kehamilan

Cara Sandra Dewi Memberi Stimulasi pada Janin di Kandungannya

Yuni Ayu Amida Sabtu, 01 Jun 2019 03:00 WIB
Cara Sandra Dewi Memberi Stimulasi pada Janin di Kandungannya
Jakarta - Artis Sandra Dewi saat ini tengah mengandung anak kedua, Bunda. Usia kandungannya pun sudah menginjak bulan ketujuh.

Beberapa waktu lalu, istri Harvey Moeis ini mengunggah foto USG sang jabang bayi di Instagram storiesnya @sandradewi88. Dalam postingan tersebut, dia menyertakan tulisan berisi doa dan harapan pada calon anaknya yang akan lahir dua bulan lagi.

"Dear my second born.. baby MM makasih udah nemenin mami kerja, bangun subuh, selesai tengah malam, shooting berjemur, naik turun bukit..strong yah nak..," tulisnya, dilansir InsertLive.


"Sama kayak kakaknya @raphaelmoeis yg baru diperut 2 bulan udah naik turun bukit, naik pesawat, kereta, shooting terus.. Di dalam perut udah diajarin kerja keras yah nak..hidup itu harus berjuang..ga sabar ketemu 2 bulanan lagi." lanjutnya.


Tak hanya doa, perempuan kelahiran Pangkal Pinang ini pun mengucapkan terima kasih karena calon adik Raphael Moeis ini kuat menemaninya bekerja selama dalam kandungan.

"Makasih anak mami yang selalu kuat nemenin maminya kerja keras selama di dalam perut..love u both..," tambahnya.

Apa yang dilakukan Sandra Dewi ini merupakan contoh dari pemberian stimulasi pada anak sejak dalam kandungan, Bun. Rupanya, hal seperti ini sangat baik lho untuk dilakukan.

Cara Sandra Dewi Memberi Stimulasi pada Janin di KandungannyaFoto: instagram

Psikolog sekaligus pakar stimulasi anak, Dra.Mayke S. Tedjasaputra mengatakan, perkembangan kemampuan motorik maupun kognitif anak tergantung stimulasi yang diberikan orang tua. Pemberian stimulasi ini pun tidak harus menunggu anak besar, namun dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan. Karena makin awal stimulasi diberikan, kemampuan anak akan semakin terasah.

"Misalnya ketika masih dalam kandungan, masih janin, sudah diajak bicara oleh orang tuanya atau didengarkan musik, itu ada pengaruhnya. Jangan dikira tindakan itu sia-sia dan tidak bermanfaat," tutur wanita yang akrab disapa Bunda Mayke ini, dikutip dari detikcom.

Selain itu, Bunda Mayke menambahkan, memberikan stimulasi seperti berbicara kepada janin merupakan bentuk interaksi antara orang tua dan anak. Hal ini akan menambah kedekatan emosional di antara keduanya.


Nah, saat anak sudah lahir, stimulasi bisa diberikan sesuai usianya. Di usia 1 sampai 3 bulan, orang tua bisa memberikan stimulasi dengan mengajak bicara.

"Jadi tahu, anaknya nangis karena apa. Bisa karena bosan, lapar atau mungkin merasa sakit. Ketika interaksi sering dilakukan, otomatis akan membangun kedekatan emosional," paparnya.

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi