sign up SIGN UP search


kehamilan

5 Tanda Akan Melahirkan Bayi Perempuan, Mitos vs Fakta

Yuni Ayu Amida Selasa, 23 Jun 2020 14:30 WIB
Having breakfast at home caption
Jakarta -

Tanda-tanda kehamilan kerap dikaitkan dengan jenis kelamin bayi. Hanya saja, benarkah tanda kehamilan ini akurat dalam menentukan bayi yang akan dilahirkan berjenis kelamin perempuan atau laki-laki?

Mengetahui jenis kelamin bayi lebih cepat sebelum hari kelahiran tentu menjadi hal menguntungkan bagi orang tua. Karena ini artinya mereka dapat mempersiapkan kebutuhan si kecil sebelum ia benar-benar lahir.

Nah, berikut ini 5 tanda-tanda akan melahirkan bayi perempuan, antara mitos dan fakta, dilansir Medical News Today.


1. Perubahan suasana hati yang ekstrem

Perubahan hormon selama kehamilan seringkali dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Beberapa orang berpikir bahwa wanita hamil yang mengandung anak perempuan memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi, sehingga dia lebih moody.

Namun, penelitian tidak mendukung teori ini. Tingkat hormon naik selama kehamilan dan turun setelah melahirkan terlepas dari apakah bayinya laki-laki atau perempuan.

2. Tingkat stres

Jika seorang wanita memiliki tingkat stres yang tinggi sebelum hamil, dia mungkin akan memiliki seorang anak perempuan. Tingkat stres wanita sebelum hamil dapat memengaruhi jenis kelamin bayi. Sebuah studi tahun 2012 menemukan hubungan antara kadar hormon stres kortisol dan rasio kelahiran pria dan wanita.

Dalam studi ini, wanita dengan tingkat kortisol tinggi secara statistik lebih mungkin untuk memiliki anak perempuan. Sebuah studi 2013 menemukan bahwa dalam dua tahun setelah gempa bumi di pulau Yunani Zakynthos, tingkat kelahiran pria menurun.

Para peneliti menduga bahwa peningkatan tingkat stres di komunitas pulau itu memengaruhi rasio kelahiran. Hanya saja, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami dengan benar hubungan antara stres dan jenis kelamin bayi yang belum lahir.

Mother to be getting ready for a partyMother to be getting ready for a party/ Foto: Getty Images/iStockphoto/nicoletaionescu

3. Detak jantung bayi cepat

Pada sekitar 8 hingga 10 minggu kehamilan, Bunda mungkin akan mendengar detak jantung bayi. Banyak orang percaya bahwa detak jantung ini sebagai petunjuk pertama yang mungkin Bunda miliki tentang jenis kelamin bayi. Janin perempuan diduga memiliki detak jantung 140 denyut per menit atau lebih cepat, sementara jantung anak laki-laki berdetak sedikit lebih lambat, pada 140 denyut per menit atau lebih lambat.

Pakar menegaskan bahwa ini tidak benar. Banyak penelitian yang telah mematahkan mitos ini.

4. Mengidam gula atau makanan manis

Wanita sering mengalami ngidam saat hamil. Beberapa orang berpikir jika seorang wanita sering ngidam makanan manis, mungkin ia hamil anak perempuan, sedangkan ngidam makanan asin mungkin mengindikasikan seorang anak laki-laki.

Faktanya, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengidam makanan selama kehamilan menunjukkan jenis kelamin bayi. Hal ini juga ditegaskan Kameelah Phillips, M.D., IBCLC, seorang OB-GYN di Calla Women's Health di New York bahwa hal ini hanyalah mitos dan tidak ada hubungannya.

"Sering dikatakan bahwa ngidam sesuatu yang manis adalah indikasi bahwa seorang gadis kecil akan datang. Namun, tidak ada hubungan langsung antara mengidam makanan manis dan jenis kelamin bayi," jelasnya, dilansir Parents.

5. Kulit berminyak dan rambut kusam

Beberapa orang percaya bahwa ibu hamil yang mengalami kulit berminyak bahkan tumbuh banyak jerawat dan rambut kusam dapat berarti ia mengandung bayi perempuan.

Keyakinan ini tidak berbasis ilmiah. Karena perubahan dalam produksi minyak atau penampilan rambut selama kehamilan mungkin berhubungan dengan perubahan hormon atau perubahan dalam diet.

Phillips juga menegaskan bahwa kulit berminyak maupun rambut kusam ini umum terjadi dalam kehamilan tidak peduli dengan jenis kelamin bayi.

Simak juga ciri hamil dilihat dari perubahan kulit dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi