sign up SIGN UP search


kehamilan

Mitos dan Fakta Hamil Kosong yang Perlu Bunda Tahu

Annisa Afani Rabu, 10 Jun 2020 10:55 WIB
pregnant young woman caption
Jakarta -

Sebagian ibu tak menyadari bahwa dirinya sedang hamil kosong atau blighted ovum. Itu karena mereka masih mengalami tanda-tanda kehamilan, seperti pusing, mual hingga morning sickness.

Adapun penyebab hamil kosong diakibatkan oleh ketidakcocokan kromosom sehingga kualitas sperma dan sel telur yang tidak bagus, sehingga pembuahan yang diharapkan tidak dapat terjadi sebagaimana mestinya.

Bunda perlu memahaminya secara lengkap tentang hamil kosong agar tidak memahaminya secara setengah-setengah. Untuk itu, HaiBunda telah merangkum tentang fakta dan mitos hamil kosong yang perlu Bunda ketahui dari sejumlah sumber:


1. Penyebab hamil kosong

Banyak ahli berpendapat bahwa kehamilan tidak normal ini akibat kromosom, kualitas sperma maupun sel telur yang kurang baik, Bunda.

Karena hal tersebut, maka proses pembuahan yang terjadi pun mengalami gangguan dan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akibatnya, janin yang diharapkan tidak berkembang, melainkan hanya plasenta serta ketuban kosong yang tumbuh di rongga perut.

2. Terjadi di trimester 1

Kehamilan kosong dapat terjadi, bahkan sebelum ibu menyadari bahwa dirinya hamil, lho Bunda. Hamil kosong terjadi pada trimester pertama, biasanya baru terdeteksi antara usia kehamilan ke-8 hingga 13 minggu lewat pemeriksaan USG.

3. Gejala

Biasanya ibu yang mengalami hamil kosong hanya merasakan gejala yang sama dirasakan ibu hamil pada umumnya. Seperti hasil tes positif pada test pack, jadwal menstruasi yang terlambat, serta meningkatnya hormon, dan morning sickness. Namun ibu juga akan mengalami gejala keguguran, seperti bercak darah dari vagina, atau kram yang hebat di area perut.

Shot of unhealthy young woman with stomachache leaning on the bed at home.Ilustrasi kram perut/ Foto: iStock

Setiap perempuan terkadang memiliki gejala yang berbeda, Bunda. Bahkan mungkin saat keguguran ia tidak merasakan gejala apapun termasuk kram. Oleh sebab itu, apabila Bunda mulai merasakan beberapa gejala awal kehamilan, segera melakukan pemeriksaan USG, ya.

4. Perlukah kuret?

Tubuh ibu yang mengandung memang memiliki naluri alami untuk mengeluarkan jaringan calon janin yang gagal. Namun meski begitu, akan dibutuhkan waktu yang lama hingga beberapa minggu atau bulan agar semua yang ada di rahim dapat meluruh total. Sedangkan prosedur kuret bisa saja dilakukan agar proses pengeluaran jaringan tersebut bisa dilakukan secara langsung.

5. Konsumsi obat

Selain kuret, hamil kosong ini juga dapat diatasi dengan mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter. Obat akan bekerja dengan menginduksi dan membantu tubuh meluruhkan jaringan yang tersisa di rahim.

Namun mengonsumsi obat dapat menimbulkan gejala lain. Misalnya, kram perut, pendarahan, mual, pusing hingga muntah.

6. Bisakah dicegah?

Secara umum dan dalam banyak kasus yang telah dipelajari, kehamilan kosong ini tidak dapat dihindari ataupun dicegah, Bunda. Biasanya wanita hanya mengalami sekali kehamilan kosong.

7. Dikaitkan dengan mistis

Sebagian masyarakat percaya bahwa hamil kosong berkaitan dengan hal-hal mistis. Mereka menyebutkan bahwa perut yang membesar, namun kosong akibat dari perbuatan makhluk halus yang mencuri janin.

Jika dipahami dari segala aspek penyebabnya secara medis dan ilmiah, tentunya pendapat tersebut sama sekali tidak ada kaitannya sama sekali, Bunda.

Bunda, simak juga yuk ciri hamil yang dapat dilihat dari perubahan kulit seperti dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi