Sign Up search


kehamilan

5 Hal Tak Terduga yang Bisa Terjadi Saat Bunda Melahirkan: Muntah hingga BAB

Annisa Afani Kamis, 05 Mar 2020 07:02 WIB
5 Hal Tak Terduga yang Bisa Terjadi Saat Bunda Melahirkan: Muntah hingga BAB caption
Jakarta - Ada beberapa hal yang dapat terjadi saat ibu yang akan melahirkan berada di meja persalinan. Terjadinya kontraksi dan nyeri pasti dirasakan oleh Bunda. Tapi, ada beberapa hal lain yang mungkin tanpa disadari ibu jelang bersalin juga terjadi.

Beberapa hal tersebut adalah hal yang umum, dalam arti tidak berbahaya. Namun, kadang beberapa hal lainnya justru membutuhkan perawatan berkelanjutan. Berikut beberapa kejadian yang dapat terjadi saat melahirkan seperti dilansir Parents:


1. Buang air besar


Saat melahirkan, otot yang digunakan untuk mendorong bayi sama dengan otot yang biasa digunakan saat BAB. "Ini merupakan hal umum jika ibu buang air besar saat melahirkan. Artinya otot yang ibu gunakan saat mendorong bayi untuk keluar sudah tepat." kata Nita Landry, MD, dokter obgyn dan Co-Host The Doctor.
Selain itu, Landry juga menambahkan bahwa dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa BAB selama persalinan dapat memberi bayi bakteri usus yang baik untuk kesehatan jangka panjangnya.

2. Mual dan muntah

Mual dan muntah ternyata tidak hanya terjadi saat hamil di trimester awal. Ini juga dapat terjadi bahkan di tengah proses persalinan berjalan.

"Saat melahirkan, ibu yang diberi epidural (bius lokal) akan mengalami penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan muntah," kata Sherry Ross, MD, dokter obgyn di California.

3. Persalinan yang lama

Tahap melahirkan akan meliputi 3 fase dalam prosesnya, yakni fase laten (persalinan dini), fase aktif, dan fase transisi. Untuk fase laten yang berkepanjangan, dapat berlangsung hingga 20 jam bagi ibu yang pertama kali melahirkan.

"Persalinan laten yang berkepanjangan bisa melelahkan dan kadang membuat frustrasi bagi ibu yang melahirkan. Namun, hal ini jarang menimbulkan komplikasi lain, atau bahkan menjadi indikasi melahirkan caesar," kata dr Landry

Jika serviks lama saat meregang dan melebar, Bunda bisa mencoba untuk lebih rileks dengan dengan tidur, jalan-jalan, atau mandi menggunakan air panas. "Begitu serviks melebar 6 cm, itu artinya sudah dalam persalinan aktif. Saat masuk fase persalinan aktif, jika serviks tetap tidak melebar secepat yang diharapkan direkomendasikan untuk melakukan operasi caesar untuk menghindari komplikasi," tambah Landry.

4. Persalinan cepat

Persalinan cepat biasanya terjadi saat bayi dapat lahir kurang dari 3 jam setelah dimulainya kontraksi. "Kebanyakan ibu menganggap ini hal yang positif, Namun ada beberapa kekhawatiran jika persalinan terjadi dengan cepat," kata Landry


Hal yang sering jadi kekhawatiran utama jika terjadinya persalinan cepat ialah kurangnya waktu dalam perjalanan ke rumah sakit atau tempat bersalin. Ini penting agar mengupayakan ibu yan akan melahirkan untuk dapat diberikan obat penghilang nyeri, dan melahirkan di tempat yang steril dan di bawah kontrol dokter atau bidan.

Selain itu, potensi masalah yang dapat timbul lainnya adalah peningkatan risiko robeknya serviks, pendarahan pada vagina, atau risiko infeksi pada pada bayi karena dilahirkan tidak ditempat yang steril.

5. Vagina robek

Sudah menjadi hal umum jika daerah antara vagina dan anus harus robek saat persalinan jika lubang untuk dilalui bayi saat keluar tidak terbuka cukup lebar. Menurut dr Landry, sekitar 90 persen ibu melahirkan mengalami robek vagina selama persalinan. Dan dalam beberapa kasus, dokter memang harus melakukan sayatan untuk memperbesar vagina robek apalagi jika bahu bayi terjebak di belakang tulang panggul ibu terjadi.

Bunda juga bisa nonton mual pagi hari sebagai tanda hamil anak perempuan pada video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]




(AFN/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi