sign up SIGN UP search


kehamilan

Tips Dapat Pelayanan KB agar Tak Putus Pakai Kontrasepsi Selama Pandemi

Asri Ediyati Minggu, 27 Sep 2020 14:48 WIB
Contraception Education Concept female and male contraceptive, caption
Jakarta -

Angka kehamilan yang melonjak selama pandemi disebabkan oleh banyak faktor. Namun, salah satu faktor yang paling dominan adalah putus pakai kontrasepsi selama pandemi.

Bagi Bunda yang akseptor KB, Deputi Bidang KB KR BKKBN dr. Eni Gustina, MPH, mengatakan bahwa Bunda tidak perlu khawatir dengan putus pakai kontrasepsi. Sebab, BKKBN sudah mengantisipasi ini.

"Tentunya bergeraknya dari penyiapan rantai pasok alokonnya. Karena kalau kita bicara kontrasepsi kita harus menjamin bahwa alokon itu sampai ke masyarakat," papar Eni di acara Webinar Perayaan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 #SadarBerkontrasepsi di Tengah Pandemi via Zoom, baru-baru ini.


Di era pandemi, apabila Bunda adalah akseptor KB, dalam pelayanan dilakukan terlebih dahulu dengan perjanjian. Peran PKB sangat penting menemukan antara calon akseptor dengan petugasnya.

"Dalam PERKA BKKBN, kita sudah menyusun bagaimana pelayanan KB di era adaptasi kebiasaan baru. Di mana dalam pelayanan dilakukan terlebih dahulu dengan perjanjian antara bidan atau PKB," ujar Eni.

BKKBN juga telah meluncurkan aplikasi klik kb pada tanggal 17 September lalu. Klik kb adalah media yang memudahkan tenaga kesehatan, PKB di lapangan untuk bertemu klien atau akseptor KB.

Melalui media ini bisa melakukan komunikasi baik antar bidan dan juga ada alarm ketika akseptor seperti Bunda yang sudah terdaftar aplikasi ini harus memperpanjang kontrasepsi.

Jika Bunda ingin berkunjung ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan layanan KB, BKKBN juga telah mengatur protokol yang diterapkan dalam ruang tunggu pelayanan kesehatan, seperti jarak tunggu 2 meter dan tersedianya wastafel untuk cuci tangan dengan air mengalir.

Lalu, di ruang konsultasi, nakes memakai APD lengkap dan face shield. Juga, jarak nakes dan akseptor dibatasi 2 meter sehingga Bunda enggak perlu lagi khawatir.

Namun, jika di area Bunda tidak tersedia atau tempat pelayanan KB tutup (puksesmas dan posyandu) maka Bunda bisa gunakan layanan pesan antar dari petugas kesehatan.

Terakhir, apabila tidak memungkinkan pergi dan dalam kondisi terdesak, Bunda dan Ayah bisa gunakan kondom sebagai pilihan alat kontrasepsi.

"Dengan demikian kita bisa mencegah putus pakai kontrasepsi selama adanya pandemi COVID-19, yang diduga sebanyak 10 persen terjadi putus pakai kontrasepsi," kata Eni.

Simak juga cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi