HaiBunda

KEHAMILAN

Bahaya Air Ketuban Hijau yang Terhirup Janin

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 12 Jul 2019 09:36 WIB
Bahaya Air Ketuban Hijau yang Terhirup Janin /Foto: iStock
Jakarta - Air ketuban yang normal adalah berwarna bening atau agak kekuningan, Bun. Namun pada beberapa kasus, ada air ketuban yang berwarna hijau.

Dijelaskan dokter Spesialis Obstetri Ginekologi DR. Med. Dr. Calvin Tjong, Sp.OG, air ketuban hijau diakibatkan kontaminasi mekonium, yakni kotoran pertama janin yang masuk dalam cairan ketuban. Keluarnya kotoran ini disebabkan oleh stres yang dialami janin dalam proses persalinan.

"Pada umumnya, air ketuban hijau tidak berdampak apapun pada janin, dengan syarat detak jantung janin selama proses persalinan tetap baik," jelas Calvin, dikutip dari detikcom.

Namun, Calvin menambahkan, bila air ketuban hijau kental, perlu dilakukan pembersihan rongga mulut, rongga hidung, dan jalan pernapasan, sebelum bayi melakukan gerakan pernapasan yang pertama. Hal ini agar air ketuban berwarna hijau kental ini tidak terhirup ke dalam paru-paru, yang bisa mengakibatkan gangguan pernapasan.

Melansir dari Kids Health, air ketuban hijau akibat mekonium yang terhirup bayi ini biasa disebut sindrom aspirasi mekonium (MAS) atau aspirasi mekonium. Mekonium yang dihirup bayi dapat memblokir sebagian atau seluruh saluran udara bayi.

Meskipun udara dapat mengalir melewati mekonium saat bayi bernapas, tapi saat mekonium terperangkap bisa jadi penyumbatan pada saluran pernapasan. Itu artinya, mekonium mengiritasi saluran udara bayi dan membuatnya sulit bernapas.


Lebih lanjut, MAS dapat mempengaruhi pernapasan bayi, termasuk menyebabkan iritasi kimia pada jaringan paru-paru, sumbatan jalan napas oleh sumbat mekonium, infeksi, dan inaktivasi surfaktan oleh mekonium. Surfaktan yakni zat alami yang membantu paru-paru mengembang dengan baik.

Tingkat keparahan MAS tergantung pada jumlah mekonium yang dihirup bayi, serta kondisi yang mendasarinya. Kondisi tersebut seperti infeksi di dalam rahim atau postmaturitas, yaitu keadaan ketika bayi lewat waktu perkiraan lahir, atau lebih dari 40 minggu usia kehamilan.

Secara umum, semakin banyak mekonium yang dihirup bayi, kondisinya bisa makin serius. Meskipun 6 hingga 25 persen bayi baru lahir memiliki cairan ketuban bernoda mekonium, hanya sekitar 11 persen dari mereka yang memiliki risiko MAS. Tetap waspada ya, Bunda.

Simak juga video soal cara benar memandikan bayi ini ya, Bun.


(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK