HaiBunda

KEHAMILAN

Penelitian Baru Sebut Tak Ada Batas Aman Konsumsi Kafein untuk Ibu Hamil

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Kamis, 27 Aug 2020 12:34 WIB
Penelitian Baru Sebut Tak Ada Batas Aman Konsumsi Kafein untuk Ibu Hamil/ Foto: iStock
Jakarta -

Selama ini, kita hanya diberi tahu bahwa ibu hamil dan menyusui perlu membatasi konsumsi kafein. Batas konsumsi kafein tidak lebih dari dua cangkir kopi (200 mg). Namun, sebuah studi terbaru mengatakan bahwa ibu hamil perlu menghentikan konsumsi kafein sepenuhnya.

Kenapa? Alasannya tak lain untuk membantu menghindari keguguran, berat badan lahir rendah dan lahir mati. Penelitian peer-review yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Evidence-Based Medicine ini bertentangan dengan pedoman resmi di Inggris, AS, dan Eropa.

Studi tersebut menyatakan bahwa tidak ada level yang aman untuk konsumsi kafein selama kehamilan. Sebanyak 1.200 penelitian tentang efek obat kehamilan dianalisis dalam studi tersebut.


Mereka menemukan adanya peningkatan risiko kehamilan dan bahkan pengaruhi kesehatan anak-anak di masa depan (leukemia, obesitas).

Penelitian baru oleh Prof Jack James, dari Universitas Reykjavik, menemukan bahwa anjuran konsumsi kafein saat ini tidak konsisten dengan tingkat ancaman yang ditunjukkan oleh kemungkinan bahaya secara biologis, dan bukti empiris yang luas tentang bahaya yang sebenarnya.

James pun mendesak perlu ada revisi dari pedoman atau guidelines tentang level kafein yang dikonsumsi selama kehamilan.

"Bukti ilmiah kumulatif mendukung wanita hamil dan wanita yang mempertimbangkan kehamilan disarankan untuk menghindari kafein," demikian yang tertulis di penelitian itu, dikutip dari The Guardian.

James juga menemukan bahwa 8 dari setiap 9 studi tentang kafein dan keguguran melaporkan adanya hubungan yang signifikan. Lalu, beberapa studi yang dianalisis mengatakan risiko meningkat setiap level kafein ditambahkan.

Penelitian Baru Sebut Tak Ada Batas Aman Konsumsi Kafein untuk Ibu Hamil/ Foto: iStock

Kendati demikian, penelitian ini masih disanksikan beberapa pakar. Para ahli yang tidak terlibat dalam studi mempertanyakan kesimpulan tersebut.

"Tidak perlu untuk 'segera mengubah pedoman saat ini' berdasarkan penelitian ini," kata Dr. Christopher Zahn, wakil presiden kegiatan praktik untuk American College of Obstetricians and Gynecologists.

"Panduan kami tetap bahwa konsumsi kafein dalam jumlah sedang, kurang dari 200 mg per hari, tampaknya tidak menjadi faktor penyebab utama keguguran atau kelahiran prematur," kata Zahn kepada CNN.

Royal College of Obstetricians and Gynecologists Inggris memberikan pernyataan serupa. "Nasihat untuk membatasi asupan kafein hingga 200 miligram (mg) per hari - setara dengan dua cangkir kopi instan - masih berlaku," kata dokter kandungan Dr. Daghni Rajasingam, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynecologists.

"Makalah ini tidak menggantikan semua bukti lain yang menemukan bahwa asupan kafein yang terbatas aman bagi sebagian besar wanita hamil," sambung Rajasingam.

Jika Bunda ragu-ragu, lebih baik konsultasikan ke dokter kandungan Bunda ya.

Simak juga 14 ciri hamil yang jarang disadari melalui video berikut:



(aci/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kakak Putri Diana Ungkap Kondisi Sang Adik yang Jarang Diketahui, Ternyata

Mom's Life Azhar Hanifah

Ini Kebiasaan Parenting Paling Beracun Menurut Psikolog, Ternyata Sering Dilakukan Orang Tua

Parenting Annisa Karnesyia

Potret Keseruan Ira Wibowo dan Sang Putra Radya Road Trip di Jerman

Mom's Life Amira Salsabila

Kasus HIV Meningkat 12 Kali Lipat dalam 15 Tahun, Ini Dampaknya pada Kehamilan

Kehamilan Melly Febrida

Alarm Kesehatan Mental Anak, Kemenkes Umumkan Ratusan Bocah Alami Gejala Depresi

Parenting Asri Ediyati

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

3 Resep Kentang Mustofa Super Renyah Tahan Lama, Tetap Kriuk & Tak Mudah Melempem Meski Sudah Dingin

Ini Kebiasaan Parenting Paling Beracun Menurut Psikolog, Ternyata Sering Dilakukan Orang Tua

Kakak Putri Diana Ungkap Kondisi Sang Adik yang Jarang Diketahui, Ternyata

Kasus HIV Meningkat 12 Kali Lipat dalam 15 Tahun, Ini Dampaknya pada Kehamilan

Alarm Kesehatan Mental Anak, Kemenkes Umumkan Ratusan Bocah Alami Gejala Depresi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK