kehamilan

Cerita Ibu dengan Dua Rahim, Dua Kali Lahiran dalam Jarak Sebulan

Asri Ediyati Minggu, 31 Mar 2019 17:32 WIB
Cerita Ibu dengan Dua Rahim, Dua Kali Lahiran dalam Jarak Sebulan
Jakarta - Seorang ibu muda asal Bangladesh bernama Arifa Sultana, melahirkan bayi dua kali dalam jarak satu bulan. Sultana pertama kali melahirkan bayi laki-laki di akhir bulan Februari lalu.

Hanya berselang 26 hari, ia kemudian melahirkan anak kembar. Menurut dokter kandungan yang menanganinya, dr.Sheila Poddar dari Ad-Din Hospital, di Dhaka, sebelumnya Sultana melahirkan di rumah sakit yang berbeda. Namun, kurang dari empat minggu, ia masuk ke rumah sakit secara mendadak karena ada keluhan di perut bagian bawah.

"Dia (Sultana) datang ke rumah sakit mengeluh sakit perut bagian bawah," kata Poddar dikutip dari CNN.

Dokter melakukan USG dan menyadari Sultana sedang mengandung anak kembar. Sultana memiliki dua uterus, suatu kondisi yang disebut uterus didelphys. Bayi pertamanya dan si kembar dikandung dan tumbuh dalam rahim yang terpisah.

"Dia tidak melakukan USG sebelum persalinan pertama, jadi itu (kehamilan si kembar) terlewatkan," kata Poddar.
Cerita Ibu dengan Dua Rahim, Dua Kali Lahiran dalam Jarak SebulanCerita Ibu dengan Dua Rahim, Dua Kali Lahiran dalam Jarak Sebulan/ Foto: iStock


Poddar dengan cepat melakukan operasi caesar untuk bisa mengeluarkan anak kembar dari rahim. Untungnya, ketiga anak Sultana lahir aman dan sehat. Begitu pula dengan kondisi Sultana yang baik-baik saja.

Ibu yang memiliki dua uterus adalah kejadian yang langka. Ketika rahim berkembang, biasanya berasal dari dua tabung, dan tabung-tabung itu menyatu bersama.

"Namun, bagi beberapa wanita seperti Sultana, fusi (penyatuan) tidak terjadi dan dinding pembagi tidak larut," kata Dr. SN Basu, kepala kebidanan dan ginekologi di rumah sakit Max Healthcare di New Delhi.

Uterus didelphys adalah kelainan bawaan yang langka, dan terjadinya kehamilan kembar memiliki angka kejadian satu banding sejuta. Demikian menurut National Institutes of Health.

Ketika di USG biasanya akan terlihat, maka dari itu jarang ditemukan kasus yang sama seperti dialami Sultana.

"Dari daerah pedesaan, orang tidak tahu apa yang salah dengan mereka. Mereka tidak tahu berapa banyak anak yang mereka kandung dan kadang-kadang mereka juga tak tahu kalau sedang hamil," kata Basu.


[Gambas:Instagram]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi