HaiBunda

KEHAMILAN

Fakta Kanker Mulut pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Amelia Sewaka   |   HaiBunda

Jumat, 25 Jan 2019 17:56 WIB
Ilustrasi kanker mulut/ Foto: Istock
Jakarta - Kejanggalan yang ada dalam rongga mulut kini tak bisa lagi diabaikan. Salah-salah, bisa jadi itu gejala kanker mulut lho Bunda.

Namun, Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia (ISPMI), drg Rahmi Amtha, MDS, SpPM, PhD, mengatakan, kanker mulut tidak sebegitu mudahnya dapat dideteksi atau terjadi. Harus ada faktor risiko seperti luka menetap di mulut tak kunjung sembuh, tidak merespons obat yang diberi dan dapat didahului oleh gambaran bercak putih, merah atau merah putih yang timbul tanpa sebab.

"Genetik juga berpengaruh dan itu membutuhkan waktu yang lama supaya bisa dikatakan kanker. Jadi, kalau dibilang langsung kena kanker mulut ketika ada kesalahan dalam rongga mulut nggak bisa juga. Orang itu bisa terdeteksi karena ada faktor risikonya yang dia punya chance untuk kena kanker mulut dan sebenarnya itu bisa dicegah," kata drg Rahmi di sela-sela acara 'Cegah Kematian Akibat Kanker Rongga Mulut dengan Deteksi Dini Lesi Pra Kanker' di DLab Cocowork, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.



Kalau seandainya ibu hamil terdeteksi kanker mulut, kemungkinan treatment-nya harus ditunda. Karena modal utama treatment kanker mulut berdasarkan 3 hal yaitu pembedahan, kemoterapi atau radioterapi.

Ilustrasi kanker mulut/ Foto: thinkstock
"Karena tindakan pembedahan pada ibu hamil mungkin risikonya cukup besar, jadi ya walau saya belum baca riset keseluruhan mungkin ada satu atau dua yang lagi hamil kena kanker mulut. Tapi, sepengetahuan saya sejauh ini sih belum ada," ungkap drg Rahmi.

Kata drg Rahmi, rata-rata pasien yang kena kanker mulut yang berumur 40 tahunan. Namun, sekarang usia 20 hingga 34 tahun juga sudah bisa terjangkit. Artinya, menurut drg Rahmi orang Indonesia pola hidupnya nih ada yang salah dan harus diubah.

Nah, berikut tanda-tanda awal kanker mulut yang bisa Bunda kenali. Agar bisa segera ditangani ahlinya. Cek bersama ya Bunda.

1. Luka menetap tak kunjung sembuh lebih dari 4 minggu dan berciri:

- Tidak terlalu sakit
- Pinggiran keras
- Tepi bergulung
- Penyebab tak nyata (misal: iritasi yang lama atau trauma)
- Tidak kunjung sembuh (2 - 4 minggu)
- Usia lebih dari 40 tahun
- Berada di bagian bawah mulut (U-shape)

2. Tidak merespons pengobatan yang diberi.

3. Dapat didahului oleh gambaran bercak putih, merah atau merah putih yang timbul tanpa sebab (lesi pra kanker).

(aml/rdn)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Urutan Zodiak Paling Dibenci dan Alasan di Baliknya, Apakah Gemini Masuk Nomor Satu?

Mom's Life Natasha Ardiah

Alasan Mengapa Anak Suka Gigit Kuku, Bunda Perlu Tahu

Parenting Asri Ediyati

Keseruan Beranda x Samsung Indonesia, Siap Sambut Ramadan dengan Meal Prep Bareng Chef Jesselyn

Haibunda Squad Annisa Karnesyia

11 Ciri Kepribadian Orang yang Langsung Cuci dan Rapikan Dapur saat Masak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Diare Jadi Tanda Hamil Muda, Mitos atau Fakta?

Kehamilan Melly Febrida

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sifat Kepribadian Anak Bisa 'Menular' di Antara Teman-temannya

Ini 4 Kata Psikologis agar Permintaan Lebih Mudah Diterima

Puasa Tapi Tetap Produktif, Ini 8 Tips untuk Bunda Bekerja

Keseruan Beranda x Samsung Indonesia, Siap Sambut Ramadan dengan Meal Prep Bareng Chef Jesselyn

Alasan Mengapa Anak Suka Gigit Kuku, Bunda Perlu Tahu

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK