sign up SIGN UP search


kehamilan

Berapa Jarak Ideal Bunda Hamil Lagi Pasca Operasi Caesar?

Annisa Afani Senin, 21 Dec 2020 21:00 WIB
Team of doctors and nurses wear masks and gloves and prepare for surgery. caption
Jakarta -

Operasi caesar merupakan metode persalinan alternatif jika Bunda tidak dapat melakukan secara alami atau normal. Biasanya, ibu melahirkan yang menggunakan cara ini tidak dapat dipastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dan kembali normal seperti sedia kala.

Itu karena operasi caesar secara umum bisa disertai dengan lebih banyak komplikasi, rasa sakit, dan waktu pemulihan usai melahirkan. Bahkan, lebih banyak buang air kecil melalui kateter selama 24 jam pertama. 


Kemungkinan, ibu melahirkan bisa membutuhkan waktu hingga beberapa bulan untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari lagi. Sehingga, menunda hamil lagi memang menjadi keputusan yang tepat untuk beristirahat selama pemulihan demi kebaikan ibu dan bayi yang akan dilahirkan berikutnya.


Berapa lama jarak ideal hamil pasca operasi caesar?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk menunggu selama 2 tahun setelah melahirkan sebelum hamil lagi, terlepas apakah wanita pernah menjalani operasi caesar atau tidak. Ini berarti idealnya ada jarak usia dua tahun sembilan bulan antara kelahiran bayi.

Sementara bagi ibu yang pernah melahirkan caesar, beberapa ahli menyarankan, lebih baik menunggu 12 hingga 15 bulan. Sementara lainnya menyarankan jeda antara 18 hingga 24 bulan, Bunda.

"Dalam mempertimbangkan kapan aman untuk hamil lagi, kami melihat interval antar kehamilan (IPI). Ada bukti yang menunjukkan bahwa jika IPI pendek, kurang dari 18 bulan, memiliki risiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi pada kehamilan berikutnya," kata Pamela Promecene, MD, profesor dan dokter kandungan di McGovern Medical School di UTHealth, dikutip dari Parents.

Pada sebagian operasi caesar, sayatan dibuat di perut dan rahim tepat di sepanjang bagian atas rambut alat vital wanita. Ini biasanya akan sembuh dengan baik dalam tiga bulan setelah bayi dilahirkan.

Namun, semakin lama, semakin kuat penyembuhannya. Dan penyembuhan yang kuat dapat menyebabkan lebih sedikit masalah seiring waktu. Ini sangat penting bagi wanita yang ingin melahirkan secara normal.

"Semakin lama bekas luka Anda sembuh, semakin baik, terutama jika Anda ingin melahirkan secara normal di lain waktu," kata Dr Ashwini Nabar, ahli kandungan dan ginekolog, dikutip dari BabyCenter.

Dijelaskan pula bahwa memiliki IPI lebih lama ini tak hanya menguntungkan bagi ibu yang melahirkan caesar saja, Bunda. Menurut para ahli, tubuh wanita yang melahirkan normal sebenarnya juga membutuhkan waktu untuk pulih dari stres di kehamilan terakhir sekaligus untuk mengisi nutrisi. Dengan begitu, dapat mengurangi risiko adanya masalah kesehatan bayi di masa depan.

Risiko hamil terlalu cepat pasca operasi caesar?

Operasi caesar adalah operasi besar dan wanita membutuhkan waktu untuk sembuh sepenuhnya. Jika tidak, wanita akan berisiko lebih tinggi mengalami berbagai masalah.

Mengutip dari Healthline, hasil penelitian menunjukkan bahwa kehamilan yang terjadi dalam waktu kurang dari enam bulan setelah operasi caesar dapat meningkatkan risiko komplikasi, Bunda. Jika Bunda ingin mencoba persalinan secara normal di masa depan, maka perlu untuk mempertimbangkan hal ini dengan lebih matang.

Berikut ini beberapa risiko yang dapat mengancam jika hamil terlalu cepat pasca operasi caesar, dikutip dari beberapa sumber:

1. Ruptur uteri

Penelitian menemukan bahwa hamil kurang dari 2 tahun setelah operasi caesar dapat meningkatkan risiko terjadinya ruptur uteri atau perdarahan akibat robeknya dinding uterus menjadi lebih tinggi saat melahirkan normal.

Menurut sebuah penelitian pada 2010, ditemukan bahwa tingkat komplikasi ini akan meningkat terhadap:

  • Hampir 5 persen pada wanita dengan rentang waktu kurang 18 bulan dari hamil sebelumnya.
  • Hampir 2 persen pada wanita yang menunggu selama 18 sampai 23 bulan
  • Lebih dari 1 persen pada wanita yang menunggu 24 bulan atau lebih.

2. Kelahiran prematur

Menurut dua studi yang diterbitkan oleh International Journal of Obstetrics & Gynaecology (BJOG) dan Public Library of Science (PLOS One) pada 2019, dibenarkan bahwa adanya tingkat kelahiran prematur yang lebih tinggi secara statistik, yaitu pada ibu yang pernah menjalani operasi caesar sebelumnya. Peneliti pun menduga hal ini mungkin diperburuk oleh periode waktu yang lebih pendek di antara kehamilan, tetapi pada titik ini, hal tersebut belum dipelajari dengan cukup cermat untuk memastikannya.

Dengan kata lain, risiko ini mungkin tak berlaku dan terjadi pada setiap wanita, Bunda. Ini semua dapat bergantung pada kesehatan ibu, serta dibutuhkan kontrol dari dokter selama kehamilan agar semuanya dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Ini mungkin terdengar mengkhawatirkan, tetapi risiko pecah dan masalah pada plasenta masih sangat kecil," ucap Nabar.

Apakah harus melahirkan dengan operasi caesar lagi?

Di masa lalu, sebagian besar ibu mungkin tidak disarankan untuk mencoba melahirkan secara normal pasca operasi caesar. Itu karena sebelumnya belum ada penelitian yang dapat memastikan keamanannya.

"Tidak ada cukup penelitian di bidang ini, tetapi satu analisis menunjukkan bahwa wanita yang menunggu lebih dari 18 bulan setelah operasi caesar sebelum hamil lagi memiliki peluang lebih tinggi untuk berhasil melahirkan normal," ungkap Nabar.

Namun, hal tersebut kini tak perlu dikhawatirkan. Dengan ilmu pengetahuan dan penelitian yang sudah dilakukan, ibu hamil dapat memiliki pilihan yang dianggap benar-benar aman dan layak untuk melahirkan sesuai saran dokter, meskipun sebelumnya pernah lebih dari dari satu kali melakukan operasi caesar.

Dalam banyak kasus, melahirkan secara normal pasca caesar juga dianggap bisa lebih aman daripada operasi caesar berulang lho, Bunda. Ini karena dapat membantu ibu untuk pulih lebih cepat dan menghindari adanya risiko infeksi.

Meskipun demikian, kemampuan ibu untuk melahirkan secara normal tergantung pada kehamilan dan riwayat operasi caesar sebelumnya juga. Perlu diketahui, selalu ada kemungkinan sayatan caesar sebelumnya bisa pecah selama persalinan, terutama jika sayatan vertikal.

Nah jika ingin hamil lagi pasca operasi caesar, ibu hamil perlu untuk terus memenuhi jadwal kontrol dengan dokter kandungan untuk pemeriksaan pasca persalinan 6 minggu dan ujian ginekologi tahunan. Setiap kali akan bertemu dokter, pastikan untuk bertanya terkait beberapa hal berikut:

1. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan ibu secara menyeluruh, berapa lama waktu yang disarankan untuk mencoba hamil kembali?
2. Apabila usia dan kesuburan mendukung, bisakah hamil lagi dalam waktu kurang dari 24 bulan?
3. Jika kehamilan pasca caesar terjadi lebih cepat, apa saja penanganan yang harus dilakukan dokter dan ibu hamil? Misalnya dengan menjadwalkan pengecekan ultrasound (USG) ekstra untuk memeriksa kesehatan rahim atau plasenta.

Jika usia ibu sudah lebih dari 35 tahun, dan tidak ingin menunggu lebih dari satu atau dua tahun untuk memiliki bayi lagi karena masalah kesuburan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, bicarakan pada dokter. Jika memiliki kehamilan yang sehat, mungkin cukup aman untuk hamil lagi lebih awal, namun tetap ikuti saran dokter, ya.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk curhatan Dr. Reisa yang 'tersiksa' setelah melahirkan caesar dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner YouTube SachaFoto: HaiBunda



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi