KEHAMILAN
Stimulasi Puting saat Hamil Bisa Membuat Janin Cacat, Mitos atau Fakta?
Melly Febrida | HaiBunda
Minggu, 01 Dec 2024 21:40 WIBStimulasi puting saat hamil dapat memicu kontraksi rahim. Namun, ada anggapan bahwa stimulasi puting saat hamil bisa membuat janin cacat. Mitos atau fakta?
Mitos yang berhubungan dengan kehamilan banyak beredar. Termasuk tentang stimulasi puting saat hamil. Sejumlah pendapat ahlinya menyatakan bahwa stimulasi puting dapat melepaskan hormon yang menyebabkan kontraksi rahim.
Bahkan sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa ini tidak dapat menyebabkan persalinan yang sebenarnya. Lalu, bagaimana faktanya mengenai hal ini?
Pengaruh stimulasi puting pada kehamilan
Dokter Spesialis Kebidanan dan Ginekologi, Dr. Valinda Nwadike, mengatakan bahwa kebanyakan dokter tidak merekomendasikan stimulasi puting untuk menginduksi persalinan.
Nwadike menjelaskan studi tentang stimulasi puting untuk memicu kontraksi. Pada studi di jurnal PLoS One melaporkan bahwa 50 persen wanita di Jepang menggunakan stimulasi puting untuk membantu menginduksi persalinan.
Tidak semua ibu hamil boleh melakukan stimulasi puting. Bunda dengan kehamilan normal dan berisiko rendah yang boleh melakukan stimulasi puting untuk mempercepat kontraksi.
"Risiko kesehatan ini termasuk tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, jumlah cairan ketuban yang rendah atau tinggi, atau risiko lain yang dapat mempersulit kehamilan," jelas Nwadike dilansir Medicalnewstoday.
Stimulasi puting memang dapat menyebabkan pelepasan oksitosin, hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang kontraksi rahim selama persalinan.
Berikut beberapa pengaruh stimulasi puting dalam kehamilan dari berbagai sumber:
- Stimulasi puting menjadi salah satu cara untuk mempercepat kontraksi. Namun, ibu hamil perlu mengetahui aturan untuk mempercepat kontraksi. Jika kehamilan belum menginjak usia 37 minggu, maka ibu hamil tidak dianjurkan untuk mempercepat kontraksi. Stimulasi puting ini biasanya dapat dilakukan setelah kehamilan berusia lebih dari 37 minggu.
- Setelah melahirkan untuk meningkatkan pengeluaran ASI.
- Dokter Anak bersertifikat dan Konselor Laktasi di California, Dan Brennan, MD, menjelaskan bahwa stimulasi puting juga dapat mengurangi risiko perdarahan postpartum. Pada tinjauan tahun 2005 terhadap enam percobaan menemukan bahwa 0,7 persen perempuan yang melakukan stimulasi puting mengalami perdarahan postpartum, sedangkan 6 persen bunda hamil yang tidak melakukan stimulasi puting mengalami perdarahan.
Stimulasi puting bisa menyebabkan cacat janin?
Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa stimulasi puting dapat menyebabkan cacat janin. Stimulasi puting lebih sering digunakan sebagai induksi alami untuk mempercepat persalinan, terutama pada ibu hamil yang cukup bulan.
Namun stimulasi puting yang tidak tepat atau berlebihan juga bisa menyebabkan kontraksi terlalu kuat sehingga berisiko membahayakan ibu dan bayi.
Ibu hamil dapat mendiskusikan dengan dokter jika ingin mencoba stimulasi puting untuk keperluan tertentu.
Siapa yang boleh melakukan stimulasi puting?
Ibu dengan kehamilan berisiko rendah yang boleh melakukan stimulasi puting. Maksudnya adalah kehamilan di yang tidak memiliki risiko kesehatan tambahan.
Risiko kesehatan ini termasuk tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, jumlah cairan ketuban yang rendah maupun tinggi, atau risiko lain yang dapat mempersulit kehamilan.
Faktor risiko dan penyebab cacat janin
Semua ibu hamil memiliki risiko melahirkan anak dengan kondisi cacat janin. Cacat janin sendiri dapat terjadi selama kehamilan karena beberapa penyebab dan faktor risiko, yakni:
1. Genetik
Ayah dan Bunda dapat mewariskan kelainan genetik kepada bayinya. Kelainan ini terjadi ketika gen menjadi cacat karena mutasi atau perubahan.
"Dalam beberapa kasus, gen atau bagian dari gen mungkin hilang. Cacat ini terjadi saat pembuahan dan seringkali tidak dapat dicegah," ujar Dokter Anak Karen Gill, M.D., dilansir Healthline.
Menurut WHO, sebagian kecil cacat janin disebabkan kelainan genetik, yaitu kelainan kromosom, seperti sindrom Down (trisomi 21) atau cacat gen tunggal (misalnya fibrosis kistik).
2. Faktor sosial ekonomi dan demografi
Faktor sosio ekonomi seperti berpenghasilan rendah dapat menjadi penyebab tidak langsung dari cacat janin. WHO menjelaskan, frekuensi ini lebih tinggi di antara keluarga dan negara yang kekurangan sumber daya.
"Diperkirakan sekitar 94 persen cacat janin parah terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah," tulis WHO dalam laman resminya.
3. Usia bumil
Usia ibu hamil juga dapat menjadi faktor risiko cacat janin. Ibu hamil berusia 35 tahun atau lebih berisiko lebih tinggi melahirkan anak dengan kondisi cacat lahir.
WHO menjelaskan, usia ibu merupakan faktor risiko perkembangan janin intrauterin yang abnormal. Usia bumil yang sudah lanjut dapat meningkatkan risiko kelainan kromosom, termasuk sindrom Down.
4. Faktor lingkungan dan gaya hidup
Faktor lingkungan seperti paparan radiasi dan polutan juga dapat menjadi faktor risiko cacat janin. Selain itu, gaya hidup tidak sehat bisa menjadi penyebabnya, seperti merokok, menggunakan narkoba, dan minum alkohol.
5. Infeksi saat hamil
Melansir Very Well Family, infeksi selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir. Infeksi yang biasanya tidak menimbulkan gejala atau gejala ringan pada orang dewasa bahkan dapat menimbulkan konsekuensi yang parah bagi janin dalam kandungan, Bunda.
Beberapa infeksi yang bisa menyebabkan cacat janin, yakni infeksi sitomegalovirus, infeksi virus Rubella, infeksi herpes simplex virus (HSV), infeksi toksoplamosis, dan virus Zika.
Demikian ulasan mengenai stimulasi puting payudara saat hamil dan kaitannya dengan cacat janin. Semoga informasinya membantu Bunda menyiapkan persalinan dengan aman.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Pemeriksaan untuk Deteksi Cacat Janin Selain USG
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Memahami Kelainan Kongenital dan Penyebabnya, Cacat Bawaan pada Janin
Mengenal Anencephaly, Cacat Lahir Berakibat Kematian pada Bayi
Obat Batuk yang Aman untuk Ibu Hamil agar Tak Sebabkan Cacat Janin
Alasan Penting Ibu Hamil Wajib Konsumsi Asam Folat, Cegah Bayi Cacat
TERPOPULER
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
REKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Micellar Water untuk Kulit Kering, Bikin Wajah Tetap Lembap
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Snack MPASI Bayi untuk Finger Food & Mudah Dibawa
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari
Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar
Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar
7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan
Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pada 2030 Umat Islam akan Puasa Ramadan Dua Kali Setahun, Ini Penjelasannya
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Beruang atau Pegunungan yang Pertama Kamu Lihat? Ini Artinya...
-
Female Daily
Meal Prep Is The New Self-Care: Rahasia Cewek Produktif Anti Ribet Setiap Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
5 Gaya Seksi Jennie BLACKPINK Pakai Bikini Hasil Rancangan Sendiri
-
Mommies Daily
MD New Parents 101: Rekomendasi Sampo dan Sabun Bayi hingga Balita, Ada yang Punya Kandungan Ceramide dan Prebiotik!