HaiBunda

KEHAMILAN

Diabetes Saat Hamil Tak Harus Minum Obat, Ini Anjuran Dokter

Yuni Ayu Amida   |   HaiBunda

Jumat, 13 Dec 2019 08:20 WIB
Diabetes Saat Hamil Tak Harus Minum Obat, Ini Anjuran Dokter /Foto: iStock
Jakarta - Kehamilan yang sehat adalah impian setiap wanita. Tapi mungkin tak semua bisa merasakannya, karena ada beberapa wanita yang harus menjalani kehamilan dengan berbagai kondisi, seperti diabetes saat hamil.

Menurut dr.Karno Suprapto, Sp.OG, dari Mayapada Hospital, sebetulnya yang menyebabkan diabetes pada kehamilan adalah kehamilan itu sendiri. Jadi agak susah untuk mencegah diabetes pada kehamilan, terutama kalau Bunda mempunyai risiko.


"Risiko itu antara lain, mungkin dari keluarga ayah atau ibu ada yang pernah menderita penyakit gula," tutur Karno, dalam siaran live Instagram bersama HaiBunda, beberapa waktu lalu.


Selain itu, berat ringannya penyakit gula dalam kehamilan tergantung dari kapan ditemukan penyakit gula tersebut. Tapi secara medis, diabetes kehamilan baru muncul setelah kehamilan mencapai 24 sampai 28 minggu. Karno juga mengatakan, untuk penanganannya, tergantung dari derajat kesakitannya.

"Misalnya ada beberapa yang hanya diobati dengan obat-obatan, tapi ada juga yang hanya dengan mengatur diet dan berolahraga," jelas Karno.

Lebih lanjut Karno menerangkan, gejala diabetes kehamilan sering tidak terlihat. Bahkan banyak ibu hamil yang tidak merasakan apapun. Hal tersebut biasanya baru bisa diketahui setelah melakukan pemeriksaan gula darah di laboratorium.

Diabetes Saat Hamil Tak Harus Minum Obat, Ini Anjuran Dokter /Foto: iStock


Itu sebabnya, Bunda yang punya risiko diabetes bahkan sebelum hamil harus melakukan pengecekan sedini mungkin saat tahu dirinya hamil. Sebab diabetes pada kehamilan bisa menyebabkan dampak buruk pada kehamilan itu sendiri.

"Kalau itu tidak diketahui, tidak dideteksi dan obati dengan baik, ibu harus hati-hati. Pernah dengar preeklampsia? Kemungkinan jadi preeklampsia sangat tinggi," jelas Karno.

Tak hanya itu, diabetes pada kehamilan juga bisa mengganggu jantung dan ginjal ibu. Efek pada bayi pun tak kalah menakutkan. Karena bisa menyebabkan kemungkinan anak lahir tidak normal.

"Kadang-kadang bayi tumbuh sangat besar sehingga sulit dilahirkan normal, setelah lahir si bayi bisa mengalami kekurangn gula, dan kalau tidak diketahui bisa membahayakan keselamatan si bayi," tukasnya.


Simak juga tips cepat hamil ala dr.Reisa dalam video berikut,

(yun/muf)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

Mom's Life Amira Salsabila

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Kehamilan Annisa Karnesyia

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Parenting Maya Sofia Puspitasari

7 Tanda Anak yang Benar-Benar Terdidik Menurut Pakar

Parenting Natasha Ardiah

Kisah Bunda Memiliki 'Payudara Ketiga' Usai Melahirkan, Ketahui Penyebabnya

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Kiyomi Anak Jennifer Bachdim Curi Perhatian, Suka Latihan Hyrox & Ikut Ajang Lari

7 Public Figure yang Hamil dengan Jarak Berdekatan, Lesti Kejora hingga Istri Rigen

Edutrip Ceria! Winner's Squad Menjelajah Hong Kong Bareng Nutrilon Royal & Indomaret

Berapa Kali Normalnya Bayi Baru Lahir BAB?

5 Potret Terbaru Ashanty Makin Langsing Usai Sukses Diet IF & Olahraga

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK