HaiBunda

KEHAMILAN

Curhat Tya Ariestya Saat USG Janin Kedua Hasil Bayi Tabung

Zika Zakiya   |   HaiBunda

Minggu, 11 Nov 2018 16:05 WIB
Curhat Tya Ariestya Saat USG Janin Kedua Hasil Bayi Tabung (Foto: Dok. Instagram/tya_ariestya)
Jakarta - Presenter Tya Ariestya, tengah hamil untuk kedua kalinya, Bun. Namun, proses kehamilan bukanlah perkara mudah buat Tya. Sebab, mantan Gadis Sampul ini ternyata harus menjalani proses bayi tabung (IVF).

Sejak kehamilan pertama, Tya sudah menjalani IVF karena ia mengalami PCOS (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik---kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita pada usia subur. Masuk kehamilan kedua, embrio yang sudah dibekukan sejak kehamilan pertama, kembali digunakan oleh istri dari Muhammad Irfan Ratinggang itu.




Tapi, selayaknya ibu hamil, Tya menjalani pengalaman bobot tubuh yang naik cukup signifikan. "Oh My God! No way, ya ampun naiknya banyak banget. Naik hampir tiga kilogram. Gila ini nggak bener dalam satu bulan," cerita Tya Ariestya saat sesi USG di RSIA Bunda Jakarta, Sabtu (10/11) seperti dikutip dari Insert Trans TV.

Dari hasil USG itu sendiri, Tya sudah dapat bayangan soal jenis kelamin si jabang bayi. Namun, ia lebih memilih hasil pasti dengan menggunakan pemeriksaan 4 Dimensi (4D).

"Kalo kemarin sebenarnya udah sempet ngeliat sih sedikit perkiraan jenis kelamin. Cuman kan belum terlalu pasti. Nah, di 4D tuh bisa lebih jelas lagi," imbuh Tya Ariestya.

Ia juga sempat khawatir mengenai tensi darah. Sebab, jika tensi darah ibu hamil terlalu tinggi, bisa terjadi preeklampsia.

"Biasanya tensi (darah) rendah. Karena bawaan hamil, tensinya bisa jadi tinggi. Nah yang ditakutin itu adalah kondisi preeklampsia. Mudah-mudahan nggak sih," tambah perempuan 32 tahun itu.



Disampaikan dr Ivan Sini, SpOG, bahwa ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum memulai proses bayi tabung. Dua di antaranya adalah investasi waktu dan biaya.

"Cuma berlangsung dua minggu (prosesnya), jadi relatif mudah. Tidak harus cuti kerja atau berhenti kerja juga," kata dr Ivan.

dr Irvan menambahkan, dengan bayi tabung, peluang kehamilan meningkat menjadi 50 persen pada pasangan yang sulit punya anak. Yang paling penting yakni soal biaya.

"Pada pasangan 5-10 tahun berobat, biaya paling besar yang dibuang adalah waktu. Waktu itu sangat krusial karena usia telur wanita berkurang seiring waktu dan itu mengurangi angka keberhasilan," papar dr Ivan. (ziz/nwy)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Parenting Angella Delvie Mayninetha & Muhammad Prima Fadhilah

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Alami Stroke Sebelum Usia 60 Tahun, Simak Faktanya!

Mom's Life Natasha Ardiah

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini Menurut Studi Terbaru

Mom's Life Annisa Karnesyia

Jennifer Coppen & Justin Hubner Bagikan Foto Prewed Jelang Nikah, Berbalut Busana Jawa

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Kebiasaan Orang yang Memiliki Sifat Pemarah Menurut Studi Psikologi

Bayi Prematur Rentan Mengalami Gangguan Jantung, Kenali Tanda hingga Perawatan yang Tepat

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Terkena Stroke Dini Menurut Studi Terbaru

Dian Sastro hingga Anji, 5 Artis Indonesia dengan Anak Penyandang Autisme

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Alami Stroke Sebelum Usia 60 Tahun, Simak Faktanya!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK