HaiBunda

KEHAMILAN

9 Penyebab Makrosomia, Kondisi Hamil dengan Janin Berukuran Besar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Aug 2020 15:07 WIB
Penyebab Makrosomia, Kondisi Hamil dengan Janin Berukuran Besar/ Foto: iStock
Jakarta -

Ukuran janin dalam kandungan bisa menentukan proses persalinan. Kondisi janin berukuran besar atau disebut makrosomia, bisa menyebabkan persalinan normal sulit dilakukan.

Makrosomia bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan proses caesar, Bunda. Dikutip dari Healthline, bayi yang lahir dengan kondisi ini bisa memiliki masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes di kemudian hari.

Makrosomia adalah istilah yang menggambarkan bayi lahir dengan ukuran lebih besar. Berat bayi dengan kondisi ini yaitu lebih dari 3,9 kg.


Sementara rata-rata berat bayi yang lahir normal adalah 2,4 hingga 3,9 kg. Bayi dengan makrosomia berada di persentil ke-90 atau lebih berat untuk usia kehamilan jika lahir cukup bulan.

Perawat anak bersertifikat Donna Murray, RN, BSN, mengatakan bahwa tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui berat badan sebenarnya bayi dalam kandungan. Jadi, tidak mungkin untuk mendiagnosis makrosomia secara akurat sampai bayi lahir.

"Banyak hal yang dapat memengaruhi ukuran bayi dalam kandungan. Terkadang para dokter tidak mengetahui penyebabnya. Namun, berat badan, kesehatan, dan genetik bisa berperan," kata Murray, dilansir Very Well Family.

Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: iStock

Meski begitu, seorang wanita dengan faktor risiko tertentu bisa mengalami makrosomia saat hamil. Berikut 9 penyebab atau faktor risikonya:

1. Memiliki gula darah tinggi atau diabetes sebelum hamil atau mengalami diabetes gestasional bisa menyebabkan makrosomia.

2. Jika wanita pernah melahirkan bayi dengan ukuran besar, ada peluang di kehamilan berikutnya juga mengalami hal sama.

3. Bunda kelebihan berat badan sebelum hamil atau saat hamil.

4. Mengandung bayi berjenis kelamin laki-laki.

5. Berasal dari etnis Kaukasia dan Hispanik. Ibu hamil dari etnis ini cenderung memiliki bayi berukuran lebih besar daripada ibu dari etnis lainnya.

6. Kehamilan lebih dari 40 minggu. Semakin lama waktu hamil, bayi dalam kandungan akan semakin besar.

7. Memiliki riwayat keluarga yang hamil dengan kondisi makrosomia atau memiliki bayi berukuran besar.

8. Usia ibu hamil di atas 35 tahun.

9. Mengonsumsi banyak karbohidrat olahan. Penelitian menunjukkan bahwa makanan mengandung karbohidrat glikemik tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan janin berlebih, penambahan berat badan ibu, dan kemungkinan terjadi makrosomia.

Simak juga 14 ciri hamil yang jarang disadari, di video berikut:

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Mom's Life Amira Salsabila

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Parenting Kinan

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

Parenting Tim HaiBunda

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Mom's Life Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari

Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?

Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya

LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!

Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK