kehamilan

Induksi di Usia 41 Minggu Kehamilan Kurangi Risiko Bayi Lahir Mati

Asri Ediyati Selasa, 26 Nov 2019 06:56 WIB
Induksi di Usia 41 Minggu Kehamilan Kurangi Risiko Bayi Lahir Mati
Jakarta - Umumnya bayi akan lahir di usia kehamilan 40 minggu. Namun, jika kehamilan masih berlangsung hingga 41 minggu, penelitian terbaru dari Swedia menyarankan untuk segera diinduksi. Hal ini dapat mengurangi jumlah kematian bayi akibat lahir mati atau still birth.

Penelitian ini dibuat khusus untuk mencoba jawab pertanyaan tentang keamanan membiarkan kehamilan berlanjut melampaui 41 minggu. Sebanyak 2.760 wanita hamil dengan usia rata-rata 31 diteliti, tanpa komplikasi di salah satu dari 14 rumah sakit Swedia antara 2016 dan 2018. Setengah secara acak ditugaskan untuk induksi pada 41 minggu dan sisanya untuk 'manajemen kehamilan' hingga 42 minggu.


Kesehatan umum bayi dan ibu tidak berbeda antara kedua kelompok. Namun, bayi yang diinduksi pada usia 41 minggu cenderung tidak mendapatkan perawatan neonatal spesialis atau memiliki komplikasi seperti penyakit kuning. Tetapi ada enam bayi meninggal setelah melampaui 41 minggu tanpa induksi.


"Menginduksi kelahiran pada usia 41 minggu dapat mencegah satu kematian pada 230 kehamilan akhir," demikian ditulis peneliti.

Dr. Sarah Stock, konsultan kesehatan ibu dan anak di University of Edinburgh, mengatakan sekarang akan sulit untuk tidak menawarkan induksi kepada setiap wanita pada usia 41 minggu. "Penelitian ini menambah bukti yang berkembang bahwa induksi persalinan, pada atau di luar masa kehamilan, lebih aman untuk bayi, tanpa meningkatkan operasi caesar atau komplikasi lain untuk ibu," katanya.

"Studi Swedia yang dilakukan dengan hati-hati ini menunjukkan bahwa menawarkan wanita hamil induksi persalinan di usia kehamilan 41 minggu, daripada menunggu sampai usia kehamilan 42 minggu itu dapat mengurangi kematian bayi," kata Stock.

Di Inggris sendiri ada kebijakan, jika kehamilan berlanjut melebihi 41 minggu. Praktik saat ini adalah untuk menginduksi di usia kehamilan 42 minggu. Akan tetapi penulis penelitian dari Swedia mengatakan, beberapa studi yang lebih kecil telah menyarankan risiko kepada bayi kematian atau bahaya telah meningkat secara signifikan di 41 minggu.

"Risiko lahir mati meningkat secara bertahap dari usia kehamilan 39 minggu dan meningkat secara eksponensial saat kehamilan mendekati 42 minggu," tulis asisten profesor Ulla-Britt Wennerholm dari Universitas Gothenburg dan rekan-rekannya di British Medical Journal.

Sementara itu, menurut Profesor Alexander Heazell, juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynecologists dan direktur klinis Tommy's Research Center on Stillbirth, mengatakan kehamilan yang mencapai atau melewati 41 minggu biasanya aman dan mudah tetapi ada sedikit peningkatan risiko kelahiran mati.

"Kami sedih dengan laporan bayi yang meninggal saat uji coba penelitian di Swedia. Kehilangan bayi adalah tragedi yang menghancurkan bagi orang tua, keluarga yang lebih luas, dan profesional kesehatan yang terlibat," katanya.

"Pedoman di Inggris saat ini merekomendasikan bahwa induksi persalinan harus ditawarkan kepada wanita dengan kehamilan tanpa komplikasi yang melampaui 41 minggu untuk menghindari risiko kehamilan yang berkepanjangan, termasuk kelahiran mati. Kami mendukung tinjauan berkelanjutan dari pedoman klinis ketika bukti baru muncul untuk memastikan praktik terbaik," ujarnya dilansir Guardian.

Simak juga tips agar kulit tidak kering saat hamil melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi