, kata dr Bram, kita perlu memperhatikan segi nutrisi dengan mengasup kalori seimbang nih, Bun. Jaga juga kondisi fisik dengan nggak stres dan tidak terlalu capek. Kalau di kota besar, lanjut dr Bram para calon ibu bisa konsul ke ahlinya misal cek darah lebih dulu.


Soalnya, kata dr Bram kalau tes kesehatannya baik kita dan pasangan pun jadi lebih siap untuk punya momongan. "Kehamilan itu sesuatu yang direncanakan, nggak ada persiapan khusus dan mesti happy," ujar dr Bram.



Bicara persiapan kehamilan, ada yang namanya antenatal screening nih, Bun. Antenatal screening adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan pada ibu yang akan hamil sebagai bentuk upaya dalam menekan risiko kehamilan, mempromosikan gaya hidup sehat dan meningkatkan kesiapan hadapi kehamilan.

Apa yang dilakukan saat antenatal screening? Yaitu pemeriksaan risiko genetik, medis, obstetrik dan faktor psikososial. Ada juga pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium berupa cek darah, fungsi hati dan ginjal, golongan darah dan rhesus HbsAg serta beberapa penyakit seperti HIV, sifilis, rubella, toksoplasma, dan urinalisis.

Antenatal screening ini, Bun, bisa dilakukan di awal kehamilan atau trimester pertama. Nah, ada nih penyakit yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan hamil yaitu:

1. Diabetes Melitus

Kadar glukosa tinggi akan berpengaruh ke kadar glukosa bayi di kandungan. Kadar gula nggak terkontrol bisa menyebabkan komplikasi dalam kehamilan kayak keguguran, kelahiran prematur, kelainan bawaan, bayi besar sampai bayi meninggal dalam kandungan.

2. Hipertensi

Kondisi tekanan darah tinggi saat hamil bisa memengaruhi bayi yang mungkin akan lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah.



3. Hepatitis

Virus hepatitis bisa menyebar ke bayi di kandungan. Makanya kalau ibu kena hepatitis segera lakikan tes hepatitis saat bayi baru lahir agar bayi bisa dikasih penanganan.

Penyakit lain yang mesti diperhatikan sebelum memutuskan hamil adalah TBC, HIV, tromboemboli (pembekuan darah), dan tiroid. (rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Intip Keindahan Lovenest, Rumah Pevita Pearce yang Serba Aesthetic dan Homey

Mom's Life Annisa Karnesyia

Ciri Orang IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Menyelesaikan Masalah

Mom's Life Tim HaiBunda

Fanny Ghassani Umumkan Kehamilan usai 9 Tahun Menanti Momongan, Sempat Ungkap Promil Lewat IVF

Kehamilan Annisa Karnesyia

15 Contoh Soal Bentuk Akar dan Pembahasannya dalam Matematika

Parenting Asri Ediyati

Kisah Cinta Eks Supermodel Korea yang Dinikahi Petinggi Samsung, Terpaut Usia 25 Tahun

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Intip Keindahan Lovenest, Rumah Pevita Pearce yang Serba Aesthetic dan Homey

15 Contoh Soal Bentuk Akar dan Pembahasannya dalam Matematika

Ciri Orang IQ Tinggi yang Terlihat dari Cara Menyelesaikan Masalah

Fanny Ghassani Umumkan Kehamilan usai 9 Tahun Menanti Momongan, Sempat Ungkap Promil Lewat IVF

Kisah Cinta Eks Supermodel Korea yang Dinikahi Petinggi Samsung, Terpaut Usia 25 Tahun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK