sign up SIGN UP search


kehamilan

7 Makanan Bergizi Tinggi untuk Perkembangan Bayi dalam Kandungan

Annisa Afani Selasa, 28 Jul 2020 15:46 WIB
ilustrasi ibu hamil makan caption
Jakarta -

Menjaga pola makan selama kehamilan sangat penting. Karena pada saat hamil, tubuh ibu membutuhkan nutrisi, vitamin dan mineral tambahan demi menjaga kesehatan tubuh dan janin dalam rahim.

Jika pola makan ibu hamil tidak tepat, maka akan terjadi kekurangan nutrisi yang dapat memengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan. Kebiasaan yang buruk dan berlebihan bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional dan komplikasi kehamilan atau kelahiran.

Intinya, Bunda harus memilih makanan yang sehat dan bergizi untuk memastikan kesehatan dan perkembangan Bunda dan bayi. Hal ini juga akan memudahkan untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan.


Dilansir dari HealthLine, berikut tujuh makanan bergizi tinggi untuk Bunda konsumsi selama kehamilan demi kesehatan ibu dan perkembangan janin:

1. Produk susu

Selama kehamilan, Bunda perlu mengonsumsi protein dan kalsium ekstra untuk memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Ini karena produk susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi, yakni kasein dan whey.

Susu juga menjadi sumber kalsium makanan terbaik lho, Bunda. Susu menyediakan fosfor dalam jumlah tinggi, berbagai vitamin B, magnesium, dan zat besi.

Produk susu seperti yogurt juga sangat bermanfaat bagi wanita hamil karena mengandung lebih banyak kalsium daripada kebanyakan produk susu lainnya. Beberapa varietasnya juga mengandung bakteri probiotik, yang mendukung kesehatan pencernaan ibu hamil, Bunda.

Bagi ibu hamil yang tidak dapat mengonsumsi susu, yogurt probiotik dapat dijadikan alternatif. Mengonsumsi suplemen probiotik selama kehamilan dapat mengurangi risiko komplikasi, seperti preeklampsia, diabetes gestasional, infeksi vagina, dan alergi.

2. Ubi jalar

Ubi jalar sangat kaya beta-karoten. Ini adalah senyawa tanaman yang diubah menjadi vitamin A saat sudah masuk ke dalam tubuh.

Vitamin A sangat penting untuk pertumbuhan, diferensiasi sebagian besar sel dan jaringan, serta demi perkembangan janin yang sehat. Namun, disarankan menghindari sumber vitamin A berbasis hewani yang sangat tinggi secara berlebihan karena dapat menyebabkan toksisitas.

Ubi juga mengandung serat yang dapat meningkatkan rasa kenyang dan dapat mengurangi lonjakan gula darah serta mampu meningkatkan kesehatan pencernaan dan mobilitas ibu hamil. Sekitar 100-150 gram (gr) ubi jalar matang telah memenuhi keseluruhan angka kebutuhan gizi (AKG) bagi ibu hamil.

3. Salmon

Salmon sangat kaya asam lemak omega-3 esensial, Bunda. Asam lemak omega-3 sangat penting selama kehamilan terutama kandungan DHA dan EPA untuk membantu membangun otak dan mata janin.

Selain itu, salmon adalah salah satu dari sedikit sumber alami vitamin D yang jarang ada dalam makanan. Vitamin D ini sangat penting untuk tubuh, termasuk kesehatan tulang dan fungsi kekebalan tubuh

Namun, wanita hamil umumnya disarankan membatasi asupan makanan laut menjadi dua kali seminggu. Ini karena merkuri dan kontaminan lain dalam kandungan ikan berlemak yang berbahaya untuk ibu hamil.

4. Telur

Telur adalah makanan kesehatan utama yang mengandung berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dengan mengandung 77 kalori, protein dan lemak berkualitas tinggi, telur juga mengandung banyak vitamin dan mineral.

Dalam satu butir telur utuh mengandung sekitar 113 miligram (mg) kolin, yang mencukupi sekitar 25 persen dari AKG untuk ibu hamil. Kolin sangat penting untuk banyak proses dalam tubuh, termasuk untuk perkembangan otak dan kesehatan janin.

Pair of fried eggs in the shape of hearts on two pieces of toast on a platetelur/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PeskyMonkey

Sebuah survei diet di Amerika Serikat menunjukkan lebih dari 90 persen orang mengonsumsi kurang dari jumlah kolin yang direkomendasikan. Asupan kolin yang rendah selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf dan mungkin menyebabkan penurunan fungsi otak pada janin lho, Bunda.

5. Brokoli dan sayuran hijau

Brokoli dan sayuran hijau, seperti kangkung dan bayam mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan wanita hamil, seperti serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat dan kalium.

Selain itu, brokoli dan sayuran hijau kaya antioksidan dan mengandung senyawa tanaman. Senyawa ini memiliki manfaat bagi sistem kekebalan tubuh, pencernaan hingga dapat menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Dengan kandungan seratnya yang tinggi, sayuran ini juga dapat membantu mencegah sembelit.

6. Alpukat

Alpukat mengandung banyak asam lemak tak jenuh tunggal, tinggi serat, vitamin B, terutama folat, vitamin K, kalium, tembaga, vitamin E dan vitamin C. Dengan kandungan nutrisi tersebut, alpukat baik untuk dikonsumsi ibu hamil.

Lemak sehat ini dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit, otak dan jaringan janin. Sedangkan folat dapat membantu mencegah cacat tabung saraf. Sementara kalium yang dikandung dapat membantu meringankan kram kaki selama kehamilan.

7. Daging tanpa lemak

Daging sapi dan ayam tanpa lemak adalah salah satu dari sumber protein dengan kualitas tinggi. Selain itu, daging tanpa lemak juga kaya zat besi, kolin dan vitamin B lainnya yang dibutuhkan dalam jumlah lebih tinggi selama kehamilan.

Zat besi adalah mineral yang digunakan oleh sel darah merah sebagai bagian dari hemoglobin karena sangat penting untuk mengalirkan oksigen ke semua sel dalam tubuh ibu hamil. Selain itu, ibu hamil juga membutuhkan lebih banyak zat besi karena volume darahnya meningkat, terutama selama trimester ketiga.

Kadar zat besi yang rendah selama awal dan pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Bahayanya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan berat lahir rendah.

Selain dari daging, penyerapan zat besi juga dapat diperoleh dari makanan kaya vitamin C, seperti jeruk atau paprika ya, Bunda.

Bunda, simak juga cerita dr. Reisa yang tidak sadar hamil dan loncat dari atas kapal dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi