kehamilan

Tentang Melahirkan di Atas Umur 40 Tahun Seperti Rachel Weisz

Radian Nyi Sukmasari Jumat, 28 Sep 2018 14:03 WIB
Tentang Melahirkan di Atas Umur 40 Tahun Seperti Rachel Weisz
Jakarta - Aktris dan model Rachel Weisz melahirkan anak perempuan buah cintanya dengan aktor Daniel Craig nih, Bun. Saat ini, umur Rachel 48 tahun. Hmm, bicara soal hamil dan melahirkan di atas usia 40 tahun seperti Rachel Weisz, ada beberapa hal yang penting Bunda ketahui.

Dokter obgyn di Beverly Hills, dr Michele Hakakha mengatakan makin tua usia ibu, misalnya hamil dan melahirkan di atas usia 40 tahun, makin besar risiko si kecil mengalami down syndrome atau kelainan kromosom lain.

"Selain masalah kromosom, masalah umum lain yang dialami ibu saat hamil dan melahirkan di atas umur 40 tahun yaitu preeklampsia, diabetes gestational, risiko kelahiran prematur, keguguran, masalah pada plasenta dan risiko bayi lahir mati," kata dr Michele kepada Parents.


Untuk itu, skrining kelainan kromosom atau kelainan lain pada janin disarankan banget, Bun. Sementara itu, dilansir Baby Centre, ketika melahirkan di atas umur 40 tahun biasanya wanita ditawari intervensi seperti induksi di usia kehamilan 39 atau 40 minggu untuk mengurangi risiko bayi lahir mati.



Nggak cuma itu, Bun, pada ibu yang melahirkan di atas usia 40 tahun umumnya disarankan untuk menjalani operasi caesar karena:

1. Pada ibu yang melahirkan di atas umur 40 tahun dan ini adalah anak pertama, si bayi umumnya berada di posisi yang kurang pas untuk persalinan normal.
2. Risiko gangguan janin meningkat.
3. Waktu persalina lebih lama karena otot rahim tidak bekerja terlalu efisien dibanding wanita di bawah umur 40 tahun.

Tentang Melahirkan di Atas Umur 40 Tahun Seperti Rachel WeiszTentang Melahirkan di Atas Umur 40 Tahun Seperti Rachel Weisz/ Foto: Thinkstock
Dikutip dari detikcom, dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan bila wanita memutuskan untuk hamil di atas usia 35 tahun, harus paham dan mengerti risiko yang mungkin dihadapi.

Saat hamil di atas usia 35 tahun, data dari penelitian menunjukkan terjadi peningkatan risiko keguguran, kelahiran prematur, kematian dalam rahim, diabetes selama kehamilan, kemungkinan perdarahan, darah tinggi karena kehamilan, persalinan dengan operasi caesar, hingga kelainan janin.

"Selain itu, kemungkinan hamil di atas usia 35 tahun juga lebih rendah dibanding usia di bawah 35 tahun dan tentunya semakin tua usia wanita, semakin rendah angka keberhasilan hamilnya," tutur ayah satu anak ini.

Untuk memperbesar peluang kehamilan ketika wanita sudah berusia 40 tahun, dikatakan dr Hari hanya melalui teknologi reproduksi berbantu atau Assisted Reproductive Technology (ART) seperti stimulasi ovulasi, inseminasi, hingga bayi tabung.

(rdn/nwy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi