kehamilan

10 Bahan Kimia yang Baiknya Dihindari Ibu Hamil

Melly Febrida Rabu, 06 Mar 2019 18:26 WIB
1. Paraben dan BPA
Paraben dan BPA

1. Paraben dalam kosmetik dan produk kecantikan

Makeup dan produk kosmetik pasti memakai bahan kimia. Bahkan, sebagian besar merek makeup komersial menggunakan paraben. Untuk itu, Aaliya Yaqub, dokter yang berspesialisasi dalam kesehatan seumur hidup, memperingatkan wanita untuk memperhatikan bahan kimia yang tercantum dalam label.

"Hindari apapun yang menggunakan kata paraben, seperti methylparaben, proplyparaben, isopropylparaben, isobutylparaben, butylparaben, dan sodium butylparaben. Coba minimalkan atau kalau bisa hindari penggunaannya enam bulan jelang konsepsi dan selama proses konsepsi," kata Yaqub.

Kata Yaqub, paraben merupakan jenis pengawet yang mencegah pertumbuhan bakteri tapi dapat meniru karakteristik estrogen tertentu. Sehingga, dapat mengurangi peluang wanita menghasilkan telur yang sehat. Apalagi, kini tak sedikit produk kecantikan yang terbuat dari bahan organik. Ketika produk kecantikan tak mengandung paraben, kata Yaqub mungkin tidak bertahan lama.

2. Kafein

Tak bisa lepas dari kopi atau minuman lain yang mengandung kafein, Bun? Kimberley A. Thornton, ahli endokrinologi reproduksi dan spesialis infertilitas di RMA New York, mengatakan tidak ada salahnya untuk mengurangi kafein apabila hamil atau mencoba hamil.

"Ada banyak penelitian tentang apakah kafein meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur, dan hasilnya tidak jelas," katanya.

Thornton bilang, coba batasi konsumsi kafein kurang dari 200 mg per hari selama hamil. Jika sedang mencoba hamil, maksimal konsumsi kafein termasuk yang terkandung dalam kopi maksimal satu cangkir per hari.

3. BPA dalam wadah plastik dan kaleng

Wadah plastik mengandung bahan kimia berbahaya. American College of Obstetricians dan Gynecologists mengingatkan calon ibu untuk menjauh dari Bisphenol A, alias BPA. Disebutkan, BPA ditemukan dalam makanan dan produk kemasan. Paparan terjadi melalui penyerapan inhalasi, konsumsi dan dermal (kulit). Ini telah dikaitkan dengan keguguran berulang.

"Jika memungkinkan, pilih wadah gelas, porselen atau stainless steel, terutama untuk makanan panas atau cairan," kata Thornton.

Ada beberapa cara untuk menghindari produk yang mengandung BPA, yaitu:

a. Hindari memanaskan wadah plastik di microwave.
b. Periksa kode daur ulang di bagian bawah wadah plastik. Wadah dengan kode daur ulang 3 atau 7 dapat dibuat dengan BPA.
c. Kurangi konsumsi makanan kaleng

Mengutip detikcom, paparan BPA selama kehamilan dikaitkan dengan masalah perilaku pada anak, menurut sebuah studi pada tahun 2011 dalam jurnal Pediatrics.

4. Retinoid dan retinol dalam produk perawatan kulit

Yaqub menyarankan untuk mengurangi penggunaan krim wajah pada bulan-bulan sebelum mencoba hamil. Dia berpesan, jauhi retinoid dan retinol yang sering ditemukan dalam krim antipenuaan dan produk kosmetik. Sebab, retinoid terkait dengan vitamin A dan ketika diminum dapat menyebabkan kerusakan pada pengembangan embrio dan janin. Sebagai gantinya, coba pakai produk Glycolic acid dan vitamin C ya, Bun.

5. Tembakau dan asap rokok

Bukan rahasia lagi jika asap rokok enggak hanya buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga mempercepat tingkat hilangnya sel telur dan memengaruhi kesuburan wanita. Apalagi, wanita yang merokok berisiko menopause dini. Merokok saat hamil juga dikaitkan dengan berat badan bayi lahir rendah.

Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi