HaiBunda

KEHAMILAN

Cara Meningkatkan Kualitas Sel Telur agar Cepat Hamil

Radian Nyi Sukmasari   |   HaiBunda

Jumat, 02 Nov 2018 10:03 WIB
Cara Meningkatkan Kualitas Sel Telur agar Cepat Hamil/ Foto: thinkstock
Jakarta - Untuk memperbesar peluang hamil, kualitas sel telur sudah pasti punya peranan penting. Nah, bagi para bunda ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas sel telur agar cepat hamil.

Disampaikan dr Jolinda Johary M.Med, Master in Medicine of Obstretric and Gynecology dari Go Dok, cara yang dapat Bunda coba untuk meningkatkan kualitas sel telur yaitu mengonsumsi makanan bergizi tinggi seperti memperbanyak asupan protein dan lemak sehat yang bisa menghasilkan hormon.

"Konsumsi juga sayur-sayuran dan biji-bijian karena mengandung serat tinggi. Kemudian vitamin prenatal, termasuk suplemen yang mengandung asam folat tinggi. Bunda juga perlu mengonsumsi minyak ikan yang termasuk lemak sehat," tutur dr Jolinda dalam Live Comment 'Cara Hitung Masa Subur agar Cepat Hamil' baru-baru ini.




Lalu, penting banget bagi Bunda mengurangi konsumsi gula, karbohidrat olahan, alkohol, dan kafein. Jangan lupa juga, Bun, olahraga teratur karena olahraga akan meningkatkan peredaran darah menuju ke indung telur atau ovarium. ⁣Nggak cuma itu, Bunda pun perlu minum air yang cukup. Soalnya kurang cairan atau minum kata dr Jolinda bisa mengakibatkan darah kekurangan asupan oksigen menuju ke ovarium.

Ilustrasi kualitas sel telur Foto: instagram
"Hindari stres karena dapat mengganggu aliran darah, memengaruhi metabolisme, dan siklus tubuh manusia, sehingga dapat mengganggu produksi hormon reproduksi," ujar dr Jolinda.

Dikutip dari detikcom, dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan, evaluasi ukuran folikel dapat dilakukan melalui ultrasonografi transvagina. Ada perhitungan sendiri yang cukup ribet untuk menentukan kesehatan sel telur berdasarkan jumlah sel telur, usia pasien, dan hari haid ke berapa.

Menurut dr Hari, kualitas sel telur wanita juga bisa memburuk. Beberapa faktor yang memengaruhi di antaranya usia, riwayat operasi ovarium sebelumnya, serta apakah ada penyakit di ovarium misalnya tumor ovarium.

"Lalu apakah terjadi ketidakseimbangan hormon serta riwayat kemoterapi atau radioterapi. Meski jarang, kelainan kromosom juga bisa membuat kualitas sel telur tidak terlalu baik," ucap dr Hari.

(rdn/nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK