kehamilan

Tega Tusuk Istri yang Hamil Besar, Pria Ini Nangis Diancam 10 Tahun Bui

Annisa Karnesyia Senin, 18 Nov 2019 14:41 WIB
Tega Tusuk Istri yang Hamil Besar, Pria Ini Nangis Diancam 10 Tahun Bui
Jakarta - Publik Malaysia dihebohkan dengan pemberitaan seorang pria bernama Zulkifli Taib, menusuk istrinya yang hamil pada 8 November 2019 lalu. Seminggu berlalu, Zulkifli akhirnya menjalani persidangan di Mahmakah Seksyen Kuala Lumpur.

Melansir dari mStar, pria 38 tahun itu terlihat menangis saat hakim membacakan tuntutan. Berdasarkan isi tuduhan, Zulkifi diketahui menusuk istrinya dengan pisau dan melukai bagian limpa.

Jika terbukti bersalah, Zulkifi akan dipenjara 10 tahun atau didenda sesuai aturan. Bisa juga dihukum penjara dan denda.


Sedangkan, jaksa penuntut umum Nurliyana Mohd Jafri meminta pengadilan untuk memasukkan Zulkifli ke Hospital Bahagia, rumah sakit mental untuk menjalani pemeriksaan. Faktanya, tertuduh dianggap secara mental tidak kompeten, Bun.

Ia diketahui punya janji untuk datang ke Klinik Kesehatan Putrajaya pada 6 Desember mendatang.

Dalam laporan yang diterima minggu lalu, Zulkifli diketahui menikam istrinya yang hamil 37 minggu. Hingga kini belum diketahui sebabnya.

Istri Zulklifi, dalam keadaan terluka, menyetir sendiri mobilnya ke rumah sakit. Setelah menjalani perawatan medis, dia dan bayinya lahir dengan selamat.

Ilustrasi pasangan bertengkarIlustrasi pasangan bertengkar/ Foto: iStock

Tentunya sangat disayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Wanita hamil yang mengalami kekerasan secara mental dan fisik bisa saja meninggalkan trauma yang memengaruhi bayinya sebelum atau sesudah lahir.

Michael Ungar, Ph.D, penulis buku Change Your World: The Science of Resilience and the True Path to Success, mengatakan, di dunia diperkirakan sekitar 3 sampai 4 persen wanita mengalami trauma selama hamil. Angka ini meningkat secara drastis menjadi 39 persen untuk wanita yang hidup dengan pasangan yang suka melakukan kekerasan.

"Kondisi ini buruk bagi janin karena stres pada ibu bisa memprogram anak di dalam kandungan. Artinya, bayi lahir dengan hypervigilance (kecemasan) atau hypovigilance (perilaku menghindar) karena menerima tekanan dari ibunya saat hamil," kata Ungar, dilansir Psychology Today.

Salah satu trauma yang dikhawatirkan terjadi adalah post-traumatic stress disorder (PTSD). Ibu hamil bisa mengalaminya sebelum atau setelah melahirkan.

Ungar menyarankan, sebisa mungkin mengurangi paparan kekerasan. Ibu hamil yang mengalami kekerasan secara emosional dan fisik bisa mendapatkan masalah psikologis setelah melahirkan.

"Jika mengalami kekerasan dari pasangan dan meningkat selama kehamilan, sebaiknya segera cari bantuan dan bicara pada penyedia layanan kesehatan, profesional, dan meminta bantuan hukum," ujar Ungar.

Bunda, simak juga cara mengatasi preeklampsia pada ibu hamil di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi