kehamilan

Ciri-ciri Hamil dengan Janin Berukuran Besar

Asri Ediyati Jumat, 05 Apr 2019 19:59 WIB
Ciri-ciri Hamil dengan Janin Berukuran Besar
Jakarta - Selama kehamilan, dokter akan memantau ukuran bayi. Kita tahu, pertumbuhan yang baik adalah indikator kesehatan si kecil. Namun, ada beberapa kasus ketika bayi tumbuh lebih dari ukuran normal atau dikenal dengan makrosomia.

Biasanya ukuran bayi normal adalah 3,2 kg - 3,4 kg tapi untuk macrosomia, bayi yang lahir akan memiliki berat lebih dari 4 kg. Apa penyebabnya? Menurut Carol L. Archie, M.D. dari University of California di Los Angeles School of Medicine, diabetes gestasional dan obesitas dapat menyebabkan makrosomia karena bayi biasanya menerima terlalu banyak nutrisi.

"Orang tua besar sering memiliki bayi besar, tetapi kadang-kadang bayi yang berukuran besar karena ibunya mengalami obesitas atau menderita diabetes gestasional selama kehamilannya yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati," kata Archie dikutip dari Birth Injury Guide.

Mungkin sedikit mengkhawatirkan ketika tahu bayi berukuran besar. Oleh karena itu penting untuk kita ketahui ciri-cirinya. Mengutip dari Very Well Family, sebenarnya tak ada cara untuk mengetahui berat badan janin secara pasti saat hamil. Namun, dokter akan memeriksa ukuran bayi dengan enam hal berikut.

1. Mempelajari faktor risiko yang dimiliki ibu

Dokter akan meninjau dari riwayat keluarga, riwayat kesehatan, kehamilan, kesehatan saat ini, berat badan, dan diet. Hal tersebut untuk mengetahui apakah si ibu berisiko memiliki janin berukuran besar atau tidak.

2. Mengukur fundal height

Fundal height adalah jarak dari tulang kemaluan ke puncak uterus yang diukur dalam sentimeter. Setelah 20 minggu kehamilan, ukuran fundal height akan sama dengan jumlah minggu Anda hamil. Misalnya, jika hamil 27 minggu, maka dokter akan memperkirakan fundal height sekitar 27 sentimeter. Demikian dikutip dari Mayo Clinic.
Ciri-ciri Hamil dengan Janin Berukuran BesarFoto: istock

Jika perut berukuran lebih besar dari fundal height, maka kemungkinan sang ibu mengandung bayi besar.

3. Meraba perut

Dokter atau bidan akan meraba sepanjang perut untuk merasakan ukuran dan posisi bayi.

4. Memantau berat badan ibu

Dokter akan memantau kenaikan berat badan dan berbicara tentang pola makan jika sang ibu mengalami kenaikan berat badan yang drastis. Kenaikan berat badan yang berlebihan selama kehamilan dapat menyebabkan bayi yang lebih besar.

5. Periksa lewat USG

Ultrasonografi dapat mengukur ukuran kepala bayi, sekitar perut, dan panjang tulang paha di kaki bagian atas. Pengukuran ini digunakan untuk memprediksi berat bayi.

6. Memeriksa cairan ketuban

Memiliki banyak cairan ketuban disebut polyhydramnios sangat berkaitan erat dengan makrosomia.

[Gambas:Video 20detik]

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi