kehamilan

Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan Berisiko Komplikasi Saat Melahirkan

Maya Sofia Selasa, 19 Mar 2019 07:03 WIB
Ibu Hamil Kelebihan Berat Badan Berisiko Komplikasi Saat Melahirkan
Jakarta - Bunda, pernahkah merasakan nafsu makan membuncah saat hamil? Hal ini wajar saja ya Bun karena aktivitas hormon saat hamil berubah.

Tapi ingat lho, Bun, jangan sampai nafsu makan ini menyebabkan bobot tubuh meningkat drastis. Bahkan masuk kategori kelebihan berat badan.


Dilansir dari Reuters, ibu hamil yang mengalami kenaikan berat badan 9 kilogram di atas angka yang disarankan punya risiko lebih tinggi terkena gagal jantung, tekanan darah tinggi yang parah, hingga membutuhkan transfusi atau ventilasi. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dimuat Obstetrics & Gynecology.

"Sangat penting mengoptimalkan nutrisi, diet, dan olahraga sebelum hamil dan kemudian selama kehamilan," ujar salah seorang peneliti, Dr. Marissa Platner, dari Healthcare and the Emory School of Medicine di Atlanta, Georgia.

Dalam studi terbaru ini, peneliti menganalisis 515.148 persalinan tunggal dengan menggunakan data di Kota New York tahun 2008-2012. Data tersebut meliputi berat badan sebelum kehamilan, kenaikan berat badan saat kehamilan, serta komplikasi serius terkait persalinan, seperti diagnosis yang mengancam jiwa, prosedur penyelamatan jiwa atau kematian.

Dari data itu terungkap sekitar seperempat ibu hamil memiliki kenaikan bobot yang kurang dari angka yang direkomendasikan, sepertiga ibu hamil mempunyai kenaikan berat badan sesuai rekomendasi, sepertiga lainnya memiliki kenaikan berat badan 0,45-8,6 kilogram lebih tinggi dari rekomendasi. Sementara itu delapan persen ibu hamil mempunyai kenaikan berat badan 9 kilogram di atas angka yang direkomendasikan.

Ibu hamil.Ibu hamil. Foto: Istock

Nah, secara keseluruhan, dua kelompok ibu hamil dengan kenaikan berat badan di atas kisaran rekomendasi atau pedoman mempunyai tingkat komplikasi lebih tinggi saat melahirkan. Sebagai contoh, mereka empat kali lebih mungkin mengalami gagal jantung selama persalinan, dan sekitar dua setengah kali lebih mungkin memerlukan ventilasi.

Lantas berapa angka kenaikan bobot tubuh yang direkomendasikan? Pada tahun 2009, National Academy of Medicine merevisi pedoman penambahan berat badan selama kehamilan berdasarkan indeks massa tubuh (Body Mass Index/BMI) perempuan pra-kehamilan.

Perempuan dengan kisaran BMI 18,5-24,9 disarankan menaikkan berat badan mereka 11-15,8 kg selama kehamilan. Perempuan dengan BMI di bawah 18,5 harus menaikkan berat badan 12,7-18 kilogram. Sementara perempuan yang sudah mengalami kelebihan berat badan sebelum hamil dengan BMI 25 -29 disarankan hanya naik 6,8-11,3 kilogram dan mereka dengan BMI 30 atau di atasnya disarankan hanya naik 4,9-9 kilogram.

Kira-kira, apakah Bunda sudah sesuai dengan pedoman tersebut? Jika belum, yuk coba kendalikan lagi pola makan selama kehamilan.

Untuk menghindari pola makan saat hamil yang tidak terkontrol, pakar diet di Microba Dr Paula Smith-Brown bilang ketika kita ingin sesuatu biasanya saat sudah mengonsumsi makanan itu kita akan berhenti. Tapi, ketika pola makan tak terkontrol rasanya mengonsumsi makanan satu buah atau sedikit saja enggak cukup.

"Sebelum mengonsumsi sesuatu coba pikirkan apa yang membuat kita ingin memakan makanan itu. Nanti kita bakal tahu kalau makanan yang diinginkan karena memang kita membutuhkannya atau kita sekadar ingin," kata Paula.


Jika mau, Bunda bisa lho minta bantuan suami atau keluarga membantu mengingatkan supaya mengonsumsi makanan sehat. Tapi, Paula mengingatkan ibu hamil juga jangan terlalu ketat berdiet. Karena, bukan enggak mungkin Bunda justru kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan saat hamil.

[Gambas:Video 20detik]




(som/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi