sign up SIGN UP search


kehamilan

Cara Menghilangkan dan Merawat Bekas Luka Operasi Caesar

Annisa Afani Kamis, 18 Jun 2020 18:00 WIB
Surgeons performing C-Section in operating room. caption
Jakarta -

Saat bayi dalam posisi yang tidak tepat atau ada masalah yang tak memungkinkan untuk lahir normal, opsi yang disarankan dokter dengan operasi caesar. Opsi ini dikenal juga juga sebagai bedah caesar karena harus dilakukan dengan menyayat bagian perut hingga ke rahim.

Bedah caesar ini sangat umum dan aman untuk dilakukan Bunda yang akan melakukan persalinan. Namun, nantinya akan ada bekas luka sayatan yang ditinggalkan.

Berita baiknya adalah bekas luka caesar bisa memudar hingga nyaris tidak terlihat. Meski luka bekas operasi caesar bagi beberapa wanita akan meninggalkan bekas tebal seperti keloid, namun jenis bekas luka ini tidak berbahaya, Bunda.


Cara meminimalkan bekas luka operasi caesar

Jika beruntung, bekas luka akan sembuh dengan baik dan hanya akan meninggalkan garis tipis. Cara menghilangkan ukuran dan bekas luka setiap orang akan bervariasi, baik waktu pemulihan hingga bekas luka yang ditinggalkan.

Berikut beberapa tips untuk memperbaiki beberapa bekas luka operasi caesar dikutip dari Healthline dan Healthgrades:

1. Batasi terkena sinar matahari

Bekas luka akan menjadi lebih gelap dan terlihat lebih jelas jika terbakar sinar matahari. Jadi, jauhkan diri untuk melindungi bekas luka operasi caesar dari paparan sinar matahari, setidaknya enam bulan setelah operasi.

2. Pijat bekas luka

Memijat bekas luka secara teratur juga dapat mengurangi penampilannya. Memijat dapat merangsang kulit dan mendorong aliran darah sehingga dapat mendorong pertumbuhan sel yang secara bertahap memudarkan bekas luka.

Pijat bekas luka dengan gerakan memutar menggunakan telunjuk dan jari tengah selama 5 hingga 10 menit sehari. Jika suka, tambahkan krim ke kulit sebelum memijat seperti vitamin E atau gel silikon.

Closeup of woman showing on her belly dark scar from a cesarean section.Ilustrasi bekas luka caesar/ Foto: iStock


3. Terapi laser

Jenis perawatan ini menggunakan sinar laser untuk memperbaiki bagian kulit yang rusak. Terapi laser dapat melembutkan dan memperbaiki penampilan bekas luka, serta menghilangkan jaringan parut agar terangkat.

4. Suntikan steroid

Suntikan steroid tidak hanya dapat mengurangi peradangan dan rasa sakit di seluruh tubuh, namun juga dapat meratakan dan mengurangi penampilan bekas luka.

5. Scar revision

Jika memiliki bekas luka yang terlihat, memperbaikinya dapat dengan cara membuka dan menutup kembali bekas luka, menghilangkan kulit yang rusak dan membuatnya kurang terlihat sehingga menyatu dengan kulit di sekitarnya.

Perawatan umum untuk bekas caesar

Operasi caesar mungkin merupakan prosedur yang aman, tetapi ini masih merupakan salah satu dari operasi besar. Jadi penting untuk merawat bekas sayatan dengan benar untuk mencegah cedera dan infeksi. Beberapa cara yang perlu dilakukan, yakni:

1. Bersihkan sayatan setiap hari

Dalam beberapa waktu mungkin akan terasa sakit, namun tetap saja harus menjaga area tersebut agar tetap bersih. Caranya, alirkan air dan sabun ke bekas sayatan saat mandi atau bersihkan sayatan dengan lembut menggunakan kain tanpa harus digosok. Kemudian keringkan dengan lembut menggunakan handuk.

2. Pakai pakaian longgar

Menggunakan pakaian ketat dapat mengiritasi sayatan, Bunda. Jadi hindari dulu untuk mengenakan pakaian ketat dan beralih pada kemeja longgar, celana joging, atau pakaian longgar lainnya.

Manfaat lainnya dari penggunaan pakaian longgar juga agar membuat sayatan terkena udara, sehingga membantu dalam mempercepat proses penyembuhan.

Bunda, juga sebaiknya menghadiri setiap jadwal pertemuan dengan dokter setelah bedah caesar, sehingga luka dapat dipantau dalam proses penyembuhan. Selain itu, hal ini juga dikatakan penting karena jika terjadi infeksi atau komplikasi, maka dokter dapat mendeteksinya sejak dini.

Bunda, simak juga curhat dr. Reisa usai operasi caesar dalm video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi