KEHAMILAN
Melahirkan Pervaginam Sebabkan Kondisi Kandung Kemih Turun hingga Susah Menahan Kencing?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Kamis, 17 Oct 2024 22:30 WIBMelahirkan pervaginam bisa menjadi pilihan persalinan yang minim komplikasi. Meski begitu, proses persalinan ini disebut dapat menimbulkan masalah yang berkaitan dengan berkemih, Bunda.
Melahirkan pervaginam diklaim dapat menyebabkan kondisi kandung kemih turun hingga membuat Bunda susah menahan kencing atau buang air kecil (BAK). Lantas, benarkah hal tersebut ya?
Kandung kemih turun usai melahirkan pervaginam
Kandung kemih memang dapat turun usai melahirkan pervaginam atau persalinan normal. Kondisi ini disebut juga prolaps vagina anterior atau sistokel.
Menurut ulasan di Mayo Clinic, sistokel terjadi ketika kandung kemih turun dari posisi biasanya di panggul dan menekan dinding rahim. Pada kondisi ini, otot dasar panggul juga menjadi lemah hingga dapat menyebabkan masalah BAK, termasuk kebocoran urine inkontinensia urine dan sudah menahan kencing.
Sistokel dapat dibagi menjadi dua tingkat, yakni:
- Tingkat 1 (ringan): Kandung kemih hanya turun sedikit ke dalam vagina
- Tingkat 2 (sedang): Kandung kemih telah masuk ke dalam vagina hingga mencapai lubang vagina
- Tingkat 3 (berat): Kandung kemih sudah menonjol keluar melewati lubang vagina
Sistokel dapat menekan uretra dan mencegah kandung kemih kosong sepenuhnya saat Bunda buang air kecil. Kondisi tersebut juga dapat memutar ureter, yang menyalurkan urine dari ginjal ke kandung kemih.
Menurut ahli uroginekologi di University of South Florida di Tampa, Florida, Katie Propst, M.D., prolaps termasuk kandung kemih turun paling sering terjadi bertahun-tahun setelah melahirkan, dengan risiko meningkat setelah seorang Bunda menjalani persalinan beberapa kali. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi dalam beberapa minggu dan bulan pasca persalinan.
Penelitian menunjukkan bahwa prolaps lebih mungkin terjadi bila ibu mengejan dalam waktu lama, memiliki bayi berukuran besar, atau bila menjalani persalinan dengan bantuan forcep atau vakum. Faktor lain yang juga dapat berperan adalah obesitas dan batuk kronis.
"Umumnya, persalinan pervaginam lebih mungkin menyebabkan prolaps dibandingkan mereka yang melahirkan caesar. Namun, penumpukan tekanan selama kehamilan juga dapat menyebabkan kondisi ini," ujar Propst, dilansir What to Expect.
Sebuah penelitian di jurnal Urogynaecology tahun 2013 pernah mengukur angka kejadian prolaps pada ibu hamil di usia kandungan 36 hingga 38 minggu, yang kemudian menjalani operasi caesar. Hasilnya ditemukan bahwa sekitar sepertiga subjek mengalami prolaps stadium 2.
Diagnosis dan penanganan kandung kemih turun
Kandung kemih turun setelah melahirkan memang dapat ditandai dengan kesulitan menahan kencing. Tetapi, kondisi ini juga dapat dideteksi dengan pemeriksaan medis, Bunda.
Melansir Cleveland Clinic, dokter dapat terlebih dulu meninjau riwayat medis sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, dokter dapat melakukan tes, seperti pemeriksaan urodinamik untuk mengukur kemampuan kandung kemih dalam menahan dan mengeluarkan urine dan sistoskopi untuk mencari malformasi, penyumbatan, tumor, atau batu di saluran kemih.
Jika Bunda mengalami kesulitan menahan kencing setelah melahirkan, jangan ragu untuk bicara dengan dokter ya. Perlu diketahui, otot dasar panggul setidaknya membutuhkan waktu hingga enam bulan atau lebih lama untuk pulih setelah melahirkan, terutama pada persalinan pertama.
"Prolaps pasca persalinan dapat membaik seiring waktu, terutama dengan terapi fisik. Terapi fisik dengan terapis dapat membantu melatih kembali otot dasar panggul untuk memperbaiki gejala." ujar Propst.
Perawatan kondisi ini akan bergantung pada tingkat keparahan, serta organ yang terpengaruh. Tapi terkadang, perawatan mungkin tidak diperlukan, Bunda.
"Jika tidak memiliki gejala dan tidak menyebabkan area kandung kemih merasa tertekan, dokter mungkin akan mengambil pendekatan untuk menunggu dan melihat perkembangannya untuk memastikan prolaps tidak bertambah parah," ungkap Propst.
Untuk mengurangi gejala, Bunda juga dapat melakukan senam Kegel selama hamil. Senam ini tak hanya dapat mengontrol kandung kemih menjadi lebih baik, tapi juga dapat membantu proses persalinan berjalan dengan lancar.
Pencegahan kendung kemih turun setelah melahirkan
Berikut beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah kandung kemih turun setelah melahirkan:
- Menjaga kenaikan berat badan yang sehat selama hamil.
- Menghindari sembelit dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, minum banyak air setiap hari, dan berolahraga secara teratur.
- Hindari mengangkat benda berat untuk melindungi otot dasar panggul.
- Melakukan senam Kegel selama hamil.
Demikian penjelasan mengenai kandung kemih turun setelah melahirkan pervaginam. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Tips untuk Mempercepat Kontraksi Asli, Persalinan Jadi Lancar Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Berapa Lama Jahitan Pasca Melahirkan Sembuh Total? Waktu Penyembuhan & Cara Merawat Luka Perineum
7 Cara Mempercepat Persalinan Pervaginam, Stimulasi Payudara hingga Lakukan Akupresur
Berapa Lama Bunda Harus Rawat Inap di RS setelah Melahirkan secara Pervaginam?
Triarona Eks JKT 48 Bahagia Wujudkan Impian Melahirkan Alami, Tanpa Induksi & Epidural
TERPOPULER
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
5 Potret Jung Eun Chae yang Viral sebagai Polisi di Drama Korea 'Flex X Cop 2'
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Polo Oversized Linen-Twill: Adem Buat Cuaca Panas Jakarta?
-
Beautynesia
Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia yang Perlu Diketahui
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Bikin Salfok! Michelle Halim Bawa Tas Anggur ke Fashion Show
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya