sign up SIGN UP search


kehamilan

8 Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami Tanpa KB, Bunda Perlu Tahu

Asri Ediyati Sabtu, 29 Aug 2020 08:04 WIB
Young woman hand holding red clock Ovulation test strip with calendar in background. Positive result. It is a time for baby.Gynecology concept caption
Jakarta -

Mencegah kehamilan bisa Bunda dan suami lakukan dengan berbagai cara. Ada banyak metode kontrasepsi yang bisa Bunda pilih mulai dari metode alami hingga memakai alat seperti intrauterine device (IUD) untuk mencegah kehamilan.

Bicara soal metode kontrasepsi, tentu masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya Bunda memilih metode kontrasepsi alami untuk mencegah kehamilan. Kelebihannya yaitu alami dan tubuh tidak akan menerima 'benda asing' dari luar (pil KB, spiral).

Sementara kekurangannya, angka keberhasilan untuk mencegah kehamilannya lebih rendah dibandingkan metode kontrasepsi yang menggunakan alat atau hormon.


Lalu, kalau Bunda pilih IUD, kelebihannya jelas paling berhasil mencegah kehamilan. Mengutip Healthline, jangka waktu penggunaannya juga panjang, bisa mencapai 3-10 tahun. Sementara kekurangannya, ada risiko pendarahan, keputihan, dan bisa juga kebobolan jika IUD bergeser dalam rahim.

Jadi, apapun metodenya ada kelebihan dan kekurangannya ya, Bunda. Namun, kembali lagi ke masing-masing individu. Meskipun sudah tahu kelebihan dan kekurangannya, setiap pasangan berhak memilih cara mencegah kehamilan yang menurut mereka efektif.

Nah, kali ini HaiBunda akan mengulas delapan cara mencegah kehamilan secara alami tanpa KB. Apa saja? Berikut uraiannya:

1. Memeriksa tanda kesuburan

Metode mencegah kehamilan ini didasarkan pada tubuh Bunda sendiri. Dilakukan tanpa perangkat, tanpa obat, gratis atau berbiaya rendah, aman, dan cukup efektif jika Bunda melakukannya dengan cara yang benar.

Pada dasarnya, dengan metode mencegah kehamilan yang ini, Bunda memprediksi hari-hari apa dalam sebulan yang kemungkinan besar berpeluang akan hamil. Bunda akan melewatkan seks pada hari-hari itu.

Kedengarannya sederhana, tetapi tidak selalu mudah untuk menentukan hari-hari subur. Apalagi jika menstruasi tidak teratur, Bunda mungkin lebih baik dengan strategi yang berbeda.

Dilansir WebMD, dengan metode mencegah kehamilan ini, peluang untuk hamil bisa mencapai 24 persen. Beberapa cara untuk memeriksa tanda kesuburan adalah memeriksa lendir serviks, dan menggunakan suhu basal tubuh. Kenali pula gejala ovulasi yang Bunda rasakan tiap bulan.

2. Metode ritme

Cara mencegah kehamilan yang satu ini agak PR dan tidak sederhana. Pertama, Bunda perlu melacak menstruasi selama 6-12 bulan sebelum mulai. Kemudian setelah Bunda dapat menggunakan informasi itu dan melakukan beberapa perhitungan untuk mengetahui kapan subur.

Bunda bisa menggunakan rumus berikut:

1. Kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus terpendek. Hasilnya, ditambah dengan tanggal menstruasi pertama. Itu adalah hari subur pertama. Contohnya: siklus menstruasi Bunda 28 hari-18 hari= 10 hari. Kemudian Bunda mengalami menstruasi tanggal 7. Jadi 10 + 7 = 17. Nah, tanggal 17 itu yang diperkirakan menjadi hari pertama subur. Bisa dipahami, Bunda?

2. Kurangi 11 dari jumlah hari dalam siklus terpanjang. Hasilnya ditambah dengan tanggal awal menstruasi, itu yang hari subur terakhir. Cara menghitungnya, kurang lebih seperti di atas ya, Bunda.

Nah, jika sudah tahu tanggalnya lewat rumus, jangan berhubungan seks pada atau di antara hari-hari subur pertama dan terakhir.

Supaya metode ini berfungsi optimal, Bunda harus pandai melacak. Itu mungkin sulit dilakukan, karena biasanya siklusnya sedikit berbeda.

Lalu, kondisi medis seperti penyakit tiroid, gangguan makan, penurunan atau kenaikan berat badan yang berlebihan, olahraga berat, dan penggunaan obat-obatan terlarang dapat menyebabkan siklus menjadi tidak teratur.

3. Metode kalender (SDM)

Cara mencegah kehamilan ini mirip seperti metode ritme, tetapi lebih sederhana. Metode ini menetapkan hari yang sama (hari 8 hingga 19) sebagai waktu subur bagi semua orang. Itu yang membuatnya lebih mudah digunakan.

Bunda dapat menggunakan aplikasi, kalender untuk melacak posisi Bunda dalam siklus. Ini bekerja paling baik jika siklus Bunda lebih dari 26 hari atau kurang dari 32.

4. Metode lendir serviks

Sempat disinggung sedikit di atas, cara mencegah kehamilan yang satu ini cukup tricky jika Bunda belum paham tekstur dan warna lendir serviks selama masa subur.

Untuk mengetahuinya, pertama kenali dahulu perubahan tekstur dan warna lendir serviks. Akan ada perubahan yang nyata pada lendir serviks ketika baru selesai haid dan saat ovulasi.

Lendir serviks pada masa subur bisa terlihat bening, licin, dan melar, seperti putih telur. Bunda bisa menggunakan tisu atau jari untuk memeriksanya beberapa kali sehari. Nah, sebaiknya buat grafik agar Bunda dapat melihat pola dalam lendir serviks dari satu siklus ke siklus lainnya, kemudian tahu kapan Bunda harus melewatkan seks.

Young woman hand holding red clock Ovulation test strip with calendar in background. Positive result. It is a time for baby.Gynecology concept8 Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami Tanpa KB, Bunda Perlu Tahu/ Foto: iStock

5. Metode suhu tubuh basal

Cara lain untuk mengetahui kapan Bunda subur adalah dengan membuat grafik suhu harian. Bunda menggunakan termometer suhu tubuh basal pada waktu yang sama setiap hari.

Saat berovulasi, suhu mungkin naik hampir 1 derajat. Ada baiknya juga untuk memperhatikan gejala lain yang mungkin Bunda alami, seperti payudara sakit, sakit punggung, atau kembung.

Tapi tetap saja, Bunda tidak bisa mengetahui secara pasti kapan masa ovulasi dengan metode ini. Juga, jika Bunda mengalami penyakit yang menyebabkan demam, stres, minum minuman beralkohol pada malam sebelumnya, atau tidur di ruangan yang lebih hangat atau lebih dingin dari biasanya

Semua faktor tersebut dapat mempengaruhi suhu basal tubuh. Itu juga yang membuat metode ini lebih sulit digunakan.

6. Metode penarikan

Salah satu cara untuk mencegah kehamilan adalah dengan tidak memberi kesempatan sperma bertemu sel telur. Saat Bunda menggunakan metode ini, suami akan menarik penisnya keluar dari vagina sebelum dia berejakulasi.

Yang diperlukan dalam metode ini yakni membutuhkan banyak pengendalian diri. Terutama suami Bunda. Sebanyak 22 persen kemungkinan hamil jika Bunda menggunakan taktik ini.

7. Menyusui

Cara mencegah kehamilan yang satu ini hanya berhasil untuk 6 bulan pertama setelah melahirkan. Namun, dengan syarat Bunda belum sekali menstruasi dan masih menyusui bayi secara eksklusif. Yap, tidak ada susu formula dan tidak ada botol sama sekali.

Kenapa ini bisa dikatakan salah satu cara mencegah kehamilan? Bunda harus menyusui setidaknya setiap 4 jam di siang hari dan setiap 6 jam di malam hari. Ini yang membuat tubuh Bunda tidak melepaskan telur.

8. Herbal

Beberapa jamu atau obat herbal disebut-sebut sebagai salah satu cara mencegah kehamilan. Tetapi hanya ada sedikit penelitian untuk mendukung klaim tersebut. Food and Drug Administration (FDA) di AS juga tidak mendukung klaim tersebut.

Bunda mungkin pernah mendengar tentang biji jarak, gossypol, evodia, wortel liar, thunder god vine. Jenis-jenis tumbuhan ini dipercaya bisa menjaga tubuh wanita tidak melepaskan telur, mencegah sperma membuahi telur, menghalangi telur yang dibuahi agar tidak tertanam di dinding rahim.

Jika Bunda ragu, lebih baik tanyakan ke dokter terlebih dahulu ya.

Nah, bagaimana, sudah cukup jelas kan Bunda cara mencegah kehamilan alami tanpa KB ini? Jika Bunda sudah mantap memilih salah satu metode kontrasepsinya, semoga berhasil ya!

Cerita Winda Idol sempat marah dan malu saat hamil anak ketiga:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi