HaiBunda

KEHAMILAN

Bermaknanya Dukungan Ibu untuk Meghan Markle Jelang Persalinan

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 09 Feb 2019 18:02 WIB
Bermaknanya Dukungan Ibu untuk Meghan Markle Jelang Persalinan/ Foto: Dok. Getty Images
Jakarta - Bulan April mendatang, Meghan Markle dan Pangeran Harry akan menyambut anak pertamanya. Belakangan ini, keduanya juga dikabarkan akan pindah rumah dari Istana Kensington ke Frogmore House, Windsor. Salah satu persiapan persalinan, Meghan mengajak ibunya, Doria Ragland untuk selalu mendampinginya. Sang ibu akan tinggal sementara di rumah barunya itu.

Meskipun pihak kerajaan sudah memperkerjakan beberapa pengasuh dari Norland College, Meghan tetap mengajak ibu untuk bisa membantunya penyesuaian diri sebagai ibu baru. Menurutnya, kehadiran orang tua dapat membantu mengatur emosi selama penyesuaian.

Meghan juga dikabarkan menyewa doula, untuk mewujudkan keinginannya melahirkan secara normal. Sama seperti Kate Middleton, Meghan pun akan melakukan hypnobirth. Demikian dikutip dari Town and Country Magazine.


Apa yang dilakukan Meghan sepertinya bisa menjadi inspirasi bagi calon ibu baru agar tak segan mencari support system. Berkaitan dengan hal ini, sebuah penelitian menunjukkan ibu melakukan lebih baik dengan lebih banyak dukungan sosial.

Dr Anne Kehoe adalah psikolog klinis dan anggota Masyarakat Psikologis Irlandia. Tesis doktoralnya meneliti stres pada orang tua baru. Dia mengatakan bahwa memiliki 'sepasang tangan ekstra' bermanfaat banyak dan tidak hanya dalam membantu pekerjaan rumah tangga.

"Ada penelitian untuk menunjukkan bahwa mereka yang menjadi orang tua baru, mereka bisa mengatasi masalah dengan lebih baik jika mereka memiliki dukungan sosial yang baik. Secara keseluruhan, itu dapat mengurangi tekanan pada mereka," ujar Anne dikutip dari Independent.
Bermaknanya Dukungan Ibu untuk Meghan Markle Jelang Persalinan/ Foto: Getty Images

Ini juga dapat meringankan beberapa faktor yang mempengaruhi depresi postnatal atau depresi postpartum.

"Salah satu faktor yang berkontribusi dalam depresi dapat berupa kurangnya pendukung. Beberapa faktor internal, beberapa eksternal," kata Anne.

Namun, ia menasihati bahwa orang tua baru perlu memberikan pengertian pada mertua atau orang tua kandungnya terkait pengasuhan.

"Gaya pengasuhan orang tua dulu dan sekarang telah berubah. Jika seorang kakek-nenek akan mengambil alih atau merusak hubungan orang tua dengan bayi baru mereka, ini mungkin tidak membantu," ujar Anne.

Menurut Anne, setiap orang baru yang tinggal di rumah akan menyebabkan perubahan. Oleh karena itu, sebagai orang tua baru dan tuan rumah kita perlu memberlakukan peraturan yang bijak dan yang jelas nggak merugikan kedua belah pihak.

(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Mom's Life Amira Salsabila

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Parenting Annisa Karnesyia

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

Mom's Life Amira Salsabila

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Mom's Life Amira Salsabila

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Gen Z Kini Makin Jarang Posting di Medsos, Ternyata Ini Alasannya

Nyeri Punggung dan Panggul saat Hamil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Potret Terbaru Zahra Mariam Bolkiah Anak Pangeran Mateen, Wajah Menggemaskan Curi Perhatian

Apa Itu COVID-19 PQ.16.1.1, Varian Baru yang Dipantau WHO

Dea Annisa Tampil Cantik Berhijab saat Honeymoon usai Nikah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK